Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Guru dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMA Muhammadiyah Kupang Yeti Zel Vida Malaikokal; Ahmad Atang
PENSOS : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi Vol. 1 No. 1 (2023): Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/pensos.v1i1.941

Abstract

This study aimed to determine the teacher's strategy in shaping the character of students, and inhibiting factors of the teacher's strategy in forming the character of students at SMA Muhammadiyah Kupang. This study used a qualitative method. The subjects of this study were teachers and students. The technique of data collection was done by means of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research are the teacher's strategy in forming the character of students has been proven quite well; (a) understanding included the ability of teachers to design lessons, assess the process of learning outcomes and shape the character of students, (b) habituation included the habit of working on questions on time and teachers instil disciplined habits, (c) teachers set a good example, positive advice, and reprimand to form good character towards students. The inhibiting factors for the teacher's strategy in shaping the character of students at SMA Muhammadiyah Kupang are internal factors in the form of talents, interests, and character, while external factors in the form of family and environmental factors.
PERAN PANDAI BESI DALAM MENDUKUNG PENDIDIKAN ANAK DI PERGURUAN TINGGI DI KABUPATEN SABU Imelda Manu; Ahmad Atang
Prosiding Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 (2023): Tantangan, Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5.0
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran pandai besi dalam mendukung pendidikan anak ke tingkat perguruan tinggi (2) faktor-faktor yang menghambat peran pandai besi dalam mendukung pendidikan anak ke tingkat perguruan tinggi di Desa Mehona Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala desa, orang tua dan anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa temuan . Pertama Peran Pandai Besi Dalam menyekolahkan anaknya ke tingkat perguruan Tinggi Di Desa Mehona Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua adalah (1) Peran Orang Tua Sebagai Pendidik adalah orang tua mendidik anak dengan mengajak anak agar giat dalam belajar, selalu ingat berdoa (2) peran orang tua sebagai fasilitator adalah sebagai orang tua memeberikan fasilitas berupa uang SPB. ( 3) Peran orang tua sebagai pembimbing adalah membantu anak ketika mengalami kesulitan, dan mengajarkan anak untuk berperilaku yang baik. Kedua faktor- faktor yang menghambat peran orang tua dalam menyekolahkan anaknya ke tingkat keperguruan tinggi adalah (1) tingkat status sosial ekonomi orang tua menyebabkan anak-anak tidak melanjutkan pendidikan ke tingakat perguruan tinggi, (2) faktor lingkungan sosial (3) tidak adanya kemauan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Peran Guru dalam Membentuk Perilaku Siswa di SMA Muhammadiyah Kupang Wan Azizah; Ahmad Atang
PENSOS : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi Vol. 1 No. 2 (2023): Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/pensos.v1i2.1298

Abstract

This study aims to determine the teacher’s role in shaping student personality, and the constraints of the teacher’s role in shaping student personality at SMA Muhammadiyah Kupang. This type of research is qualitative methods. The subjects in this study were teachers and students. The techniques used in collecting data in this study are through observation, interview, and documentation. The data analysis techniques used data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that the role of the teacher is as a teacher guide (finding, directing, motivating), as a role model for giving (attitude, speech, behaviour, mental, morals, good morals), the teacher has carried out its role but, in its implementation, it is less effective, so that the formation of the student’s behaviour has not been achieved. The obstacles teachers face in shaping student behaviour are the negative influence from various social media, lack of family attention, and bad friends associating with students, the teacher has tried but has not succeeded in implementing it.
Analisis Kultur Sekolah dalam Pembentukan Etika Siswa Lewis Laana; Ahmad Atang
PENSOS : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi Vol. 4 No. 1 (2026): Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/pensos.v4i1.3184

