Aqwa Naser Daulay
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sumatera Utara Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT MUSLIM STUDI KASUS PETANI POHON AREN DESA PARDOMUAN KEC. ARSE KAB. TAPANULI SELATAN Fauzi Arif Lubis; Aqwa Naser Daulay
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 8, No 1 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i1.11330

Abstract

Sebagai daerah yang masih bergerak dibidang agraris dengan jumlah penduduk besar dan proporsi rumah tangga yang bekerja di pertanian dominan, maka perhatian terhadap kesejahteraan petani dinilai sangat strategis. Namun selain berbicara mengenai pendapatan yang mempengaruhi kesejahteraan, pengeluaranpun mempengaruhi tingkat kesejahteraan. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Analisis Tingkat Kesejahteraan Petani Di Tapanuli Selatan menurut Pola Pendapatan dan Pengeluaran Menggunakan Parameter NTPRP. Selanjutnya untuk menyelesaikan permasalahan penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan parameter NTPRP (Nilai Tukar Pendapatan Rumahtangga Petani). Berdasarkan hasil temuan yang dilakukan peneliti di Tapanuli Selatan. Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani (NTPRP) untuk nilai dari responden yang minimum berada pada nilai 0,56, hal tersebut menunjukkan bahwa total pengeluaran rumah tangga petani/ responden tersebut lebih besar dibandingkan dengan total pendapatan rumah tangganya, hal tersebut juga menjelaskan petani/ responden tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan untuk usaha pertanian dan non pertaniannya. Kemudian Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani (NTPRP) yang maksimum berada pada nilai 7,81, hal tersebut menunjukkan bahwa total pengeluaran rumah tangga petani/ responden tersebut lebih kecil dibandingkan dengan total pendapatan rumah tangganya, hal tersebut juga menjelaskan petani/ responden tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan untuk usaha pertanian dan non pertaniannya. Namun secara rata-rata Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani (NTPRP)nya berada pada nilai 1,46 menunjukkan NTPRP > 1 berarti secara rata-rata petani/ responden sudah mampu memenuhi kebutuhan untuk usaha pertanian dan non pertaniannya. Bisnis varian produk gula aren merupakan bisnis yang menjajikan yang bisa meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Desa Pardomuan dengan keuntungan yang diperoleh untuk produk gula aren cair sebesar 194,11% bedasarkan perhitungan dengan cost plus pricing
Strategic Development of Tamang Island Tourism towards a Tourism Village: An Islamic Economic Perspective Based on Al-Ghazali’s Principles Amin Akbar; Marliyah Marliyah; Aqwa Naser Daulay
Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Sharia (Islamic Law) at Fatmawati Sukarno State Islamic University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v12i1.5801

Abstract

The purpose of this study is to identify effective strategies for developing Tamang Island into a tourism village, framed within the Islamic economic perspective of Imam al-Ghazali. The research employs a qualitative descriptive method, using field research, observations, interviews, and documentation for data collection. SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) is utilized to assess internal and external factors influencing development. The results indicate that Tamang Island's position, based on the IFAS and EFAS matrices, is in Quadrant II, recommending a WO strategy to address internal weaknesses by leveraging external opportunities. Specific strategies include: (1) improving deteriorated tourist attractions, (2) enhancing coordination between government, managers, and investors to secure development funding, (3) rejuvenating neglected infrastructure, (4) utilizing tourism activities to stimulate local economic growth and create employment, (5) leveraging supportive policies from the Mandailing Regency Government, such as tourism training and promotion, and (6) establishing a cooperative or village-owned enterprise (BUMDes) to manage Tamang Island's tourism operations. From an Islamic economic perspective, the findings align with Imam al-Ghazali’s principles of maslahah (public benefit), adl (justice), and iktisad (moderation). The development strategies prioritize economic sustainability, equitable resource distribution, and community empowerment, while safeguarding environmental integrity and fostering ethical tourism. The study concludes that integrating al-Ghazali's economic principles into tourism development enhances not only economic outcomes but also aligns with broader Islamic values, contributing to sustainable and ethical tourism practices