Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kajian Banjir dan Sedimentasi Terhadap Upaya Konservasi Wilayah Teluk Benoa di Kabupaten Badung Sebastianus Priambodo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya debit banjir rancangan dan volume sedimentasi dari daerah aliran sungai (DAS) yang bermuara ke Teluk Benoa, Kabupaten Badung, serta mengevaluasi implikasinya terhadap kapasitas tampung teluk sebagai retarding basin alami dan upaya konservasi pesisir. Perubahan tata guna lahan dan meningkatnya aktivitas antropogenik di wilayah hulu diduga memperbesar limpasan permukaan dan muatan sedimen, sehingga mempercepat pendangkalan perairan dan meningkatkan risiko banjir di kawasan hilir. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif–analitik melalui pemodelan hidrologi dan erosi. Data curah hujan harian dari delapan stasiun periode 2010–2024 diolah menjadi hujan kawasan menggunakan metode Thiessen, kemudian dianalisis frekuensinya dengan pendekatan Peak Over Threshold. Hujan rancangan ditransformasikan menjadi debit banjir menggunakan metode Rasional untuk DAS kecil dan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS Gama-I) untuk DAS menengah–besar. Estimasi sedimentasi dihitung menggunakan Universal Soil Loss Equation (USLE) dengan parameter erosivitas hujan, erodibilitas tanah, kemiringan lereng, dan tutupan lahan berbasis analisis spasial SIG. Hasil penelitian menggambarkan bahwa debit banjir kala ulang 10 tahun berturut-turut sebesar 103,3 m³/det (Badung), 98,3 m³/det (Mati), 59,9 m³/det (Sama), dan 50,2 m³/det (Bualu). Volume sedimen tahunan terbesar berasal dari DAS Bualu (±166.434 m³/tahun), diikuti Badung (±129.649 m³/tahun), Sama (±121.549 m³/tahun), dan Mati (±72.450 m³/tahun), yang menunjukkan tingkat erosi sedang hingga berat dan berkontribusi pada pendangkalan teluk. Kesimpulan yang dapat ditarik bahwa peningkatan limpasan dan sedimentasi dari hulu menurunkan kapasitas tampung Teluk Benoa, sehingga diperlukan pengelolaan DAS dan konservasi pesisir secara terpadu melalui pengendalian erosi, pengendapan sedimen, dan normalisasi sungai guna menjaga fungsi hidrologis dan ekologis kawasan secara berkelanjutan.
PENGUATAN SOLIDARITAS SOSIAL MELALUI KEGIATAN BERBAGI SEMBAKO DAN PAKAIAN LAYAK PAKAI Sebastianus Priambodo; Ummi Sa’adah; Yayu Sriwahyuni Hamzah; Moh. Syaiful Anwar; Mila Hariani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55226

Abstract

Solidaritas sosial menjadi isu penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya pada kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi dan akses terhadap kebutuhan dasar. Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan ini adalah rendahnya kesejahteraan sebagian masyarakat serta perlunya penguatan hubungan sosial melalui aksi nyata kepedulian bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui kegiatan berbagi sembako dan pakaian layak pakai. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis aset, yang menekankan pada pemanfaatan potensi sosial, budaya, dan jaringan yang dimiliki masyarakat, serta dilengkapi dengan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman untuk melihat kondisi internal dan eksternal program. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan mahasiswa, dosen, perangkat desa, dan masyarakat setempat melalui tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran dan mampu meningkatkan interaksi sosial, rasa kebersamaan, empati, serta kepercayaan antara mahasiswa dan masyarakat. Selain memberikan manfaat langsung bagi penerima, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam menumbuhkan tanggung jawab sosial. Kesimpulannya, kegiatan berbagi sembako dan pakaian layak pakai efektif sebagai upaya penguatan solidaritas sosial yang berkelanjutan serta mampu mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Edukasi Sistem Sanitasi dan Drainase Rumah Tangga di Desa Ngaresrejo Sidoarjo Yayu Sriwahyuni Hamzah; Sebastianus Priambodo; Muhammad Saul Bayustira
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Diteksi, Vol. 4, No. 1, Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v4i1.25663

