Dewi Rahmi
Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Menentukan Preferensi Mahasiswa untuk Berwirausaha sahwa setia sanggita; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.9711

Abstract

Abstract. Students in Indonesia have a lot of potential that can be processed and developed both from a creative perspective, however, with limited job opportunities and the difficulty of breaking through to standardization, companies in Indonesia have not been able to eradicate Indonesia from the problems of poverty and unemployment. Indonesia really needs entrepreneurs on a large scale. This research was conducted to determine the preferences of students at Bandung Islamic University in entrepreneurship, what factors determine student preferences for entrepreneurship and the dominant factors that determine student preferences for entrepreneurship. The research method in this research uses quantitative descriptive research on a Likert scale. Data collection techniques were carried out by conducting interviews with managers in the entrepreneurship sector and distributing questionnaires via Google Form to students at Bandung Islamic University. The results of this research found that the majority of students' preference was for entrepreneurship, of which 82 respondents tended to choose entrepreneurship or had a preference for entrepreneurship over becoming employees. The factors that determine student preferences are motivation, interest and environment. Where the most dominant factor determining preference is motivation which is shown by the highest total score of 334. Abstrak. Mahasiswa di Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat diolah dan dikembangkan baik dari segi kreatif, akan tetapi dengan keterbatasan lapangan pekerjaan serta sulitnya menembus standarisasi suatu perusahaan yang ada di Indonesia belum mampu mengentaskan Indonesia dari permasalahan kemiskinan dan pengangguran. Indonesia sangat membutuhkan keberadaan para wirausaha dalam skala besar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui preferensi mahasiswa di universitas islam bandung dalam berwirausaha, faktor apa saja yang menentukan preferensi mahasiswa berwirausaha dan faktor dominan yang menentukan preferensi mahasiswa berwirausaha. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif berskala likert. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada pengelola bidang kewirausahaan dan penyebaran kuisioner melalui google form kepada mahasiswa di Universitas Islam Bandung. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa sebagian besar preferensi mahasiswa untuk berwirausaha, yang dimana 82 responden cenderung memilih berwirausaha atau memiliki preferensi berwirausaha dibandingkan menjadi pegawai. Faktor yang menentukan preferensi mahasiswa tersebut yaitu motivasi, minat dan lingkungan. Dimana faktor yang paling dominan menentukan preferensi adalah motivasi yang ditunjukkan nilai total skor tertinggi yaitu sebesar 334.
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Investasi Swasta, Jumlah UMKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Bandung Periode 2008-2022 Alexa Agustine; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.9969

Abstract

Abstract. This research aims to examine the influence of local revenue, private investment and the number of MSMEs on the economy in Bandung City for the 2008-2022 period. Economic growth is part of the development of a region, both directly and indirectly reflecting the successful implementation of regional policies. Regional original income (PAD), private investment (PMDN and PMA) and the number of MSMEs are also factors that play an important role in determining the ups and downs of economic growth. The research method used. The research method used is a quantitative approach method using secondary data in the 2011-2020 observation period. The data collected was analyzed using semi-log multiple linear regression analysis. The research results show that regional original income, private investment and the number of MSMEs simultaneously influence economic growth in the city of Bandung. Partially, local original income influences economic growth in the city of Bandung. Private investment influences economic growth in the city of Bandung. And the number of MSMEs influences economic growth in the city of Bandung. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pendapatan asli daerah, investasi swasta dan jumlah UMKM terhadap Ekonomi di Kota Bandung Periode 2008-2022. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu pembanguna suatu daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung mencerminkan keberhasilan implementasi kebijakan daerah. Pendapatan asli daerah (PAD), investasi swasta (PMDN dan PMA) serta jumlah UMKM juga merupakan faktor-faktor yang berperan penting dalam menentukan naik turunnya pertumbuhan ekonomi. Metode penelitian yang dengan digunakan Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dalam periode pengamatan 2011-2020, data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda semi log. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pendapatan asli daerah, investasi swasta dan jumlah UMKM berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung. Secara parsial Pendapatan asli daerah berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung. Investasi swasta berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung. Dan Jumlah UMKM berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung.
Dampak Program Corporate Social Responsibility Dalam Meningkatkan Usaha Banati Ahadiyah Nur Ahya; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10047

