Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Guru Dan Orang Tua Anak Usia Dini Tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Erupsi Merapi Di SPS Bina Yoga Pakem arimbi Estri; Herlin Lidya
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 6 No 2: JULI 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/5ynbpq57

Abstract

Gunung Merapi terletak pada perbatasan Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Data menunjuikkan bahwa gunung Merapi mempunyai frekuensi erupsi yang paling aktif (Rahayu, 2014). Kabupaten Sleman adalah wilayah DI Yogyakarta yang beresiko terkena dampak erupsi gunung Merapi. Desa Candibinangun yang terletak di kecamatan Pakem, Sleman adalah salah satu desa yang termasuk dalam kawasan rawan bencana II (KRB II) yang beresiko terdampak erupsi gunung Merapi. Upaya kesiapsiagaan di Desa Candibinangun terlebih anak-anak dan remaja perlu ditingkatkan, karena anak-anak dan remaja termasuk dalam golongan kelompok rentan terhadap dampak bencana. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya upaya khusus untuk menambah pengetahuan tentang mitigasi bencana. Studi pendahuluan dilakukan pada salah satu sekolah yang terdapat banyak golongan usia rentan yaitu di SPS Bina Yoga Pakem yang berada di wilayah desa Candibinangun. Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SPS Bina Yoga Pakem sekaligus Ibu Dukuh Dusun Nepen, menyampaikan bahwa di SPS Bina Yoga Pakem belum pernah ada kegiatan peningkatan pengetahuan dan kompetensi bagi guru tentang kesiapsiagaan bencana. Kepala Sekolah SPS Bina Yoga Pakem menyampaikan bahwa anak didiknya sejumlah 25 siswa yang seluruhnya tinggal di beberapa dusun yang merupakan cakupan desa Candibinangun, Pakem. Hasil studi pendahuluan terhadap 3 orang tua siswa mengatakan mereka merasa khawatir apabila terjadi erupsi Gunung Merapi dan tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk antisipasinya. Sehingga Kepala Sekolah dan orang tua merasa perlu untuk diadakan suatu kegiatan sebagai upaya mitigasi berupa kesiapsiagaan menghadapi erupsi Gunung Merapi. Kegiatan pemberdayaan Guru dan Orang Tua Siswa Usia Dini Tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Erupsi Merapi di SPS Bina Yoga Pakem dilakukan dengan pemberian materi tentang Gunung Merapi dan bahayanya serta materi tentang pertolongan pertama pada korban bencana sekaligus praktiknya. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan serta kesiapsiagaan para guru dan orang tua murid terhadap bencana erupsi.
Hubungan Ketepatan Penilaian Triage Eemergency Severity Index pada Kegawatan Non Trauma dengan Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien di IGD Rumah Sakit Panti Rahayu Henrikus Dwi Prasetyo; Dwi Antara Nugraha; Herlin Lidya
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 7 No 1 (2026): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v7i1.382

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara ketepatan penilaian triase Emergency Severity Index (ESI) pada pasien non-trauma dengan tingkat kepuasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Panti Rahayu. Tujuan: Mengetahui hubungan antara ketepatan penilaian triase ESI dengan tingkat kepuasan keluarga pasien di IGD RS Panti Rahayu. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Data ketepatan triase diperoleh melalui telaah rekam medis elektronik, sementara data kepuasan keluarga dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang dibagikan kepada keluarga inti yang mendampingi pasien selama di IGD. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 94 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penilaian triase tidak tepat (62,8%), sedangkan yang tepat sebesar 37,2%. Di sisi lain, tingkat kepuasan keluarga terbanyak berada pada kategori sangat puas (42,6%) dan paling sedikit pada kategori tidak puas (14,9%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara ketepatan triase dengan tingkat kepuasan keluarga pasien (r = 0,942; p = 0,000). Responden yang menyatakan tidak puas sebagian besar mendampingi pasien yang masuk dalam kategori triase ESI level 3 dan 4, yang umumnya mengalami waktu tunggu lebih lama. Hal ini terjadi karena belum adanya petugas khusus triase sehingga beberapa pasien tidak menerima pelayanan awal dengan tepat. Simpulan: Ketepatan penilaian triase sangat berpengaruh terhadap kepuasan keluarga pasien. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan, terutama perawat triase, untuk melakukan penilaian dengan lebih cermat agar pelayanan lebih tepat sasaran dan kepuasan keluarga tetap terjaga. Kata Kunci: triase ESI, kepuasan keluarga, IGD, non-trauma