Tera Fit Rayani
IPB University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Kepadatan Benih dan Nutrisi Organik terhadap Produktivitas Green Fodder Jagung : The Effect of Differences in Seed Density and Organic Nutrients on the Productivity of Maize Green Fodder Tera Fit Rayani; Annisa Hakim; Yuni Resti; Artiqie Gita Yuardi; Yasinta Septiari; Nur Rachmy Fazryah; Faradisa Syafrin Maulida; Shafa Salsabila
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v8i1.715

Abstract

Hydroponic green fodder is a method for producing forage for livestock in a short time (approximately 7–8 days) without soil. It can be an alternative source of high–quality forage to increase the productivity of ruminant livestock. This research aims to compare differences in seed density and the addition of organic nutrients in the form of shallot skins to the productivity of maize green fodder. Fodder planting is done using a hydroponic system with an automatic watering system. The variables measured were fresh and dry biomass production, conversion of green fodder to seeds, plant height, and nutrient content in corn seeds and green fodder. The experimental design used was a 3 x 2 completely randomized factorial design with treatment factors in the form of seed density (1,25; 1,5; and 1,75 kg/m2) and organic nutrition (soaking with tap water and soaking with shallot skin). The results showed that the production of fresh biomass, dry biomass, and plant height were significantly different (P<0,05) influenced by seed density. Total fresh and dry biomass increased with increasing seed density (P<0,05). Plant height increases as seed density decreases (P<0,05). Soaking seeds using shallot skins did not have a significant effect on the productivity of corn green fodder. A seed density of 1,5 kg/m2 produces the best productivity in green fodder corn
Implementasi Eco-Integrated Farming System pada Kelompok Ternak Desa Limbangan, Sukabumi dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan Shafa Salsabila; Annisa Hakim; Tera Fit Rayani; Dian Eka Ramadhani; Artiqie Gita Yuardi; Dimatulloh Dimatulloh; Nur Rachmy Fazryah; Yasinta Septiari; Faradisa Syafrin Maulidina
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.3.412-424

Abstract

Ketersediaan pangan merupakan poin penting dalam upaya peningkatan produktivitas masyarakat. Permasalahan yang dialami sektor pertanian diantaranya belum optimalnya peningkatan produktivitas produksi pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga mengakibatkan fluktuatifnya ketersediaan pangan khususnya pangan asal hewan di Desa Limbangan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini mencoba untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian, peternakan dan perikanan melalui bimbingan teknis dalam penerapan Eco-Integrated Farming System. Kegiatan yang dilakukan diantaranya pemaparan materi mengenai pentingnya penyediaan pakan ternak yang berkualitas, pelatihan dan pendampingan pengelolaan pakan ternak melalui budidaya green fodder yang diintergrasikan dengan budidaya ikan nila dalam instalasi aquafodder, serta bimbingan teknis budidaya ternak domba, dan pembuatan kebun koleksi hijauan pakan ternak di kawasan kelompok ternak desa Limbangan. Sebagai tolak ukur ketercapaian kegiatan, dilakukan wawancara dan pengisian kuisioner kepada peserta, serta pencatatan performa produktivitas green fodder dan rumput yang telah ditanam. Data yang sudah terkumpul diolah secara deskriptif. Melalui kegiatan ini menunjukan manfaat yang besar dalam segi transfer pengetahuan dari akademisi kepada masyarakat, mengenalkan perkembangan teknologi pertanian, serta mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.