Abstract

Abstract. One of the economic sectors that can contribute to economic development is business. Business improvement is not only done by the government but also through government agencies. PT Taspen is a public company (BUMN) that can contribute to economic development through CSR programs. Corporate Social Responsibility is the company's commitment to building a better quality of life for the surrounding community. The aim of this study was to determine the impact of CSR on business performance improvement. In this study, we use descriptive method combined with quantitative method. The data used are primary data obtained through the distribution of questionnaires to 54 respondents from PT Taspen KCU Bandung preferred partners. The analysis was performed quantitatively by scoring the respondent's response results using the Likert scale. The research results show that these 4 aspects all have an impact on the sustainability of their business activities, but the strongest impact on the partner's activities is the business management aspect, as evidenced by the counterpoint. average return is 177.2, meaning PT Taspen not only provides capital but also provides training and coaching to help partners feel the impact of PT Taspen's CSR. The company continues to improve its training and education on the marketing and legal aspects of the business. Abstrak. Salah satu bidang ekonomi yang dapat membantu Pembangunan ekonomi yaitu usaha. Peningkatan usaha tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi melalui instansi pemerintah PT Taspen merupakan Bada Usaha Milik Negara (BUMN) yang dapat membantu Pembangunan ekonomi melalui Program CSR. Corporate Social Responsibility adalah komitmen suatu perusahaan untuk membangun kualitas hidup yang lebih baik bersama masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak CSR dalam meningkatkan usahaMetode deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data yang digunakan berasal dari kuesioner yang dibagikan kepada 54 mitra binaan PT Taspen KCU Bandung. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan skala likert untuk menilai tanggapan responden. Hasil penelitian menujukan keempat aspek tersebut berdampak pada keberlangsungan usaha mereka, namun dampak yang paling kuat terhadap usaha mitra adalah aspek pengelolaan usaha, hal ini dibuktikaan dengan hasil rata-rata skor jawaban sebesar 177,2 artinya PT Taspen tidak hanya memberikan modal tetapi juga memberikan pelatihan dan pembinaan untuk membantu mitra merasakan dampak dari CSR PT Taspen. Perusahaan lebih meningkatkan pelatihan & pembinaan pada aspek pemasaran dan legalitas usaha.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Mukapayung Kabupaten Bandung Barat Wilda Nabiyah; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10709

Abstract

Abstract. The tourism sector is a sector that has the potential to be developed as a source of regional income with tourism development carried out by the government with the aim of improving the welfare of the community and the country. The qualitative research method used data collection techniques, namely observation, interviews, documentation and using SWOT analysis as an analysis method to determine the strongest strategy for developing the Mukapayung tourist village. Based on the research results, it was found that the strength of Wista Mukapayung Village is that it has a beautiful natural panorama, is located in a mountainous area, has fertile natural potential and is suitable for agrotourism development, has additional attractions in the form of a games arena, has a tourism awareness group organization (Pokdarwis), and has attractions. culture and education. Furthermore, the biggest opportunity for the Mukapayung tourist village is a form of program to increase economic development in rural areas, to become a form of program to preserve local nature, to get support from the local government in developing local tourism and to have the number of tourist visits which always increases every year. Abstrak. Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dengan pembangunan pariwisata yang dilakukan pemerintah memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan negara. Metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan menggunakan analisis SWOT sebagai metode analisis untuk menentukan strategi yang paling kuat untuk pengembangan desa wisata Mukapayung. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kekuatan Desa Wista Mukapayung memiliki keindahan panorama alam yang berpotensi, berlokasi di daerah pegunungan, potensi alam yang subur dan cocok untuk pengembangan agrowisata, memiliki atraksi tambahan berupa arena permainan, memiliki organisasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan memiliki atraksi budaya dan edukasi. Selanjutnya, peluang terbesar dari Desa wisata Mukapayung salah satu bentuk program untuk meningkatkan pembangunan perekonomian di daerah pedesaan, menjadi salah satu bentuk program untuk melestarikan alam setempat, mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata lokal dan memiliki jumlah kunjungan wisatawan yang selalu meningkat pertahunnya.
Peran Rumah BUMN Bri Bandung dalam Mendorong UMKM Naik Kelas di Kota Bandung adhi nata sasmita; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10748

