Zaimul Ihsan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar Reza Fitri Yeni; Ulya Fitri; Zaimul Ihsan
Politik Islam Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/pi.v3i1.12583

Abstract

Artikel ini berfokus pada pembahasan tentang Minimnya kesadaran, pengetahuan, pengalaman dan konsep diri masyarakat dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan. Tujuan Dalam Penulisan ini ialah untuk mengetahui implementasi kebijakan dana desa terhadap pemberdayaan masyarakat nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif . Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, wawancara dan dukumentasi. Adapun teori yang dipakai yaitu Konsep Implementasi Kebijakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Implementasi kebijakan dana desa terhadap pemberdayaan masyarakat di Nagari Andaleh sudah berjalan tetapi penggunaannya belum sesuai dengan ketentuan PermendesPDTT No. 21 tahun 2020 tentang pedoman umum pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Melalui penyampaian laporan realisasi penggunaan dana desa yang tidak transparansi, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dengan pelaksana kebijakan. Implementasi Kebijakan penggunaan Dana Desa mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dimana tujuan dari pelaksanaan kebijakan Dana Desa ini adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Desa dengan cara mendistribusikan keuangan negara kepada desa dalam bidang pembangunan dan khususnya untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa. Adanya kebijakaan penggunaan Dana Desa ini ditujukan pada kegiatan-kegiatan di desa yang telah ditetapkan prioritasnya sesuai dengan apa yang telah disepakati melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nagari (Musrenbang Nagari) tentang Rencana Kerja Pemerintahan Nagari (RKPN) setiap tahunnya. Dikatakan berdaya apabila kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa mampu menghasilkan proses pemberdayaan yang melahirkan partipasi masyarakat Kebijakan Penggunaan Dana Desa, khususnya dalam membantu terlaksana pemerintahan Desa. Sehingga, dalam hal ini Pemerintah Desa perlu memberikan dukungan dan bimbingan kepada masyarakat agar masyarakat mampu menjalankan peranan serta tugas-tugas dalam kehidupannya. Kegiatan pemberdayaan dimaksudkan untuk menumbuh-kembangkan kreativitas dan kemandirian masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan, salah satunya diwujudkan melalui adanya kebijakan dana desa yang merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah desa dalam rangka mempercepat proses kegiatan pemerintahan di desa.
Dominasi Penilaian Aspek Kognitif Terabaikannya Aspek Afektif dan Psikomotorik Okta Viola Ramadhani; Zaimul Ihsan
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69775/jpia.v11i2.415

Abstract

Penilaian aspek kognitif mengukur kemampuan berpikir, pengetahuan dan pemahaman, penilaian aspek afektif mengukur nilai, sikap, minat, motivasi, dan karakter peserta didik, dan penilaian psikomotor mengukur keterampilan fisik atau kemampuan melakukan suatu tindakan nyata berdasarkan hasil belajar.Penilaian hasil belajar di lembaga pendidikan pada umumnya masih berfokus pada aspek kognitif, sementara evaluasi afektif dan psikomotorik sering diabaikan. Lemahnya penilaian afektif menyebabkan nilai-nilai karakter siswa tidak terpantau secara optimal, sehingga berdampak pada sikap dan perilaku sehari-hari. Selain itu, kurangnya perhatian terhadap aspek psikomotorik menjadikan keterampilan praktis dan kemampuan aplikasi siswa tidak berkembang sesuai harapan. Fokus berlebih pada aspek kognitif juga menimbulkan ketidakseimbangan dalam pembentukan kompetensi utuh yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tiga masalah pokok: (1) minimnya instrumen penilaian afektif yang valid dan reliabel; (2) kurangnya pelatihan guru dalam merancang evaluasi psikomotorik yang efektif; dan (3) dominasi tes tertulis yang mengesampingkan pengamatan langsung perilaku dan keterampilan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekaran kualitatif. Hasil penelitian adalah menjadi dasar pengembangan strategi evaluasi yang lebih holistik demi tercapainya tujuan pendidikan yang seimbang dan menyeluruh.