Miftachul Chusnah
Universitas K.H.A. Wahab Hasbullah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan dan Praktek Ilmu Tadwid Tingkat Dasar di SDN I Johowinong Mojoagung Jombang Miftachul Chusnah; Mochammad Syafiuddin Shobirin; Fani Ardiansyah; Elyfia Qurrotu Ayunina; Intan Nur Roin Wijayanti
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimaspen.v4i3.4132

Abstract

Johowinong Village is located in the Mojoagung sub-district, Jombang Regency, most of the elementary school students in grades V and VI still do not know and understand the science of recitation and are not yet able to read the Al-Quran properly and correctly, that is why there needs to be a community service program carried out in Johowinong Village, Mojoagung. Jombang Regency to introduce and provide an understanding of basic level recitation knowledge to students at SDN I Johowinong, so that they are expected to be able to apply and be able to read the Qur'an well and correctly. This activity was held on September 6 2023 for class V and VI students at SDN I Johowinong. The method used in this community service activity is the Participatory Action Research (PAR) approach, which is a method of raising public awareness regarding potential and existing problems and encouraging community participation in the change activities that will be implemented. The stages of implementing the activities include: looking for existing problems in schools, compiling a pocket book on the science of tajwid which is applied in training and practicing the science of tajwid at the basic level. The next step was to distribute student understanding questionnaires regarding the science of recitation before carrying out training and practice of the science of recitation which was carried out in the hall of SDN Johowinong 1 and the final activity was distributing questionnaires after the training and practice of the science of recitation. Of the 70 students who filled out the questionnaire, it showed that 28% of students already knew and knew the science of recitation, while 72% of students did not master it. After this activity, it showed that the average score of "yes" had a percentage of 96% compared to the score of "no" which was only 4%. So it can be concluded that the training activities and practice of basic tajwid science can run smoothly and are well received. Keywords: Training, Practice, basic Tajwid knowledge
Pengenalan Teknologi Pengukur Suhu dan Kelembaban Tanah kepada Petani Desa Johowinong Mojoagung Jombang Miftachul Chusnah; Zulfikar Zulfikar; Nur Khafidhoh; Anggy Media Riyanto; Hayatul Ihsan
Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasif.v4i3.4134

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di desa Johowinong kecamatan Mojoagumg Kabupaten Jombang, dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan tentang teknologi tepat guna pengukuran suhu dan kelembaban tanah. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September 2023 dengan menghadirkan Gapoktan dari desa Johowinong Mojoagung Jombnag. Jawa Timur. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi/tanya jawab, demonstrasi dan evaluasi untuk mengertahui kemampuan para petani dalam menerima pengetahuan teknologi tersebut . Kegiatan ini memperkenalkan alat sensor suhu dan kelembapan tanah, mencari komponen yang dibutuhkan yaitu NodeMCU ESP 8266, Soil Mosture Hygrometer Module (sensor kelembapan tanah), Sensor ds18b20 (sensor suhu tanah), mencari sampel tanah untuk menguji alat, dan aplikasi platform Blynk membantu menampilkan hasil pembacaan sensor Demonstrasi dilakukan kepada petani desa johowinong dan menjelaskan juga mengenai cara perancangan dan penggunaan alat, sehingga dapat membantu menampilkan hasil pembacaan sensor. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan pendapatan pertanian serta memberdayakan petani dengan pengetahuan dan keterampilan baru terkait teknologi. Dari hasil evaluasi setelah kegiatan hanya 2 peserta dari 12 peserta hadir yang sedikit mengetahui tentang teknologi dalam pertanian. Hal ini menunjukkan para peserta seminar sangat tertarik saat dilakukan demonstrasi dan tanya jawab, para petani membutuhkan informasi tentang cara menyuburkan tanah.