Finna Andriani
STBA Persahabatan Internasional Asia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBANDINGAN KATA GANTI PENUNJUK “ZHE ?” DAN “NA ?” DALAM BAHASA MANDARIN DENGAN “INI” DAN “ITU” DALAM BAHASA INDONESIA Finna Andriani; Karina Karina; Ivanayus Ivanayus
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.466-475

Abstract

Bahasa bersifat unik dan universal. Setiap bahasa mempunyai ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa di dunia, dan pada sisi lain juga memiliki ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Oleh karena itu, setiap bahasa di dunia terdapat persamaan serta perbedaan. Kata ganti penunjuk merupakan salah satu tata bahasa yang paling lazim digunakan. Dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia sama-sama terdapat kata ganti penunjuk. Namun, dikarenakan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia berasal dari rumpun bahasa yang berbeda, maka tentu terdapat persamaan dan perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan persamaan dan perbedaan kata ganti penunjuk yang terdapat dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lebih banyak dibandingkan dengan persamaan, dimana terdapat 7 persamaan dan 18 perbedaan diantara kata ganti penunjuk dekat dua bahasa tersebut, sedangkan untuk persamaan dan perbedaan kata ganti penunjuk jauh, terdapat 8 persamaan dan 17 perbedaan. Persamaan dan perbedaan tersebut dilihat dari segi definisi, fungsi, serta posisi dan bentuk.  
PERBANDINGAN KALIMAT TANYA DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA MANDARIN Karina Karina; Finna Andriani; Nita Sofiani
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.530-544

Abstract

Kalimat tanya merupakan kalimat dasar yang harus dikuasai oleh siswa dalam tahap pembelajaran bahasa asing. Jika para siswa tidak mengetahui bagaimana cara menggunakan kalimat tanya dengan baik dan benar, maka akan sulit bagi mereka untuk memperoleh informasi yang lebih luas. Kalimat tanya dalam setiap bahasa tentu memiliki persamaan dan perbedaan. Hal ini dikarenakan adanya faktor keuniversalan dan keunikan bahasa, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi dengan instrumen penelitan berupa dokumen analisis yang terdiri dari 4 (empat) buah buku : “A Student’s Grammar of the English Language”, “Longman Student Grammar of Spoken and Written English” , ??????? (Hàny? de Jùzi Lèixíng) dan “??????03?-???????? (L?Sh?Xi?ng Quánjí Dì 03 Ju?n-Hàny? Y?f? Lùnwén Xùjí)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaan kalimat tanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin berdasarkan jenis dan struktur kalimatnya ada 7 (tujuh), sementara perbedaanya ada 9 (sembilan
KESALAHAN PENGGUNAAN KATA SIFAT“JIU”DAN “LAO” PADA MAHASISWA STBA-PIA SEMESTER IV T.A. 2017/2018 Finna Andriani
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i2.291-302

Abstract

ABSTRAKDalam bahasa Mandarin, terdapat banyak kata yang memiliki arti yang hampir sama, tetapi memiliki penggunaan  yang berbeda, sehingga sering terjadi kesalahan ketika penggunnaan. “jiu” dan “lao” adalah kata sifat yang memiliki arti yang hampir sama. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk memaparkan jenis kesalahan dan faktor penyebab kesalahan yang dibuat oleh mahasiswa STBA-PIA semester IV dalam menggunakan kata keterangan waktu “jiu” dan “lao”.Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini memiliki sampel 30 orang yang diambil dengan metode snowball sampling. Penelitian ini menggunakan teknik elisitasi dan wawancara untuk menemukan jenis kesalahan dan faktor penyebab kesalahan.Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa kesalahan pemilihan dilakukan oleh 18 responden sebanyak 42 kalimat. Faktor penyebab munculnya kesalahan penggunaan kata sifat “jiu” dan “lao” dikarenakan faktor antarbahasa (interlingual) sebanyak 12 orang dan faktor intrabahasa (intralingual) sebanyak 6 orang.  ABSTRACTIn Mandarin, there are many words that have almost the same meaning, but have different uses, so mistakes often occur when using them. “jiu” and “lao” are adjectives that have almost the same meaning. Based on this background, this research aims to explain the types of errors and factors that cause errors made by IV semester STBA-PIA students in using the adverbs of time "jiu" and "lao".To achieve this goal, researchers used descriptive qualitative research methods. This study had a sample of 30 people taken using the snowball sampling method. This research uses elicitation and interview techniques to find types of errors and factors that cause errors.From the results of data analysis, it was found that 18 respondents made selection errors in 42 sentences. The factors causing errors in the use of the adjectives "jiu" and "lao" were due to interlingual factors as many as 12 people and intralingual factors as many as 6 people.