Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Terapi Imajinasi Terbimbing (Guided Imagery) Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Di Ruang Bedah RSUD dr. Soedirman Kebumen Wahyu Saputro; Magenda Bisma Yudha; Amelia Andini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.272

Abstract

Prosedur bedah sering menimbulkan nyeri pasca operasi yang dapat memengaruhi kenyamanan dan proses penyembuhan pasien. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri adalah terapi imajinasi terbimbing (guided imagery). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh guided imagery terhadap intensitas nyeri pasien post operasi di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan 121 responden yang dirawat pada 19 Mei–27 Juni 2025 di Bangsal Teratai. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 56–65 tahun (31,4%) dan berjenis kelamin perempuan (64,5%). Sebelum intervensi, sebagian besar mengalami nyeri sedang (75,2%), sedangkan setelah diberikan terapi mayoritas mengalami penurunan menjadi nyeri ringan (84,3%). Uji statistik diperoleh p = 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan terapi guided imagery dalam menurunkan nyeri post operasi. Terapi ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif non-farmakologis untuk manajemen nyeri.
Pengaruh Terapi Murottal Al-Quran Terhadap Tingkat Kecemasan Pre Operasi Spinal Anestesi Di RSI Purwokerto Abid Fadillah Triatmaja; Magenda Bisma Yudha; Amelia Andini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.427

Abstract

Kecemasan pre operasi sering dialami pasien dan dapat memengaruhi jalannya pembedahan, termasuk pada operasi dengan spinal anestesi. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mendukung kesiapan fisik dan psikologis pasien, salah satunya melalui terapi murottal Al-Qur’an sebagai intervensi non farmakologis untuk menurunkan kecemasan. Penelitian ini mengkaji efektivitas terapi murottal Al-Qur’an sebagai metode nonfarmakologis dalam mengurangi kecemasan pasien preoperasi spinal anestesi di RSI Purwokerto. Desain penelitian adalah pre-experimental one group pretest-posttest dengan 79 responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah terapi murottal Al-Qur’an selama 10 menit melalui MP3 dan earphone. Hasil menunjukkan efektivitas terapi murottal Al-Qur’an dalam menurunkan kecemasan, ditandai dengan perubahan sebagian besar responden dari tingkat kecemasan sedang menjadi ringan atau tidak cemas. Terapi ini memberikan efek relaksasi melalui stimulus auditori yang menurunkan aktivitas saraf simpatis, denyut nadi, dan tekanan darah. Disimpulkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an efektif menurunkan kecemasan preoperasi pada pasien spinal anestesi, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan perioperatif.
Edukasi Senam Kaki untuk Meningkatkan Sirkulasi Darah pada Kaki Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Purwokerto Barat Indah Dwi Kurniati; Suci Khasanah; Amelia Andini
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i1.89

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit yang diisyaratkan dengan terjadinya kenaikan kadar gula dalam darah dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara mutlak atau relatif dari kerja atau sekresi insulin. Berdasarkan pra survey yang dilakukan pada tanggal 22 Agustus 2024 di Puskesmas Purwokerto Barat, kejadian Diabetes Melitus tipe 2 masuk dalam jenis penyakit terbanyak. Dan ditemukan beberapa pasien terdapat ulkus kaki serta dilakukan pemeriksaan pada 10 pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan hasil rata rata nilai ABI 0,8 yang artinya terjadi gangguan ringan pada peredaran darah kaki. Sehingga penulis melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan DM dan manfaat senam kaki diabetes di Puskesmas Purwokerto Barat dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi media yang digunakan yaitu power point, audio visual dan leaflet. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2x pertemuan yang diikuti oleh 30 penderita DM di prolanis. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2024 dan pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 11 januari 2025. Hasil dari kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan penderita DM Tipe 2 tentang Diabetes Melitus dan peningkatan keterampilan penderita DM Tipe 2 dalam melakukan senam kaki, serta terjadi peningkatan nilai ABI pada penderira DM Tipe 2 setelah dilakukan senam kaki selama 2 minggu dari rata rata nilai ABI 0,8 menjadi >0,9. Hal ini menunjukkan bahwa senam kaki dapat meningkatkan sirkulasi darah pada kaki penderita DM Tipe 2. Hasil pengabdian ini akan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat.
A Cross-Sectional Study of The Relationship Between Job Stress and Nurse Performance in The Inpatient Ward of Wijaya Kusuma Hospital Tri Sumarni; Amelia Andini
Viva Medika Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v18i1.1675

Abstract

Nursing services in hospitals are an integral part of health services. A nurse has contact with patients within 24 hours, and the demands of the job are potentially stressful. Poor job performance among nurses can be caused by job stress. This study aims to determine the relationship between job stress and nurse performance. This study is a descriptive correlational study with a cross sectional approach. The sampling technique used a total sampling technique of 79 nurses.  The research instrument was a Nursing Stress Scale (NSS) questionnaire of 33 questions and nurse performance assessed by the head of the room as many as three aspects assessed (behavior, professional ability, nursing process). Bivariate analysis using spearman rank statistical test. Nurses' job stress was mostly in the normal category (83.5%). The majority of respondents' performance was in the good category (88%). There is a negative relationship between work stress and nurse performance, the higher the nurse's work stress, the lower the nurse's performance (p value=0.027, r=0.-249). The findings are based on a relatively small and homogenous sample, which may limit the generalizability to other populations. The need for management at Wijaya Kusuma Hospital to pay attention to all dimensions of work stress, and elements that contribute to improving nurse performance and conduct stress management training such as mindfulness or coping mechanism training and conduct outbound activities for nurses.