Abstract

Abstract. MSMEs have a big role in the economy in Indonesia. MSMEs are able to open jobs, the number of MSMEs created can help people to get jobs. In 1998, it was proven that MSMEs were able to survive the monetary crisis that hit Indonesia. In economic development in Indonesia, MSMEs are an important sector. The increase in the number of MSMEs also has problems faced by business actors. Rumah BUMN BRI Bandung is one of the institutions as a companion to encourage MSMEs to move up in class. This type of research is descriptive quantitative using Likert scale. The data used was primary data obtained through the distribution of questionnaires to 67 respondents. Sampling of MSME fosters is carried out by random sampling. Based on the results of this study, Rumah BUMN BRI Bandung plays a very important role in its assisted MSMEs by increasing business scale, leadership, mindset and perspective, marketing management, operational management, financial management, HR management, legality and compliance. When viewed from the indicators of MSMEs moving up, the role of the BRI Bandung BUMN House that plays the most role is the mindset and perspective shown by the highest answer score value. The program that has been established by Rumah BUMN BRI Bandung plays a very important role in encouraging MSMEs to move up in class. Abstrak. UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian di Indonesia. UMKM mampu membuka lapangan kerja, banyaknya UMKM yang diciptakan dapat membantu masyarakat untuk mendapat pekerjaan. Tahun 1998 terbukti UMKM mampu bertahan pada krisis moneter yang melanda Indonesia. Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UMKM menjadi sektor yang cukup penting. Penambahan jumlah UMKM terdapat juga permasalahan-permassalahan yang dihadapi pelaku usaha. Rumah BUMN BRI Bandung merupakan salah satu lembaga sebagai pendamping untuk mendorong UMKM bisa naik kelas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala likert. Data yang digunakan merupakan data primer yang didapat melalui penyeberan kuesioner kepada 67 responden. Pengambilan sampel binaan UMKM dilakukan dengan cara random sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini Rumah BUMN BRI Bandung sangat berperan terhadap UMKM binaannya dengan meningkatnya terhadap skala usaha, kepemimpinan, pola pikir dan cara pandang, manajemen pemasaran, manajemen operasional, manajemen keuangan, manajemen SDM, legalitas dan kepatuhan. Jika dilihat dari indikator UMKM naik kelas, maka peran Rumah BUMN BRI Bandung yang paling berperan adalah pola pikir dan cara pandang ditunjukan dengan nilai skor jawaban yang paling tinggi. Program yang telah dibentuk oleh Rumah BUMN BRI Bandung sangat berperan dalam mendorongnya UMKM naik kelas.
Pengaruh Inflasi Human Capital Pengeluaran Konsumsi dan Teknologi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 - 2022 Muhammad Rifqi Sadulloh; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11335

