Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pelaksanaan Proyek Fly Over Simpang Surabaya Kota Banda Aceh Jurisman Amin; Tamalkhani Syammaun; Riqi Gunawan
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 7 No 1 (2018): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.121 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v7i1.38

Abstract

Kasus kecelakaan kerja kerap terulang akibat dari permasalahan K3 yang kompleks di Indonesia. Mengingat proyek fly over merupakan salah satu mega proyek di Kota Banda Aceh, maka memiliki resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, sehingga K3 sangat penting untuk diterapkan. Dengan adanya penerapan K3 pada proyek, maka semua tenaga kerja akan mendapatkan jaminan atas keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga tenaga kerja akan lebih giat dan disiplin dalam melaksanakan tugasnya, serta tidak akan terbeban dengan resiko yang akan timbul dalam proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi minat tim pelaksanaan kegiatan dalam penerapan K3 pada proyek fly over Simpang Surabaya Kota Banda Aceh, serta mengidentifikasi penerapan K3 yang dominan pada pelaksanaan proyek tersebut. Pengamatan dilakukan pada tim pelaksanaan konstruksi (stakeholder) pada proyek fly over Kota Banda Aceh, yaitu owner, konsultan supervisi, dan pelaksana. Identifikasi yang dilakukan pada perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD), perlengkapan Alat Pengaman Kerja (APK), perlengkapan kesehatan di proyek, lingkungan kerja, dan program umum. Analisa statistika yang digunakan adalah uji reliabilitas, uji validitas dan analisis deskriptif, melalui program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 dalam pelaksanaan proyek fly over, yang diminati oleh stakeholder adalah program perlengkapan APD dengan mean 4,609, perlengkapan APK dengan mean 4,600, lingkungan kerja dengan mean 4,559, umum dengan mean 4,585, dan perlengkapan kesehatan di proyek dengan mean 4,423. Penerapan K3 yang paling dominan diminati pada pelaksanaan proyek fly over adalah program perlengkapan APD dengan mean 4,609. Program perlengkapan APD pada proyek fly over sudah diimplementasikan sepenuhnya oleh pelaksana. Dalam hal ini stakeholder yang menjalankan tugasnya pada proyek fly over, sadar akan penggunaan APD dan menunjukkan minat yang besar dalam penerapannya.
Analisis Dampak Lingkungan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Pasca Pengembangan Tahun 2017 Pada Aspek Sosial Budaya Dan Sosial Ekonomi Jurisman Amin; Fahrizal Muhammad
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 8 No 1 (2019): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.853 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v8i1.65

Abstract

Pemerintah Aceh melakukan pengembangan pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, untuk meningkatkan kapasitas pelayanan jasa bagi penumpang. Kegiatan pengembangan tahap I telah dikerjakan, dan berpotensi menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan. Salah satu dampak yang timbul adalah perekrutan tenaga kerja tidak dari penduduk lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue terhadap penduduk sekitar pasca pengembangan tahun 2017 pada tahap operasional dan solusi pengelolaannya. Lokasi penelitian ditetapkan pada desa yaitu Desa Ulee Lheue, Deah Geulumpang, Deah Baro dan Alue Deah Teungoh. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, dan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner. Dampak lingkungan pada tahap operasional yang ditinjau adalah aspek sosial ekonomi dan sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sosial budaya yang paling memberi dampak adalah tenaga kerja yang direkrut bukan dari penduduk lokal, dimana penduduk lokal mempunyai keahlian yang diperlukan, dan konflik antara berbagai pengemudi kendaraan penumpang dalam mencari penumpang di pelabuhan. Aspek sosial ekonomi yang paling memberi dampak adalah terbuka kesempatan berusaha warung/toko, meningkatnya perekonomian Kota Banda Aceh, terbuka kesempatan kerja untuk tenaga kerja keamanan, dan meningkatnya perekonomian di luar Kota Banda Aceh. Solusi pengelolaan aspek sosial budaya adalah melakukan penambahan personil Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3), personil KP3 dilengkapi dengan alat komunikasi handy talky untuk mempercepat gerak dan komunikasi bila ada kejadian yang tidak diinginkan, dan pelimpahan kewenangan bagi aparat pemerintahan kampung dalam menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan. Solusi pengelolaan aspek sosial ekonomi adalah penempatan prioritas bagi tenaga kerja lokal untuk beberapa jenis pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang ditentukan, dan penempatan prioritas bagi orang lokal dalam kesempatan berusaha.
Manajemen Risiko Proyek Konstruksi Jalan (Studi Kasus: Preservasi Rekonstruksi Jalan Lambaro – Bts. Pidie) Tamalkhani Syammaun; Jurisman Amin; Bustami Bustami
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 8 No 2 (2019): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.429 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v8i2.77

