Arley Sam
Prodi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Internal dan Eksternal antara Pemerintah dan Masyarakat dalam Penanganan Krisis Sampah di Kota Bandung Arley Sam; Askurifai
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15491

Abstract

Abstract. The waste crisis in the city of Bandung is an urgent environmental issue and requires immediate handling. Effective communication between government and society is essential in overcoming this problem. This research analyzes how internal communication between government agencies and external communication with the community can increase the effectiveness of handling the waste crisis. Good internal communication helps align policies between agencies, while open and participatory external communication involves the community in finding solutions. The research results show that strong internal communication accelerates responses to crises and improves policy implementation, while effective external communication builds public trust and encourages active community participation. With integration between internal and external communications, crisis management efforts can run more efficiently and sustainably, thereby improving environmental quality and community welfare in the city of Bandung. Abstrak. Krisis sampah di Kota Bandung merupakan salah satu isu lingkungan yang mendesak dan memerlukan penanganan segera. Komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam mengatasi masalah ini. Penelitian ini menganalisis bagaimana komunikasi internal antara instansi pemerintah dan komunikasi eksternal dengan masyarakat dapat meningkatkan efektivitas penanganan krisis sampah. Komunikasi internal yang baik membantu menyelaraskan kebijakan antar instansi, sementara komunikasi eksternal yang terbuka dan partisipatif melibatkan masyarakat dalam mencari solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal yang kuat mempercepat respon terhadap krisis dan meningkatkan implementasi kebijakan, sedangkan komunikasi eksternal yang efektif membangun kepercayaan publik dan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Dengan integrasi antara komunikasi internal dan eksternal, upaya penanganan krisis dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan, sehingga meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Bandung.