Ahmad Jawandi
Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EFFECTIVENESS OF THE EXPERIENTIAL LEARNING MODEL IN IMPROVING SELF-ESTEEM IN VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS Taufik Sani; Ahmad Jawandi
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 2 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i1.5469

Abstract

Self-esteem is one of the psychological aspects that plays an important role in the development of students, especially in Vocational High Schools (SMK), which require their readiness to face the world of work. However, many students in SMK experience low levels of self-esteem, which has an impact on self-confidence, learning motivation, and the ability to adapt to social and academic environments. This study aims to analyze the effectiveness of the Experiential Learning model in improving self-esteem of students in SMK. This study uses an experimental method with a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of SMK students who were divided into an experimental group that received learning with the Experiential Learning model and a control group that used conventional learning methods. The data analysis technique was carried out using statistical tests to see the difference in self-esteem before and after the intervention. Based on the data analysis carried out, the results showed that the Experiential Learning model had a positive effect on improving self-esteem of students in SMK. This is evidenced by the average obtained that the mean pretest score of the experimental group was 8.95 and the control group was 90.70. Furthermore, the posttest results of the experimental group were 103.20 and the control group was 90.50. Based on the average pretest and posttest results, it can be concluded that the experimental group given the Experiential Learning model treatment had an increase in scores, while the control group that was not given treatment did not experience a significant increase.
Efektivitas Konseling Kelompok WDEP Untuk Meningkatkan Self Regulated Learning Pada Peserta Didik Avoidance Procrastination Siti Unari; Hera Heru Sri Suryanti; Ahmad Jawandi
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.218

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Efektivitas Konseling Kelompok WDEP untuk Meningkatkan Self Regulated Learning pada Peserta Didik Avoidance Procrastination. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X E2 di MAN 1 Surakarta Tahun Akademik 2023/2024. Penelitian ini menggunakan teknik sampling  Purposive dalam pemilihan subjek penelitian. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 10 peserta didik Kelas X E2 di MAN 1 Surakarta Tahun Akademik 2023/2024. Teknik pengumpulan data dilaksanakan menggunakan angket Self Regulated Learning dan dokumentasi sebagai metode bantuan. Angket Self Regulated Learning sudah diuji validitas dan reliabilitas dengan bantuan SPSS 16.0 dan dilakukan analaisis data menggunakan Paired Sample T-test. Bersadarkan hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Berkaitan dengan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa H0 yang berbunyi “Konseling Kelompok WDEP Tidak Efektif Meningkatkan Self Regulated Learning Pada Peserta Didik Avoidance Procrastination” tidak terbukti kebenarannya Dan Ha yang berbunyi “Konseling Kelompok WDEP Efektif Meningkatkan Self Regulated Learning Pada Peserta Didik Avoidance Procrastination” terbukti kebenarannya.
Studi Kasus Dampak Konseling Individu Terhadap Agoraphobia Nadila Astin Saputri; Hera Heru Sri Suryanti; Ahmad Jawandi
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konseling individu behavioral terhadap peserta didik yang mengalami gangguan kecemasan agoraphobia di SMP Negeri 17 Surakarta. Sumber data dalam penelitian lapangan ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu sumber data primer yang diperoleh melalui wawancara serta observasi di SMP Negeri 17 Surakarta. Dan sumber data sekunder penulis peroleh melalui pencarian sumber bacaan lain yang masih terkait dengan fokus utama penelitian. Untuk memastikan keabsahan data, penulis menerapkan teknik keabsahan data dengan menggunakan triangulasi data sumber dan triangulasi data teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi konseling individu behavioral kepada para peserta didik penderita gangguan agoraphobia mempunyai dampak yang besar terhadap perkembangan para peserta didik. Hal ini tampak ketika semenjak dilakukan proses konseling tersebut, peserta didik mengalami perubahan perilaku yang cukup baik. Fakta ini mengindikasikan bahwa proses konseling tersebut sukses berjalan sesuai dengan target.
Peran Konseling Individu Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Mengatasi Perilaku Superficial Self-Mutilation Ma’rifatul Anisah; Hera Heru Sri Suryanti; Ahmad Jawandi
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.220

