Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Penyuluh Pertanian dalam Pendampingan Usahatani Cabai Merah Pada Kelompok Tani Perjuangan Sejati di Desa Rumbai Jaya Muryono; Partini; Gunawan Syahrantau
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/hyxyeb33

Abstract

Penyuluh memiliki peran penting untuk mendampingi kelompok tani dalam melakukan usahatani. Penyuluh berperan memberikan motivasi, memfasilitasi dan melakukan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian pada Kelompok Tani Perjuangan Sejati Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2024, dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 22 petani cabai merah yang aktif melakukan usahatani cabai merah. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam usahatani cabai merah baik sebagai fasilitator, motivator, dan inovator tergolong tinggi, namun untuk perannya dalam pengadaan sarana prasarana dan kreativitas peran penyuluh perlu ditingkatkan. Agricultural extension workers play a crucial role in supporting farmer groups and enhancing their farming activities. Their contributions include serving as facilitators, motivators, and innovators in agricultural development. This study aims to analyze the role of agricultural extension workers in the Perjuangan Sejati Farmer Group located in Rumbai Jaya Village, Kempas District, Indragiri Hilir Regency. The research was conducted in September 2024 using a descriptive quantitative approach. A total of 22 red chili farmers who were actively engaged in red chili cultivation were selected as respondents. Primary data were collected through structured interviews using questionnaires. The findings reveal that the role of agricultural extension workers in red chili farming is generally high, particularly in their functions as facilitators, motivators, and innovators. Nevertheless, their contributions to the provision of agricultural infrastructure and the promotion of farmers' creativity still require further improvement.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PANGAN LOKAL SAGU DI KECAMATAN GAUNG ANAK SERKA Yeni Afiza; Hayatun Nurul; Rifni Novitasari; Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i1.2681

Abstract

Sagu merupakan salah satu komoditas pangan lokal komoditas alternatif yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pangan lokal karena memiliki beberapa keunggulan ketersediaannya sangat besar, rantai distribusinya pendek, kualitas gizinya baik serta tumbuh sesuai kondisi agroekologi setempat. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2023. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja pada daerah sentra produksi sagu yakni Desa Teluk Sungka dan Desa Teluk Pantaian Kecamatan Gaung Anak Serka dengan jumlah responden 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pangan lokal sagu adalah sangat baik dengan skor 447. Sago is one of the alternative local food commodities that has the potential to be developed as a local food ingredient because it has several advantages: very large availability, short distribution chain, good nutritional quality and grows according to local agroecological conditions. The research was conducted in January 2023. The determination of the research location was carried out deliberately in the sago production center areas, namely Teluk Sungka Village and Teluk Pantaian Village, Gaung Anak Serka District, with 100 respondents. The results showed that the public's perception of local sago food was very good with a score of 447.
Analisis Usaha Tani Cabai Merah di Desa Seberida Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu Danu Kusuma Wardoyo; Nina Sawitri; Partini
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4223

Abstract

Cabai merah merupakan salah satu komoditas utama yang menjadi bahan baku penting dalam industri pangan nasional. Seperti halnya jenis usaha lainnya, budidaya cabai merah juga memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Saat ini, tanaman cabai merah semakin diminati oleh para petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, pendapatan, keuntungan, tingkat efisiensi, serta risiko produksi dan harga dari usaha tani cabai merah di Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode Simple Random Sampling, dengan alasan bahwa wilayah ini merupakan penghasil cabai merah dengan luas panen dan volume produksi terbesar. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 petani.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Total biaya rata-rata yang dikeluarkan sebesar Rp 23.325.050/0,23/MT atau Rp. 99.964.500,00/Ha/MT Sedangkan rata-rata total penerimaan dari usahatani cabai merah mencapai Rp.55.582.500/Grpn/MT atau 238.210.714,00/Ha/MT dan Keuntungan yang diperoleh adalah Rp. 32.257.450/0,23/MT atau Rp. 138.246.214,00/Ha/MT. (2) Tingkat efisiensi usahatani cabai merah per musim adalah 2.38, sehingga dinyatakan layak untuk dijalankan. (3) Risiko produksi pada usahatani cabai merah di Desa Seberida memiliki koefisien variasi (CV) sebesar 0,25. Nilai ini lebih kecil dari 0,5 yang menunjukkan bahwa risiko produksi yang dihadapi petani tergolong rendah. Red chili is one of the main commodities that is an important raw material in the national food industry. Like other types of businesses, red chili cultivation also has a fairly high level of risk. Currently, red chili plants are increasingly in demand by farmers. This study aims to analyze the amount of costs, income, profits, efficiency levels, and production and price risks of red chili farming in Seberida Village, Batang Gansal District, Indragiri Hulu Regency. This study uses observation, interview, and documentation methods. Data collection was carried out using the Simple Random Sampling method, on the grounds that this area is a producer of red chili with the largest harvest area and production volume. The number of samples in this study was 30 farmers. The results of the study showed that (1) The average total cost incurred is Rp. 23,325,050/0.23/MT or Rp. 99,964,500.00/Ha/MT. Meanwhile, the average total income from red chili farming reaches Rp. 55,582,500/Grpn/MT or 238,210,714.00/Ha/MT and the profit obtained is Rp. 32,257,450/0.23/MT or Rp. 138,246,214.00/Ha/MT. (2) The efficiency level of red chili farming per season is 2.38, so it is declared feasible to run. (3) The production risk in red chili farming in Seberida Village has a coefficient of variation (CV) of 0.25. This value is smaller than 0.5, which indicates that the production risk faced by farmers is relatively low.
Peran Sekolah Lapang Dalam Mendukung Pelaksanaan Standar Kelapa Sawit Berkelanjutan Pada Petani Swadaya Perkumpulan Karya Serumpun Juliono; Partini; Marlina
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/z6zpbr68

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Seiring dengan meningkatnya tuntutan global terhadap praktik perkebunan berkelanjutan, petani kelapa sawit swadaya dihadapkan pada berbagai tantangan dalam memenuhi standar keberlanjutan. Salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk memperkuat kapasitas petani adalah melalui penyelenggaraan sekolah lapang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekolah lapang dalam mendukung penerapan standar kelapa sawit berkelanjutan pada perkumpulan petani Karya Serumpun. Penelitian menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif (mixed method), dilakukan terhadap perkumpulan petani Karya Serumpun. Jumlah sampel penelitian terdiri atas 30 orang responden. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah lapang memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai praktik budidaya kelapa sawit yang baik, pengelolaan lingkungan, penggunaan sarana produksi secara tepat, serta pemahaman terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan. Program ini juga meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penerapan standar kelapa sawit berkelanjutan dalam pengelolaan usaha tani mereka. Meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti perbedaan tingkat pemahaman peserta dan keterbatasan waktu kegiatan, sekolah lapang dinilai efektif sebagai media pembelajaran bagi petani.