Abstract

Abstract. Economic growth is a process of improving and increasing total production and giving consumers more choices and helping to improve the quality of life through freedom of choice. In this research, there are four independent variables which are considered to have an influence on the rate of economic growth in West Java Province. The four variables are Inflation, Human Resources, Consumption Expenditures, and Technology. The method used in this research is a quantitative regression method. The data used is secondary data obtained from BPS. The data analysis method uses Ordinary Least Square. The results of this research are, Inflation, consumption expenditure, and technology are significant to the rate of economic growth in West Java in 2008-2022, while human capital does not have a significant effect on the rate of economic growth in West Java in 2008-2022. Abstrak. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses perbaikan dan peningkatan total produksi dan memberi konsumen lebih banyak pilihan serta membantu dalam meningkatkan kualitas hidup melalui kebebasan memilih. Pada penelitian ini terdapat empat variabel independen yang dianggap memberikan pengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat. Empat variabel tersebut adalah Inflasi, Human Capital, Pengeluaran konsumsi, dan Teknologi Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif regresi. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang diperoleh dari BPS. Metode analisis data menggunakan Ordinary Least Square. Hasil penelitian ini yaitu, Inflasi, pengeluaran konsumsi, dan teknologi signifikan terhadap tingkat laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat pada tahun 2008-2022, sedangkan human capital tidak berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat tahun 2008-2022.
Strategi Pengelolaan Wakaf Uang pada Pasar Keuangan Syari’ah Zahra Khairunnisa; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11344

Abstract

Abstract. Amid the burgeoning phenomenon of cash waqf as a social financial instrument in Indonesia, this study aims to evaluate the management process of cash waqf at Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Itqan, considering aspects of accumulation, management, development, and utilization. The research method used is descriptive qualitative with SWOT analysis to identify factors influencing the company's strategy in maximizing opportunities and overcoming existing challenges. Data were collected through interviews and questionnaires. The findings indicate that the prioritized strategy involves leveraging internal strengths to capitalize on external opportunities, known as the SO (Strength Opportunity) Strategy. SWOT analysis demonstrates the dominance of internal factors (strengths and opportunities) over external factors (opportunities and threats), with EFI scores of 3.17 and EFE scores of 2.78. This strategy includes managing cash waqf bookkeeping, compiling annual reports, and expanding partnership networks. In conclusion, the study reveals internal and external factors affecting cash waqf management at BMT Itqan. The proposed priority strategy through SWOT analysis is to leverage internal strengths to seize external opportunities, focusing on maintaining bookkeeping, developing partnership networks, and implementing an integrated information management system based on information technology to support cash waqf growth. Abstrak. Di tengah berkembangnya wakaf uang sebagai instrumen keuangan sosial di Indonesia, studi ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengelolaan wakaf uang di Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Itqan, dengan mempertimbangkan aspek penghimpunan, pengelolaan, pengembangan, dan pendayagunaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi strategi perusahaan dalam memaksimalkan peluang dan mengatasi tantangan yang ada. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang perlu diprioritaskan adalah memanfaatkan kekuatan internal untuk mengambil peluang eksternal, dikenal sebagai Strategi SO (Strength Opportunity). Analisis SWOT menunjukkan dominasi faktor internal (kekuatan dan peluang) terhadap faktor eksternal (peluang dan ancaman), dengan skor EFI sebesar 3,17 dan skor EFE sebesar 2,78. Strategi ini mencakup pengelolaan pembukuan wakaf uang, penyusunan laporan tahunan, dan pengembangan jaringan mitra. Dalam kesimpulan, studi ini menunjukkan adanya faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengelolaan wakaf uang di BMT Itqan. Prioritas strategi yang diusulkan melalui analisis SWOT adalah memanfaatkan kekuatan internal untuk mengambil peluang eksternal, dengan fokus pada pemeliharaan pembukuan, pengembangan jaringan mitra, dan penerapan sistem informasi manajemen terpadu berbasis teknologi informasi untuk mendukung pertumbuhan wakaf uang.
Identifikasi Tingkat Literasi Halal dan Minat untuk Mengajukan Sertifikasi Halal pada UMKM Kuliner di Kota Bandung Mila Adila; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11864

