Bertholomeus Jawa Bhaga
Universitas Muhammadiyah Maumere

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Posesif pada Bahasa Sikka Krowe: Keunikan Afiks N- pada Kata Ganti Milik dalam Perspektif Tipologi Austronesia Bertholomeus Jawa Bhaga
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i1.87-94

Abstract

Bahasa Sikka Krowe merupakan salah satu dialek bahasa Sikka yang dituturkan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dan termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia cabang Central–Eastern Malayo-Polynesian. Sebagai bahasa daerah yang masih aktif digunakan, bahasa ini menunjukkan karakteristik morfosintaksis yang khas, terutama dalam mengekspresikan relasi posesif atau kepemilikan. Salah satu ciri menarik adalah penggunaan afiks nasal N- pada kata ganti milik, seperti rimun dan nimun, yang berfungsi sebagai penanda posesif terikat (Schapper Gasser, 2023);Radjalewa Suhandano, 2025). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem posesif dalam bahasa Sikka Krowe dengan fokus pada peran afiks N- dalam pembentukan kata ganti milik serta menempatkannya dalam perspektif tipologi bahasa Austronesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan tipologi linguistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa Sikka Krowe memadukan strategi sintaksis dan morfologis dalam menandai kepemilikan, sehingga tidak sepenuhnya bersifat analitik. Temuan ini memperkaya dokumentasi linguistik bahasa Sikka Krowe dan berkontribusi pada kajian posesif dalam bahasa-bahasa Austronesia Indonesia Timur (Donohue Schapper, 2009)
INTEGRASI SOSIAL SUKU BAJO DALAM MASYARAKAT SIKKA NTT: ANALISIS UNGKAPAN ADAT SEBAGAI REPRESENTASI PENERIMAAN ETNIK Bertholomeus Jawa Bhaga
TANDA Vol 6 No 03 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i03.2736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi sosial komunitas Suku Bajo dalam masyarakat Sikka, Nusa Tenggara Timur, melalui kajian ungkapan adat sebagai representasi penerimaan etnik. Berbeda dari studi pada umumnya yang menekankan aspek ekonomi, maritim, atau marginalisasi komunitas Bajo, penelitian ini menawarkan pendekatan etnolinguistik dengan menempatkan ungkapan adat sebagai medium analisis utama dalam memahami proses integrasi sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi literatur dan interpretasi makna budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan adat dalam bahasa Sikka merepresentasikan nilai inklusivitas, penerimaan terhadap pendatang, serta konstruksi identitas berbasis teritorial. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut Suku Bajo, struktur simbolik dalam ungkapan adat menyediakan ruang legitimasi kultural bagi integrasi kelompok tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa adat berfungsi sebagai mekanisme simbolik dalam membentuk batas dan penerimaan etnik. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penguatan perspektif antropologi linguistik dalam studi integrasi etnik, khususnya dengan menunjukkan bahwa ungkapan adat dapat berperan sebagai instrumen legitimasi sosial yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam kajian Suku Bajo. Dengan demikian, penelitian ini memperluas pemahaman tentang integrasi sosial tidak hanya sebagai proses struktural, tetapi juga sebagai konstruksi simbolik berbasis bahasa dan budaya.