Abstract

This study aims to analyze the role of school culture in shaping students’ ethical behavior and to identify the supporting and inhibiting factors in the process. The research employed a qualitative approach using a case study method conducted at SMA Negeri 2 Kalabahi. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that a strong and positive school culture significantly contributes to shaping students’ ethical behavior. This is reflected in the implementation of school vision and mission, character-building programs, integration of ethical values into the curriculum, and teachers’ role as role models. Co-curricular and extracurricular activities also reinforce moral internalization among students. Supporting factors include clear school policies, collaboration with external stakeholders, and active participation of school members. Meanwhile, inhibiting factors include external environmental influences, limited resources, and lack of parental involvement. This study highlights that school culture plays a strategic role in sustainably developing students’ ethical behavior.
Pendampingan Pembelajaran Mendalam di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi NTT: Pengabdian Amirulah Datuk; Arifin Arifin; Ahmad Atang; Yayuk Julyyanti; Idris Idris; Nur Wahida Yusuf; ST. Ramlah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6698

Abstract

Transformasi pendidikan menjadi agenda strategis nasional dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Pendidikan diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, dan adaptif terhadap perkembangan global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis guru melalui pendampingan implementasi pembelajaran mendalam di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang sebagai bagian dari upaya mendukung pendidikan berkualitas yang adil dan mereta tanpa diskriminasi. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi kuranngya sosialisasi kepada guru di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang terkait implementasi pembelajaran mendalam, masih terdominasi pembelajaran berpusat pada guru, serta keterbatasan dalam menyusun aktivitas pembelajaran yang reflektif dan kontekstual. Dalam mewujudkan sebuah pendidikan yang berkualitas diperlukan adanya seorang guru yang berkarakter yaitu guru yang mampu menjadi fasilitator bagi peserta didiknya. Seorang guru juga perlu memberikan ruang bagi peserta didiknya untuk mengeksplor guna mengasah potensi, talenta, serta kemampuannya dalam berpikir kritis dan juga kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan dalam kehidupannya. Guru memiliki peran strategis sebagai agen pembelajaran (learning agent), yaitu sebagai fasilitator, motivator, penggerak, perancang, sekaligus pemberi inspirasi bagi peserta didik dalam proses belajar. Dengan demikian tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan peserta pelatihan konsep tentang pembelajaran mendalam, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi pembelajaran, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang terkait pembelajaran mendalam, terutama pada aspek pengembangan aktivitas berpikir kritis, pembelajaran kontekstual, asesmen reflektif, dan keterlibatan aktif peserta didik. Guru di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam yang lebih kontekstual dan berorientasi pada pengalaman belajar peserta didik. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perubahan perspektif pedagogis guru serta mendukung penguatan kualitas pembelajaran. Kegiatan PKM ini dinilai efektif dalam membantu guru mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara lebih aplikatif dan berkelanjutan serta berdampak terhadap hasil belajar siswa serta mutu pendidikan di di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang.
Transformasi Sosial terhadap Kebijakan Pengelolaan Bank NTT (Studi Kasus pada Kantor Pusat Bank NTT di Kota Kupang) Rahmat Saleh; Ahmad Atang; Rahmat Laan; Syarifuddin Darajat
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i2.34155

Abstract

This study aims to describe and examine in depth the forms of social transformation and their impacts on the management policies of Bank NTT. The research employs a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and document analysis. The data were analyzed using descriptive qualitative methods. The theoretical frameworks applied in this study are structural functionalism and systems theory. The findings indicate that transformation at Bank NTT represents a process of systemic change centered on digitalization and human resources, which has broadly affected organizational structure, work patterns, and employee work culture. Digital transformation at Bank NTT has been driven by demands for increased operational efficiency, service expansion, and the need to adapt to societal behavior that is increasingly dependent on digital technology. Social transformation and management policies at Bank NTT have generated positive impacts, as reflected in improved work efficiency and effectiveness, enhanced quality of customer service, strengthened employee professionalism and accountability, as well as the modernization of work systems and organizational governance. Nevertheless, several negative impacts were also identified, including resistance to change among some employees, increased work pressure and adaptation burdens, gaps in technological competencies, and tensions in workplace relations during the transition period. Theoretically, these findings are relevant to structural functionalism and systems theory, as the success or failure of transformation depends on the support of subsystems and the effective functioning of existing structures within Bank NTT that sustain social transformation and its management policies.