Abstract

Abstract. MSMEs have a major role in economic development as seen from their contribution to GDP. MSMEs are included in the most consistent and continuous business sector. One of the MSME industries is the culinary sector. In Islam, all food, drinks that enter the human body pay great attention to their halal status, so that as Muslims we are obliged to consume halal food, drinks, recommended in the Al-Quran, As-sunnah, and the Law requires culinary MSMEs to be halal certified, based on the Bandung City MSME office, the culinary sector has the largest number. However, the facts in the field are that there are still many culinary MSMEs that are not halal certified. The purpose of this study is to identify halal literacy and the interest of MSMEs in the culinary sector in Bandung City in applying for halal certification. This research method is descriptive quantitative, using a Likert scale. The data used are primary and secondary data. The analysis was carried out quantitatively by scoring the results of respondents' answers using a rating scale. Based on the results of the study, it was found that food and beverage MSMEs in Bandung City have a very good level of halal literacy, both in terms of knowledge of halal and haram laws, awareness of using halal food and beverage ingredients, and understanding of the halal certification process. However, among the three aspects that show the best literacy is the level of knowledge with a total score of 316.7. In addition, it was also found that culinary MSME players in Bandung City are very interested in applying for halal certification as indicated by a score of 291. Abstrak. UMKM memiliki peran yang besar dalam pembangunan ekonomi dilihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB. UMKM termasuk ke dalam sektor usaha yang paling konsisten dan kontinyu. Salah satu industri UMKM yaitu sektor kuliner. Dalam islam segala sesuatu makanan, minuman yang masuk kedalam tubuh manusia sangat memperhatikan status kehalalannya, sehingga sebagai umat muslim wajib mengkonsumsi makanan, minuman yang halal, dianjurkan dalam Al-Quran, As-sunnah, dan UU mewajibkan UMKM kuliner untuk bersertifikasi halal, berdasarkan dinas UMKM Kota Bandung sektor kuliner memiliki jumlah terbanyak. Namun fakta dilapangan masih banyak UMKM kuliner yang belum bersertifikasi halal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi literasi halal dan minat UMKM sektor kuliner di Kota Bandung dalam mengajukan sertifikasi halal. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan skala likert. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Analisis dilakukan secara kuantitatif dengan skoring terhadap hasil jawaban responden menggunakan rating scale. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa UMKM makanan dan minuman di Kota Bandung memiliki tingkat literasi halal yang sangat baik, baik dari aspek pengetahuan tentang hukum halal dan haram, kesadaran menggunakan bahan makanan dan minuman halal, serta pemahaman tentang proses sertifikasi halal. Akan tetapi diantara dari ketiga aspek tersebut yang menunjukkan literasi paling baik adalah tingkat pengetahuan dengan total skor 316,7. Disamping itu juga ditemukan bahwa para pelaku UMKM kuliner di Kota Bandung sangat memiliki minat untuk mengajukan sertifikasi halal yang ditunjukkan oleh skor 291.
Dampak Program Revitalisasi Pasar Terhadap Kesejahteraan Para Pedagang di Pasar Sehat Soreang Kabupaten Bandung Muhamad Naufal; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.12145

Abstract

Abstract. The existence of the Bandung Regency soreang healthy market has an important role in the local economy. However, as time goes by, this market faces various challenges such as poor infrastructure conditions and a decline in consumer appeal. Therefore, the government's role is to issue a market revitalization program as an effort to improve the conditions and welfare of traders. This research aims to answer the question about the impact of the traditional market revitalization program on the welfare of traders at the Sorang Healthy Market, Bandung Regency. The method used is descriptive quantitative, the sampling technique uses Purposive Sampling technique, the data collection technique uses questionnaires, interviews and documentation. Based on the research results it was found that the revitalization program had an impact on some traders, seen in the indicators of consumer satisfaction and physical market facilities, while in the indicators income and number of visitors have not had an optimal impact on welfare. Abstrak. Keberadaan pasar sehat soreang Kabupaten Bandung memiliki peran penting dalam perekonomian lokal. Namun, seiring berjalannya waktu, pasar ini menghadapi berbagai tantangan seperti kondisi infrastruktur yang buruk hingga penurunan daya tarik konsumen. Oleh karena itu peran pemerintah adalah mengeluarkan program revitalisasi pasar sebagai upaya untuk meningkatkan kondisi dan kesejahteraan pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana dampak program revitalisasi pasar tradisional terhadap kesejahteraan para pedagang di pasar sehat soreang Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, teknik dalam pengumpulan data menggunakan kuisioner, wawancara dan dokumentasi Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa program revitalisasi berdampak pada sebagian pedagang, dilihat pada indikator kepuasan konsumen dan fasilitas fisik pasar, sedangkan pada indikator pendapatan dan jumlah pengunjung belum berdampak optimal terhadap Kesejahteraan.
Faktor-Faktor yang Menentukan Preferensi Masyarakat Kota Bandung dalam Menggunakan Jasa Transportasi Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Cepat Whoosh Fadhil Ar Razzaqu; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13232

