Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENANAMAN MANGROVE DI PANTAI MEKO DESA PLEDO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ABRASI: Planting Mangroves On Meko Beach In Pledo Village As An Effort To Prevent Abrasion Yosep Arimatea Puan Keban; Mikael Thomas Susu; Yohana Fransiska Medho
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v2i5.135

Abstract

Climate change, which is increasingly erratic, is a natural phenomenon that needs to be addressed. It is this kind of fact that should invite all parties to how to respond to such natural phenomena, especially the government as an agent of service and development. In line with such climate change, innovation in ecosystems in various aspects of human life has to be increasingly eroded and one of them is the threat to the sea. One of the alternatives for preserving marine ecosystems is innovation in sea reforestation. Mangrove which is a marine plant as a retention barrier for the potential for sand to erode and prevent abrasion is one of the superior alternatives. Mangrove forest ecosystem is an important habitat for biodiversity and as a coast guard from abrasion. This activity aims to increase public awareness about the importance of mangroves in preventing abrasion, especially in Meko Hamlet. This activity involved all village officials, youth youth organizations and residents of Meko Hamlet and MBKM students. In general, this activity went smoothly and was attended with quite high enthusiasm. It is hoped that with this activity, the community can understand and take advantage of the great benefits possessed by mangroves and prevent villages from abrasion. Mangrove planting as a prevention effort is an option that can be offered to Meko beach conservation, Pledo Village, Witihama District – East Adonara.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Minuman Fermentasi Pisang Berbasis Kearifan Lokal Desa Ile Boli Maximianus Ardon Bidi; Mikael Thomas Susu; Frans Bapa Tokan; Yohana Fransiska Medho
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 3 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i3.28061

Abstract

Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal menjadi strategi penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan komoditas pertanian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Ile Boli dalam melakukan hilirisasi pisang melalui inovasi minuman fermentasi berbasis kearifan lokal sekaligus mendorong pengembangan usaha masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Juni 2024 di Desa Ile Boli Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas petani pisang pengrajin atau kelompok usaha perempuan atau ibu rumah tangga dan pemuda. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi persiapan sosialisasi pelatihan praktik pengolahan pendampingan monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan dan keterampilan praktik peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 30% menjadi 70% dan keterampilan praktik dari 40% menjadi 90%. Kegiatan juga menghasilkan 100 botol minuman fermentasi pisang dengan harga jual awal Rp10.000 per botol dan nilai penjualan awal sebesar Rp1.000.000 serta mendorong terbentuknya tiga kelompok usaha masyarakat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi pisang melalui inovasi berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kapasitas masyarakat menciptakan nilai tambah komoditas lokal dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi desa. Keberlanjutan pengembangan produk masih memerlukan pendampingan dalam standardisasi produksi pengujian keamanan produk pengemasan legalitas manajemen usaha dan pemasaran.