Muhammad Fadhli
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Komparasi Pemanfaatan Koleksi Local Content Skripsi Oleh Mahasiswa Tahap Akhir Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal di Perpustakaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar Olivia Purnama Suci; Muhammad Fadhli
Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jipis.v2i2.10553

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan mahasiswa pada koleksi local content skripsi yang relatif tinggi dikarenakan mahasiswa sangat membutuhkan pedoman dalam pembuatan skripsi dan tugas akhir dengan cara melihat dan merujuk pada skripsi yang tersedia di Perpustakaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar di masa pra pendemi dan new normal.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaaatan koleksi local content skripsi oleh mahasiswa tingkat akhir masa pandemi Covid-19 dan era new normal di Perpustakaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar serta kendala dan upaya dalam pemanfaatan koleksi local content skripsi. Jenis penelitian studi komparasi dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pemanfaatan koleksi local content sangat berdampak dalam kegiatan penelitian mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi atau tugas akhir. Adapun perbandingan pemanfaaatan koleksi local content dapat di lihat dari segi berikut, a) secara umum kebutuhan informasi saat masa pandemi Covid-19 dan new normal  mahasiswa tahap akhir tetap tinggi, dengan masih banyaknya pemustaka yang mencoba untuk memanfaatkan koleksi local content secara langsung melalui kegiatan membaca, mencatat dan menduplikasi koleksi-koleksi tersebut. Akan tetapi, penutupan layanan perpustakaan dan mengalihankan ke layanan daring. Sedangkan new normal, pemustaka sudah dapat mengakses informasi secara langsung ke perpustakaan. b) Motif, dimasa pandemi dan new normal tindakan/ motif mahasiswa tahap akhir dalam mencari informasi hampir sama. c) Minat, dilihat dari kunjungan, mahasiswa tahap akhir memiliki kecenderungan yang kuat dalam pemanfataan koleksi local content skripsi  akan tetapi dimasa pandemi terjadi penutupan layanan. Sedangkan di era new normal antusias kunjungan meningkat serta perbedaan kebutuhan informasi yang dibutuhkan dengan koleksi yang ada di perpustakaan. Diharapkan perpustakaan lantai dua ruangan karya ilmiah atau local content agar shelving koleksi skripsi lebih rapi dan menyesuaikan koleksi skripsi sesuai fakultas, menambah jumlah dan variasi koleksi digital local content dan sarana penelusurannya
Libraries as Cultural Agents in Preserving Islamic Values: The Case of Pacu Jalur Yanti Mulia Roza; Zilvi Wazeva; Muhammad Fadhli
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol. 11 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islam_realitas.v11i2.9837

Abstract

This article analyzes how a regional library in Indonesia functions as a cultural agent in preserving Islamic values embedded in the Pacu Jalur tradition. Grounded in a cultural literacy framework, this study employs a qualitative case study approach, with primary data collected through in-depth interviews with 12 key informants (librarians, community leaders, and users), participatory observation, and document analysis at the Kuantan Singingi Library and Archives Office. The findings reveal that the library implements three-pronged strategy: curating specialized collections, organizing community-based literacy activities, and utilizing digital media for wider dissemination. The study’s core novelty lies in its effort to bridge library science and local cultural studies, offering an alternative model for how institutional actors can systematically safeguard living traditions as expressions of Islamic civilization. The analysis also affirms the role of libraries in sustaining values such as ukhuwwah (brotherhood), discipline, and spirituality, while noting challenges related to limited resources and digital infrastructure. The article concludes by proposing practical strategies—including digitization, cross-sector partnerships, and librarian capacity building—to strengthen libraries as custodians of local Islamic heritage. Artikel ini menganalisis peran perpustakaan daerah sebagai agen budaya dalam melestarikan nilai-nilai Islam dalam tradisi Pacu Jalur. Berlandaskan kerangka literasi budaya, studi kualitatif kasus ini mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam dengan 12 informan kunci (pustakawan, tokoh masyarakat, dan pengguna), observasi partisipatif, dan analisis dokumen pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil penelitian mengungkap tiga strategi utama: penyediaan koleksi khusus, penyelenggaraan kegiatan literasi berbasis komunitas, dan pemanfaatan media digital untuk diseminasi. Kebaruan inti penelitian ini terletak pada upaya menjembatani ilmu perpustakaan dan studi budaya lokal secara empiris, menawarkan model alternatif tentang bagaimana aktor kelembagaan dapat secara sistematis menjaga tradisi hidup sebagai ekspresi peradaban Islam. Studi ini juga menegaskan peran perpustakaan dalam menjaga nilai-nilai seperti ukhuwwah, disiplin, dan spiritualitas, sekaligus menyoroti keterbatasan sumber daya dan infrastruktur digital. Artikel ditutup dengan menawarkan sejumlah strategi praktis—termasuk digitalisasi, kemitraan lintas sektor, dan peningkatan kapasitas pustakawan—untuk memperkuat perpustakaan sebagai penjaga warisan Islam lokal.