Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Konsep Ekowisata dalam Perencanaan Masterplan Desa Ekowisata Pancoh, Sleman, Yogyakarta Vincentia Reni Vitasurya; Anna Pudianti; Lucia Asdra Rudwiarti; Elisabeth Budianto; Oliviea Oliviea; Ricky Hartono
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9248

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendorong Desa Wisata Pancoh menjadi model ekowisata berbasis partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi masyarakat lokal melalui Program Layanan Desain berbasis Kemitraan Masyarakat. Metode yang digunakan mencakup pemecahan masalah melalui proses perancangan untuk pengembangan destinasi wisata desa baru yang dilakukan oleh perguruan tinggi dalam menyediakan Layanan Desain. Pendampingan dalam merumuskan konsep masterplan wisata desa bertujuan untuk menciptakan branding produk unggulan dan desain fasilitas pendukung ecotourism, sehingga menambah destinasi wisata di Kabupaten Sleman. Kegiatan yang direncanakan diharapkan dapat membantu Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dalam mengelola, mendampingi, dan mengembangkan desa wisata berkelanjutan, khususnya di Desa Wisata Pancoh, Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Luaran dari kegiatan ini adalah artikel ilmiah dalam seminar nasional yang membahas proses perancangan Master Plan untuk meningkatkan branding ecotourism berbasis partisipasi masyarakat di wilayah tersebut. Fokus kegiatan ini adalah menyelesaikan permasalahan di sektor pariwisata desa agar memiliki daya saing dan memperbaiki tata nilai masyarakat dalam aspek sosial budaya terkait pariwisata desa. Kegiatan juga mencakup pengembangan masyarakat yang belum produktif tetapi memiliki hasrat kuat melalui kelompok POKDARWIS ecotourism sebagai produk unggulan.
OPTIMALISASI RUANG PUBLIK DALAM PENDIDIKAN ARSITEKTUR: STUDI KASUS KAMPUS 2 UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA Vincentia Reni Vitasurya; Sinta Dewi Prasetio; Elisabeth Budianto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4515

Abstract

Abstract: Generational differences shape the use of public spaces in architectural education, both indoor and outdoor, reflecting varied behaviors, needs, and perspectives. Educational facilities function as real-world design laboratories, yet their utilization is influenced by a generational gap across four age groups. These differences in spatial preferences and connectivity create diverse patterns of use, requiring adaptive design strategies. This study investigates generational gaps in the utilization of indoor public spaces at Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) and evaluates spatial connectivity through Space Syntax analysis, including Connectivity Convex Space Analysis and Axial Line by Pixel. Data were collected via online questionnaires and Conceptboard-based participation to capture perceptions across age groups, combined with spatial connectivity analysis to assess interaction patterns based on accessibility and visibility. Findings reveal that younger generations tend to occupy high-connectivity zones with strong visual accessibility, represented by red/orange areas in Space Syntax analysis. In contrast, older generations prefer low-connectivity and lower-visibility spaces, marked by blue/purple zones. These results highlight the importance of Space Syntax-driven strategies to improve visual connectivity, spatial flexibility, and generational adaptation. The study provides a foundation for redesigning public spaces to be more inclusive and responsive to evolving academic interactions. Keyword: Generational Gap in Space Utilization, Adaptive Public Space Design, Space Syntax Abstrak: Perbedaan generasi memengaruhi pemanfaatan ruang publik dalam pendidikan arsitektur, baik indoor maupun outdoor, karena variasi perilaku, kebutuhan, dan pola pikir. Fasilitas pendidikan arsitektur berperan sebagai laboratorium desain nyata, namun distribusi penggunaannya dipengaruhi oleh gap generasi yang mencakup empat kelompok usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gap generasi dalam pemanfaatan ruang publik indoor di Kampus 2 UAJY serta mengevaluasi keterhubungan spasialnya menggunakan analisis Space Syntax (Connectivity Convex Space Analysis dan Axial Line by Pixel). Metode penelitian menggunakan kuesioner online dan partisipasi berbasis Conceptboard untuk menggali persepsi pengguna, serta analisis keterhubungan spasial guna mengevaluasi pola interaksi berdasarkan konektivitas dan visibilitas ruang. Hasil menunjukkan bahwa generasi muda lebih banyak menggunakan zona dengan konektivitas tinggi dan aksesibilitas visual optimal. Sebaliknya, generasi yang lebih tua memilih ruang dengan konektivitas lebih terbatas dan visibilitas lebih rendah. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa desain ruang publik harus mempertimbangkan strategi berbasis Space Syntax guna meningkatkan konektivitas visual, fleksibilitas penggunaan, dan adaptasi terhadap kebutuhan generasi berbeda. Temuan ini menjadi dasar bagi rekomendasi redesign ruang publik yang lebih inklusif dan adaptif. Kata Kunci: Kesenjangan Generasi dalam Pemanfaatan Ruang, Desain Adaptif Ruang Publik, Space Syntax