Abstract

Abstract. There are many choices of transportation modes that can be used by the community, one of which is the Bandung-Jakarta route, namely the Argo Parahyangan Train with a 3-hour trip to Jakarta. In addition there is the WHOOSH Fast Train (Time Saving, Optimal Operation, and Great System), with the maximum of this fast train reaching 350 km / h, which will shorten the travel time between the two cities to 30 minutes, compared to other transportation that takes 3 hours. The purpose of this study is to analyze four factors (price, travel time, facilities, safety and comfort) that influence the preferences of the people of Bandung City in using the Argo Parahyangan Train and Whoosh Fast Train transportation modes on the Bandung-Jakarta route. By using descriptive statistical analysis method. The data used in this study, namely, primary data obtained from the results of a questionnaire with data measurement using a Likert scale to passengers of the Argo Parahyangan and Whoosh Fast Trains. The sampling technique used Convenience sampling technique. The results showed that the factors that determine preferences in using Argo Parahyangan train transportation are facility factors, travel time factors, price factors, and safety and comfort factors. Meanwhile, that the highest factors that determine preferences for using the Whoosh Fast Train are safety and comfort factors, facility factors, travel time factors and price factors. The dominant factors that determine preferences for using Argo Parahyangan train transportation are facility factors and travel time factors. While the dominant factors that determine preferences for using Whoosh Fast Train transportation are safety and comfort factors, and facility factors. Abstrak. Banyak pilihan moda transportasi yang dapat digunakan oleh masyarakat salah satunya rute Bandung-Jakarta yaitu Kereta Argo Parahyangan dengan waktu 3 jam perjalanan sampai ke Jakarta. Selain itu ada Kereta Cepat WHOOSH (Waktu Hemat, Operasi Optimal, dan Sistem Hebat), dengan maksimum kereta cepat ini mencapai 350 km/jam, yang akan mempersingkat waktu tempuh antara kedua kota menjadi 30 menit, dibandingkan dengan transportasi lainnya yang memakan waktu 3 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis empat faktor (harga, waktu tempuh, fasilitas, keamanan dan kenyamanan) yang mempengaruhi preferensi masyarakat Kota Bandung dalam menggunakan moda transportasi Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Cepat Whoosh rute Bandung-Jakarta. Dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dengan pengukuran data menggunakan skala likert kepada penumpang Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Cepat Whoosh. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menentukan preferensi dalam menggunakan transportasi KA Argo Parahyangan adalah faktor fasilitas, faktor waktu tempuh, faktor harga, serta faktor keamanan dan kenyamanan. Sedangkan, bahwa faktor tertinggi yang menentukan preferensi menggunakan Kereta Cepat Whoosh adalah faktor keamanan dan kenyamanan, faktor fasilitas, faktor waktu tempuh dan faktor harga. Adapun faktor dominan yang menentukan preferensi menggunakan transportasi KA Argo Parahyangan yaitu faktor fasilitas dan faktor waktu tempuh. Sedangkan faktor dominan yang menentukan preferensi menggunakan transportasi Kereta Cepat Whoosh yaitu faktor keamanan dan kenyamanan, serta faktor fasilitas.