Abstract

Sanitation and drainage problems at the household level continue to pose challenges in residential environments, largely driven by inadequate understanding of proper domestic waste handling. This community engagement initiative was designed to improve public knowledge and raise awareness of effective and sustainable sanitation and drainage practices. The activity was conducted in Ngaresrejo Village, Sidoarjo Regency, involving approximately 25 participants through a participatory approach. The methods applied included preliminary surveys, interactive educational sessions, audio-visual demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results indicated a substantial improvement in participants’ understanding, increasing from approximately 21,2% at the initial stage to 88,8% after the intervention, representing an improvement of about 67,6%. In addition, participant attendance and engagement were high, and most participants expressed willingness to implement improved sanitation practices at the household level. All program success indicators were achieved, including increased awareness and the development of educational materials. Accordingly, the initiative proves effective in strengthening public understanding and shows promise in supporting long-term improvements in environmental conditions within residential settings.
PERAN MALAM TIRAKATAN DALAM MEMUPUK SOLIDARITAS SOSIAL DAN KEBANGSAAN ANTAR WARGA KAMPUNG Abdul Quddus Salam; Atmari Atmari; Sudjai Sudjai; Budi Handayani; Sebastianus Priambodo; Rayhan Surya Permana; Radita Novayanti Putri; Balqis Ria Putri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/eg7a2497

Abstract

Tradisi Malam Tirakatan merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang selama ini dijalankan secara turun-temurun menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, dalam konteks masyarakat urban yang semakin majemuk dan dinamis, pelaksanaan Tirakatan sering kali kehilangan makna dasarnya sebagai ruang sosial yang memperkuat solidaritas dan kebangsaan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2025, di Kampung Kawatan, Surabaya sebuah kampung dengan identitas kuat sebagai kampung santri dan komunitas bersejarah dengan tujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Tirakatan sebagai sarana membangun kebersamaan dan menumbuhkan kesadaran kebangsaan lintas generasi. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas, melalui observasi sosial, diskusi kelompok warga, fasilitasi kegiatan reflektif, dan pelaksanaan Tirakatan bersama yang dirancang secara kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ketika warga terlibat secara aktif, Tirakatan mampu menjadi ruang edukatif dan rekonsiliatif yang mempertemukan nilai sejarah, kebudayaan lokal, dan semangat kebangsaan dalam format yang sederhana namun bermakna. Selain meningkatkan partisipasi lintas generasi, kegiatan ini juga membuka ruang dialog dan memperkuat hubungan sosial antarwarga. Tradisi lokal terbukti masih memiliki daya hidup, selama dikelola secara terbuka, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan komunitas masa kini.
Kajian Banjir Majemuk Terhadap Upaya Pengendalian Banjir Muara Tukad Ayung di Kota Denpasar Sebastianus Priambodo; Mohamad Djaelani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tukad Ayung merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Bali dengan luas DAS 302,913 km2 serta panjang sungai utama mencapai 71,3 km. Tukad Ayung bermuara di Desa Adat Kesiman Denpasar Timur. Muara Tukad Ayung kerap berubah seiring sedimentasi dan erosi pantai yang terjadi. Perubahan bentuk Muara Tukad Ayung kembali terjadi saat kejadian banjir akhir Tahun 2025 di Kota Denpasar. Tingginya curah hujan, alih fungsi lahan, limpasan permukaan serta tinggi gelombang pasang memberikan kontribusi pada kejadian banjir majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perspektif perencanan terhadap bangunan pengendali banjir di daerah muara sungai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif–analitik melalui analisis hidrologi, hidrolika dan analisis gelombang. Penelitian ini akan memadukan elevasi rencana berdasarkan analisis hidrolika dengan analisis gelombang untuk mendapatkan elevasi yang aman di bangunan pengaman pantai serta dinding penahan tanah di wilayah muara Tukad Ayung. Data pengamatan kecepatan dan arah angin BMKG Ngurah Rai periode 1990-2024 dipakai dalam analisis gelombang. Data debit rancangan dan topografi digunakan dalam analisis hidraulik. Data penyelidikan tanah digunakan sebagai acuan kedalaman tanah keras. Berdasarkan hasil analisis gelombang pada kala ulang 25 Tahun, diperoleh panjang gelombang pada 82.898 m, elevasi muka air rencana 2,961 m elevasi puncak bangunan pengaman pantai pada 4,325 m dan elevasi aman 4.8 m. Hasil analisis hidraulik pada bangunan dinding penahan tanah dengan debit rencana Q50th 700,51 m3/detik dan kontrol dengan debit Q100th 780.91 m3/detik memperoleh elevasi aman 5 m.