Ni Made Susun Parwanayoni
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Aceton Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Blume) Dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Aspergillus flavus Secara In Vitro Aida Nur Hikmah; Anak Agung Ketut Darmadi; Ni Made Susun Parwanayoni
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2026.v13.i01.p6

Abstract

Aspergillus flavus merupakan salah satu jamur patogen yang mampu menghasilkan toksin yaitu, aflatoxin dapat mencemari produk pangan seperti jagung, dan kacang-kacangan sehingga dapat menimbulkan kerugian ekonomi. Banyak pengendalian yang dapat digunakan, salah satunya adalah melalui pemanfaatan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun kayu manis (Cinnamomum burmanii Blume) mampu menghambat pertumbuhan jamur A. flavus. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui keefektivitas ekstrak aceton daun kayu manis, konsentrasi hambat minimum ekstrak aceton daun kayu manis yang mampu menghambat pertumbuhan jamur A. flavus, dan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak tanaman daun kayu manis. Metode penelitian meliputi ekstraksi, reisolasi dan reidentifikasi jamur A. flavus, uji postulat koch, uji zona hambat ekstrak kasar daun kayu manis, uji MIC(Minimum Inhibitory Concentration), uji efektivitas dengan metode koloni dan uij skrining fitokimia. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran akan dianalisis menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 25 dengan uji ANOVA. Hasil penelitian membuktikan bahwa esktrak kasar aceton daun kayu manis dapat mencegah perkembangan jamur A. flavus pada hasil rata-rata zona hambat sebesar 19,2 mm, MIC ektrak aceton daun kayu manis 0,3% dengan diameter sebesar 9,10 mm. Uji efektifitas ekstrak aceton daun kayu manis terhadap koloni jamur A. flavus menggunakan variasi konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4% dan 5 % memberikan presentase penghambatan berturut-turut masing-masing sebesar 1,1%, 8,9%, 13,3%, 21,1%, dan 31,1%. Ekstrak aceton daun kayu manis mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder meliputi alkaloid, flavonoid, fenolik,steroid, saponin, dan tanin. Kata kunci: anti jamur, ekstraksi, kayu manis, uji efektivitas, uji fitokimia
Efektivitas Ekstrak Aceton Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Blume) Dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Aspergillus flavus Secara In Vitro Aida Nur Hikmah; Anak Agung Ketut Darmadi; Ni Made Susun Parwanayoni
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2026.v13.i01.p6

Abstract

Aspergillus flavus merupakan salah satu jamur patogen yang mampu menghasilkan toksin yaitu, aflatoxin dapat mencemari produk pangan seperti jagung, dan kacang-kacangan sehingga dapat menimbulkan kerugian ekonomi. Banyak pengendalian yang dapat digunakan, salah satunya adalah melalui pemanfaatan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun kayu manis (Cinnamomum burmanii Blume) mampu menghambat pertumbuhan jamur A. flavus. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui keefektivitas ekstrak aceton daun kayu manis, konsentrasi hambat minimum ekstrak aceton daun kayu manis yang mampu menghambat pertumbuhan jamur A. flavus, dan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak tanaman daun kayu manis. Metode penelitian meliputi ekstraksi, reisolasi dan reidentifikasi jamur A. flavus, uji postulat koch, uji zona hambat ekstrak kasar daun kayu manis, uji MIC(Minimum Inhibitory Concentration), uji efektivitas dengan metode koloni dan uij skrining fitokimia. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran akan dianalisis menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 25 dengan uji ANOVA. Hasil penelitian membuktikan bahwa esktrak kasar aceton daun kayu manis dapat mencegah perkembangan jamur A. flavus pada hasil rata-rata zona hambat sebesar 19,2 mm, MIC ektrak aceton daun kayu manis 0,3% dengan diameter sebesar 9,10 mm. Uji efektifitas ekstrak aceton daun kayu manis terhadap koloni jamur A. flavus menggunakan variasi konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4% dan 5 % memberikan presentase penghambatan berturut-turut masing-masing sebesar 1,1%, 8,9%, 13,3%, 21,1%, dan 31,1%. Ekstrak aceton daun kayu manis mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder meliputi alkaloid, flavonoid, fenolik,steroid, saponin, dan tanin. Kata kunci: anti jamur, ekstraksi, kayu manis, uji efektivitas, uji fitokimia