Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan STEAM terhadap perkembangan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini serta untuk mengetahui faktor faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendekatan STEAM terhadap kecerdasan kinestetik anak usia dini 3-4 tahun di KB Cahaya Andhika. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatid Deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa Observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di KB Cahaya Andika bahwa ditemukan 9 dari 15 siswa berumur 3-4 tahun menunjukkan kemampuan mengendalikan tangan secara tepat untuk mengendalikan objek serta mengkoordinasikan seluruh pergerakan tubuh, diantanya 30% siswa yang mampu, sedangkan 70% siswa belum sepenuhnya berkembang atau masih dibantu oleh guru, sehingga siswa belum mampu melakukan sebuah kegiatan secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan untuk perkembangan kecerdasan kinestetik anak. Penelitian ini mengungkapkan bahwa model pembelajaran STEAM sangat efektif ketika diterapkan di lingkungan pendidikan, khususnya pada anak usia dini. Melalui Pendekatan Playbased Learning, menjelaskan bahwa penting mengajak anak untuk bermain dalam proses pembelajaran. Melalui bermain, anak-anak mengembangkan berbagai kecerdasan termasuk kinestetik, karena mereka belajar mengontrol tubuh mereka sambil memahami dunia sekitar melalui interaksi fisik. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pendekataan STEAM untuk kecerdasaan kinestetik anak meliputi keterbatasan sumber daya yang kaya untuk menciptakan berbagai kegiatan bermain, persiapan materi, dan evaluasi pengukuran. Akan tetapi dengan menerapkan pendekatan STEAM lembaga juga akan mendapatkan faktor-faktor pendukung kepada siswa misalnya, anak jadi lebih kreatif, anak mampu mengkoordinasikan pergerakan seluruh tubuh, memiliki sikap yang inovati, dan mampu memcahkan masalah.