Abstract

Proyek preservasi adalah suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan mengalokasikan sumber daya tertentu guna untuk memberikan tingkat pelayanan yang maksimal pada infrastruktur jalan. Dalam pelaksanaan proyek preservasi ini, kontraktor dihadapkan dengan permasalahan berbagai macam risiko. Beberapa risiko yang selalu terjadi adalah kemacetan di sekitar proyek sehingga menghambat kedatangan material, kepadatan lalu lintas sehingga pengalihan arus lalu lintas menyebabkan antrian kendaraan, dan masih banyak risiko lainnya dengan berbagai frekuensi kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang dominan terjadi dalam pelaksanaan Proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan Lambaro – Bts. Pidie dan mengidentifikasi solusi penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner dan metode kualitatif melalui wawancara. Responden ditujukan pada personil kontraktor, tenaga kerja, konsultan pengawas, dan owner. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 15 personil kontraktor, 50 personil tenaga kerja, 6 personil konsultan pengawas, dan 3 personil owner. Pengolahan data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif melalui bantuan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang dominan terjadi dalam pelaksanaan Proyek Preservasi Rekonstruksi Jalan Lambaro – Bts. Pidie adalah faktor lingkungan dengan mean sebesar 2,866. Solusi penanganan risiko pada faktor lingkungan sebagai faktor dominan adalah mobilisasi alat berat ke proyek dilaksanakan di luar jam sibuk, menyiapkan akses jalan alternatif untuk memasukkan alat berat, melakukan koordinasi dengan pihak keamanan untuk menyiapkan akses masuk bagi alat berat, dan mengatur schedule keluar masuk kendaraan proyek dan alat berat di luar jam sibuk dan memasang tanda (signage) keluar masuk proyek.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Jurisman Amin; Kirami Bararah
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.522 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v10i1.127

Abstract

Seiring dengan pesatnya laju perkembangan pembangunan konstruksi gedung bertingkat di Indonesia menimbulkan resiko kecelakaan kerja yang tinggi khususnya bagi pekerja yang ada di lapangan oleh karena itu peranan pengendalian resiko kecelakaan kerja dirasakan menjadi semakin penting. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang buruk dapat merusak sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek konstruksi. Maka yang menjadi permasalahannya Faktor manakah yang dominan dalam penerapan SMK3 pada pembangunan gedung Bapelkes dan bagaimana tingkat penerapan SMK3 pada proyek konstruksi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pelaksanaan penerapan SMK3 pada pembangunan gedung Bapelkes. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui wawancara dan penyebarkan kuesioner kepada PT. Karya Mukti Bersaudara sebanyak 12 orang. Penelitian ini terdiri dari 9 variabel. Hasil uji validitas nilai rata-rata dari r-hitung dari setiap variable adalah 0,81 dan nilai r-tabel diperoleh sebesar 0,497 maka memenuhi syarat r-hitung > r tabel. Hasil uji reliabilitas pada setiap variable diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,8 dan nilai kritis Cronbach’s Alpha 0,6, maka seluruh variable dinyatakan sudah reliable. Hasil analisis deskriptif nilai mean tertinggi diperoleh pada faktor pembangunan dan pemeliharaan komitmen (X1) dengan nilai sebesar 4,72, dan urutan terakhir diperoleh variabel (X2) dengan nilai sebesar 4,45. Dapat disimpulkan faktor yang sangat dominan dalam penerapan SMK3 pada proyek pembangunan gedung dan kelas baru Bapelkes adalah pembangunan dan pemeliharaan komitmen (X1). Penerapan SMK3 pada proyek pembangunan gedung asrama dan kelas baru bapelkes sudah diterapkan dengan cukup baik sudah terencana, terukur, dan terstruktur, dan terintegritas dengan benar sesuai PP. No. 5 tahun 2012 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, walau sepenuhnya belum diterapkan hal tersebut didapat dari hasil rata-rata persentase penilaian penerapan yaitu sebesar 92,0%