Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Agama Dalam Pembentukan Identitas Masyarakat Aur Birugo Kota Bukittinggi Annisa Wahid
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1173

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran agama dalam pembentukan identitas masyarakat di Aur Birugo Kota Bukittinggi. Metode ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan analisis dokumen sebagai alat untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama, dalam hal ini Islam, memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk identitas masyarakat Aur Birugo. Nilai-nilai agama seperti kejujuran, kepedulian sosial, dan solidaritas telah menjadi bagian integral dari norma sosial masyarakat. Institusi agama seperti masjid dan pondok pesantren berperan penting dalam mendidik generasi muda dan memelihara tradisi keagamaan. Upacara adat dan perayaan keagamaan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Aur Birugo. Meskipun agama telah memainkan peran penting dalam mempertahankan identitas kultural masyarakat, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya tantangan dalam menghadapi konflik antaragama dan dampak perubahan sosial modern. Dalam menghadapi perubahan zaman, masyarakat Aur Birugo terus berupaya memelihara akar agama dan budaya mereka sambil beradaptasi dengan dinamika global yang semakin cepat. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bagaimana agama menjadi pengikat sosial yang kuat sambil menghadapi dinamika perkembangan sosial dan budaya di Aur Birugo Kota Bukittinggi.
Pemikiran Siti Musdah Mulia Terhadap Ayat Bias Gender: Studi Ayat Waris dan Kepemimpinan Syifa Nuraidah; Annisa Wahid; Dzikri Malik Arrahman; Dadan Rusmana
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 3 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i3.28546

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Siti Musdah Mulia terhadap ayat-ayat gender, terutama pada ayat waris dan kepemimpinan, khususnya pada awal ayat ke-11 dan awal ayat ke-34 dalam Surah An-Nisa’. Siti Musdah Mulia, seorang tokoh feminis Indonesia, dikenal karena menyuarakan pemikiran feminisnya melalui berbagai karya ilmiah dan partisipasinya dalam seminar-seminar mengenai isu-isu gender. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kepustakaan dengan melibatkan sumber-sumber kepustakaan yang relevan dengan pembahasan ayat-ayat gender, khususnya ayat waris dan kepemimpinan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis wacana dan penafsiran teks, dengan fokus pada pemikiran Siti Musdah Mulia dalam menafsirkan teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siti Musdah Mulia mengadopsi pendekatan feminis dalam menafsirkan ayat waris dan kepemimpinan, dengan perbedaan signifikan dibandingkan dengan pemahaman ulama ahlus-sunnah wal jama’ah, baik yang bersifat klasik maupun modern. Hal itu membuat pemikiran Siti Musdah Mulia cenderung mengikuti aliran pemikiran liberal dan tidak mengikuti metode tradisional yang diwariskan oleh ulama salaf.