Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRAINING ON LEARNING TRILINGUAL VOCABULARY WITH BRAILLE TRINGUAL LANGUAGE MODULE AT MTS LB/A YAKETUNIS YOGYAKARTA Syafira Intan Muhliana; Yosi Wulandari; Tsulusiyah Apriliyananingrum; Nenden Wulan Septianning Tiyas; Nurul Fitrah Amaliah Suharsono
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/rangkiang.2023.v5i2.7514

Abstract

MTs LB/A Yaketunis Yogyakarta is an inclusive educational institution specifically for blind people who have an excellent program for memorizing the Qur'an.  MTs LB/A has limited teaching materials that support the success of teaching and learning. One of the obstacles in the learning process is the low mastery of student vocabulary, especially in Indonesian, English, and Arabic learning so that it has an impact on student learning outcomes. This is because there are no braille learning books that support the learning process. The objectives of this activity are (1) providing training on increasing trilingual vocabulary, namely Indonesian, English, and Arabic in fulfilling aspects of reading, writing, speaking, and vocabulary for MTs LB/A Yaketunis Yogyakarta students; (2) Creation and application of optimal learning resources for blind students through learning modules. The methods of this activity are (a) determination of partners, conducting surveys and discourses, (c) licensing, (d) material development, module preparation, making Trilingual Language modules, Braille Trilingual Language development program manuals, Braille Games (Puzzle Beam and Braille Flashcard, (e) conducting pretests, implementing modules and games, implementing postes, (f) program evaluation. The result of this training activity is an increase in students' ability to master vocabulary Indonesian 27%, English 28%, and Arabic 37%. The realization of learning materials for Braille Trilingual Language and Braille Games modules can improve students' knowledge and skills in learning three languages.
CAMPUR KODE PIDATO HAEDAR NASHIR DALAM MILAD MUHAMMADIYAH KE–108 DAN 109: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Nenden Wulan Septianning Tiyas; Sudaryanto Sudaryanto
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk dan jenis campur kode yang terdapat dalam pidato Milad ke-108 dan 109 Muhammadiyah yang disampaikan oleh Haedar Nashir. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak bebas libat cakap. Setelah data diperoleh kemudian diklasifikasikan berdasarkan kategori bentuk dan jenis campur kodenya melalui analisis secara deskriptif menggunakan teori Suandi. Pada proses analisis data digunakan teknik padan intralingual. Triangulasi waktu digunakan untuk keabsahan data dengan cara pengecekan secara berulang data yang telah diperoleh melalui sumber asli data berupa video dan teks tertulis pidato Milad ke-108 dan 109 Muhammadiyah dengan waktu yang berbeda hingga mendapatkan data yang valid dan lebih kredibel. Dalam proses keabsahan data juga dilakukan pemeriksaan sejawat melalui diskusi untuk pemeriksaan data yang telah diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukan adanya unsur campur kode dalam pidato Milad ke-108 dan 109 Muhammadiyah yang disampaikan oleh Haedar Nashir yang berupa bentuk campur kode yang terdiri atas campur kode pada tataran klausa, campur kode pada tataran frasa, dan campur kode pada tataran kata. Selain bentuk, adapun jenis campur kode yang terdapat pada pidato milad Muhammadiyah yang terdiri atas campur kode ke dalam (inner code mixing), campur kode keluar (outer code mixing), dan campur kode campuran (hybrid code mixing). Kata kunci: Campur Kode, Pidato, sosiolinguistik