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran layanan individu menggunakan terapi perilaku rasional emotif dalam mengatasi perilaku superficial self-mutilation pada siswa kelas VIII SMPN 7 Surakarta tahun ajaran 2023/2024. Untuk mengetahui keberhasilan menggunakan konseling individu menggunakan terapi perilaku rasional emotif untuk superficial self-mutilation pada masa remaja awal. Untuk menjamin tingkat keabsahan data secara akurat maka digunakan triangulasi sumber. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dan dilaksanakan dalam 4 siklus secara bertahap pada siklus 1. Teknik Devil's Advocate (Rational Role Reversal) mampu menurunkan angka kasus dari 75,693% menjadi 58,331% pada siklus 2 dengan menggunakan metode Teknik Home Work Assignment penurunannya mencapai 40,276%. Kemudian pada siklus 3 dengan menggunakan teknik Imaginal Disputation dan ECC (Emotional Control Card) penurunannya mencapai 20,832% Dan pada siklus 4 dengan menggunakan teknik Cognitive Disputation dan Rational Analysis dapat menurunkan total angka kasus. konseling individu dengan metode terapi perilaku rasional emotif mampu menekan secara tuntas perilaku superficial self-mutilation pada siswa kelas VIII SMPN 7 Surakarta.
Peran Layanan Konseling Individual Teknik Desensitisasi Sistematis Untuk Mengurangi Perilaku Anhedonia pada Peserta Didik Yunika Kulsumardani; Hera Heru Sri Suryanti; Ahmad Jawandi
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.222

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran layanan konseling individual dengan teknik Desensitisasi Sistematis dapat mengurangi Perilaku Anhedonia pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Surakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik SMP yang berjumlah 1 orang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan_dan Konseling (PTBK) yang dilakukan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu Perencanaan (Planning), tindakan (Action), Observasi (Observation), dan Refleksi (Reflection). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling ini menyatakan bahwa-konseling individu dengan teknik Desensitisasi Sistematis dapat mengurangi perilaku Anhedonia pada peserta didik. Pada_penelitian tindakan siklus I diperoleh hasil Perilaku Anhedonia mengalami penurunan, namun masih ada beberapa aspek yang belum teratasi dengan baik dengan presentase peserta didik RS 60%. Selanjutnya hasil ini dievaluasi lalu peneliti memberikan tindakan yang kedua. Pada penelitian tindakan siklus II hasil Perilaku Anhedonia mengalami penurunan, namun masih ada beberapa aspek yang masih belum teratasi dengan baik dengan presentase-peserta didik 50%. Berikutnya hasil ini kembali dievaluasi dan dilakukan tindakan yang ketiga. Pada penelitian tindakan siklus III, peserta didik RS sudah-mencapai target yang telah-ditentukan oleh peneliti yaitu dapat teratasinya Perilaku Anhedonia. Dapat diambil kesimpulan-bahwa peran layanan konseling individual dengan teknik Desensitisasi Sistematis dapat_mengurangi Perilaku Anhedonia pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2023/2024.
Studi Kasus Anger Management Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 4 Widodaren Ngawi Ajeng Yandi Utami; Hera Heru Sri Suryanti; Ahmad Jawandi
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan amarah (Anger Management)  pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 4 Widodaren Ngawi tahun 2023/2024. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 1 orang siswa. Sumber data penelitian ini diambil dari salah satu peserta didik kelas VIII, Guru BK, wali kelas, orang tua serta teman dekat siswa. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Untuk menjamin tingkat validitas data, penelitian ini menggunakan metode triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pengelolaan amarah (Anger Management) dari siswa belum dapat dikategorikan baik. Emosi yang dialami oleh para siswa umumnya disebabkan oleh adanya masalah sosial di lingkungan sekolahnya dan masalah internal berupa trauma masa lalu. Gagalnya siswa untuk menangani masalah sulit mengelola emosi kemarahan akhirnya berujung pada ledakan amarah yang tidak terkendali. Faktor rendahnya pengelolaan amarah yang dialami oleh siswa yang utama disebabkan karena faktor tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kurang harmonis. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pihak guru dengan memberikan bantuan berupa konseling individu kepada siswa.