Mutia Eva Mustafidah
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Pelatihan Infografis Data Dengan Microsoft Excel Bagi Guru Kabupaten/Kota Pasuruan A'yunin Sofro; Riska Wahyu Romadhonia; Affiati Oktaviarina; Danang Ariyanto; Mutia Eva Mustafidah
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v5i1.1078

Abstract

Dalam era teknologi yang berkembang pesat, pemanfaatan perangkat lunak seperti Microsoft Excel menjadi krusial, terutama di bidang pendidikan. Meski populer, sebagian besar guru di Kabupaten/ Kota Pasuruan belum sepenuhnya memaksimalkan Microsoft Excel untuk infografis data. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengusulkan kolaborasi dalam "Pelatihan Infografis data dengan Microsoft Excel Bagi Guru Kabupaten/Kota Pasuruan" tahun 2024, bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru sejalan dengan visi lembaga untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pelatihan difokuskan pada pembuatan infografis data melalui fungsi Excel, meningkatkan keterampilan guru di Kabupaten/Kota Pasuruan dalam memanfaatkan perangkat lunak ini. Pelatihan ini telah dilaksanakan oleh tim secara luring pada hari Sabtu, 13 Juli 2024 bertempat di SMPN 1 Bangil. Pelatihan diikuti oleh 24 guru di beberapa SD di Pasuruan dan berjalan lancar. Pada saat pelatihan dilakukan penilaian dengan pretest dan posttest, berdasarkan hasil tes tersebut akan dilakukan pengujian menggunakan uji t, dengan hasil yang diperoleh adalah nilai thitung lebih besar dari ttabel dan terjadi kenaikan rata-rata nilai pretest (30,83) ke posttest (67,92) yang menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai. Hasil survei evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa secara keseluruhan, peserta memberikan penilaian yang sangat positif terhadap kegiatan PKM ini, dengan rata-rata poin keseluruhan sebesar 4.8. Hal tersebut menunjukkan bahwa materi dan penyampaian dalam kegiatan ini berhasil menarik minat dan memenuhi kebutuhan peserta, dengan mayoritas merasa antusias, termotivasi, dan mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat infografis data menggunakan Microsoft Excel.
PENGELOMPOKAN KABUPATEN /KOTA DI JAWA TIMUR BERDASARKAN INDIKATOR KASUS DBD MENGGUNAKAN COMPLETE LINKAGE DAN AVERAGE LINKAGE Mutia Eva Mustafidah; Mohammad Dian Purnama
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 02 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan permasalahan serius dalam sektor kesehatan masyarakat Indonesia, dengan tingkat kematian yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Menurut data, kasus DBD tersebar di 449 kabupaten/kota atau sekitar 87,3% dari total wilayah administratif di 34 provinsi Indonesia. Pada tahun 2022, Dinas Kesehatan mencatat tingginya jumlah kasus DBD, mencapai 131.265 kasus. Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat kedua dalam jumlah kasus DBD tertinggi, dengan 8.894 kasus tercatat di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kasus DBD menggunakan sembilan indikator, termasuk persentase penduduk miskin, kepadatan penduduk, persentase Indeks Pembangunan Manusia (IPM), jumlah sarana kesehatan, persentase keluhan kesehatan, persentase rumah tangga dengan sanitasi layak, persentase tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan, persentase air minum layak, dan persentase jaminan kesehatan. Algoritma yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma hierarki clustering dengan metode complete linkage dan average linkage. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan kelompok-kelompok Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur berdasarkan indikator yang berkaitan dengan kasus DBD. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat kelompok, yakni kelompok 1 dengan 28 Kabupaten/Kota, kelompok 2 dengan 5 Kabupaten/Kota, kelompok 3 dengan 4 Kabupaten/Kota, dan kelompok 4 dengan 1 Kabupaten/Kota.