Penilaian aspek kognitif mengukur kemampuan berpikir, pengetahuan dan pemahaman, penilaian aspek afektif mengukur nilai, sikap, minat, motivasi, dan karakter peserta didik, dan penilaian psikomotor mengukur keterampilan fisik atau kemampuan melakukan suatu tindakan nyata berdasarkan hasil belajar.Penilaian hasil belajar di lembaga pendidikan pada umumnya masih berfokus pada aspek kognitif, sementara evaluasi afektif dan psikomotorik sering diabaikan. Lemahnya penilaian afektif menyebabkan nilai-nilai karakter siswa tidak terpantau secara optimal, sehingga berdampak pada sikap dan perilaku sehari-hari. Selain itu, kurangnya perhatian terhadap aspek psikomotorik menjadikan keterampilan praktis dan kemampuan aplikasi siswa tidak berkembang sesuai harapan. Fokus berlebih pada aspek kognitif juga menimbulkan ketidakseimbangan dalam pembentukan kompetensi utuh yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tiga masalah pokok: (1) minimnya instrumen penilaian afektif yang valid dan reliabel; (2) kurangnya pelatihan guru dalam merancang evaluasi psikomotorik yang efektif; dan (3) dominasi tes tertulis yang mengesampingkan pengamatan langsung perilaku dan keterampilan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekaran kualitatif. Hasil penelitian adalah menjadi dasar pengembangan strategi evaluasi yang lebih holistik demi tercapainya tujuan pendidikan yang seimbang dan menyeluruh.
Copyrights © 2025