Muhsinin Muhsinin
Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN MAKANAN SEHAT PADA SISWA SDN PASAR LAMA 1 Nurmadinah Febriyani; Muhsinin Muhsinin; Yenny Okvitasari
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61026

Abstract

Anak usia sekolah dasar rentan memilih makanan dan jajanan yang kurang sehat karena pengetahuan gizi belum berkembang secara optimal. Kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya pola konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan media animasi terhadap pengetahuan makanan sehat pada siswa SDN Pasar Lama 1. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain praeksperimental one-group pretest-posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VI sebanyak 80 orang. Seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Intervensi diberikan satu kali melalui video animasi edukasi gizi berdurasi tiga menit. Materi mencakup pengertian makanan sehat, fungsi zat gizi, manfaat sayur dan buah, bahaya makanan cepat saji, pemilihan jajanan sehat, konsumsi air putih, kebersihan makanan, dan pola makan seimbang. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner skala Guttman sebanyak 20 item yang telah dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s alpha 0,931. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test karena data tidak berdistribusi normal. Sebelum intervensi, 46 siswa (57,5%) memiliki pengetahuan baik dan 34 siswa (42,5%) memiliki pengetahuan cukup. Sesudah intervensi, kategori baik meningkat menjadi 68 siswa (85,0%), sedangkan kategori cukup menurun menjadi 12 siswa (15,0%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001. Edukasi gizi menggunakan media animasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan makanan sehat dan dapat digunakan sebagai media edukasi yang praktis bagi siswa sekolah dasar.
Pengaruh Penerapan Latihan Range of Motion Terhadap Tingkat Kekuatan Pada Pasien Pasca Stroke Feriska Amalia; Yosra Sigit Pramono; Muhsinin Muhsinin; Hanura Aprilia
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25010

Abstract

ABSTRACT Stroke is a health problem that often causes motor function disorders in the form of decreased muscle strength, both in the upper and lower extremities. This condition impacts functional activities and increases patient dependence in daily life. Therefore, early rehabilitative intervention is needed to support motor function recovery and prevent complications due to immobilization. One surgical intervention that can be given is range of motion training. This study aims to determine the effect of implementing range of motion training on increasing muscle strength in post-stroke patients. This study used a quantitative approach with a pre-experimental one group pretest-posttest design. The study sample consisted of 32 post-stroke patients treated in the Stroke Center and Seruni Rooms of Ulin Banjarmasin Regional Hospital, who were selected using consecutive sampling techniques. Interventions in the form of active and passive range of motion training were given according to the patient's condition. Muscle strength was measured before and after the intervention using the Manual Muscle Testing (MMT) scale. Data analysis was carried out univariately and bivariately with the Wilcoxon Signed Rank Test p 0,05. The results showed an increase in muscle strength after being given range of motion training. In the upper extremities, the proportion of muscle strength in the good category increased to 53,1%, while in the lower extremities it increased to 59,4%. Bivariate analysis showed a p-value 0,001. The application of range of motion exercises has been shown to increase muscle strength in post-stroke patients and can be used as part of a rehabilitative care intervention to support motor function recovery. Keywords: Stroke, Range of Motion, Muscle Strength, Rehabilitation, Post-Stroke Patients.  ABSTRAK Stroke merupakan masalah kesehatan yang sering menimbulkan gangguan fungsi motorik berupa penurunan kekuatan otot, baik pada ekstremitas atas maupun bawah. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan aktivitas fungsional dan meningkatnya ketergantungan pasien dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan intervensi rehabilitatif sejak dini untuk mendukung pemulihan fungsi motorik serta mencegah terjadinya komplikasi akibat imobilisasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan adalah latihan range of motion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan latihan Range of motion terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien pasca Stroke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 32 pasien pasca stroke yang dirawat di Ruang Stroke Center dan Ruang Seruni RSUD Ulin Banjarmasin, yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi berupa latihan range of motion aktif dan pasif diberikan sesuai kondisi pasien. Kekuatan otot diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala Manual Muscle Testing (MMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test p0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan latihan range of motion. Pada ekstremitas atas, proporsi kekuatan otot kategori baik meningkat menjadi 53,1%, sedangkan pada ekstremitas bawah meningkat menjadi 59,4%. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value0,001. Penerapan latihan range of motion menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien pasca stroke dan dapat digunakan sebagai bagian dari intervensi keperawatan rehabilitatif dalam mendukung pemulihan fungsi motorik. Kata Kunci: Stroke, Range of Motion, Kekuatan Otot, Rehabilitasi, Pasien Pasca Stroke.