Anak usia sekolah dasar rentan memilih makanan dan jajanan yang kurang sehat karena pengetahuan gizi belum berkembang secara optimal. Kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya pola konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan media animasi terhadap pengetahuan makanan sehat pada siswa SDN Pasar Lama 1. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain praeksperimental one-group pretest-posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VI sebanyak 80 orang. Seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Intervensi diberikan satu kali melalui video animasi edukasi gizi berdurasi tiga menit. Materi mencakup pengertian makanan sehat, fungsi zat gizi, manfaat sayur dan buah, bahaya makanan cepat saji, pemilihan jajanan sehat, konsumsi air putih, kebersihan makanan, dan pola makan seimbang. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner skala Guttman sebanyak 20 item yang telah dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s alpha 0,931. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test karena data tidak berdistribusi normal. Sebelum intervensi, 46 siswa (57,5%) memiliki pengetahuan baik dan 34 siswa (42,5%) memiliki pengetahuan cukup. Sesudah intervensi, kategori baik meningkat menjadi 68 siswa (85,0%), sedangkan kategori cukup menurun menjadi 12 siswa (15,0%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001. Edukasi gizi menggunakan media animasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan makanan sehat dan dapat digunakan sebagai media edukasi yang praktis bagi siswa sekolah dasar.