Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI-NILAI FILOSOFIS PELA GANDONG MASYARAKAT MALUKU DALAM HIBRIDSASI TRADSI MASYARAKAT PENDATANG La Ilham Toha
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v5i2.5907

Abstract

                                                         Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai filosofis Pela Gandong berperan dalam proses hibridisasi budaya antara masyarakat Maluku dan kelompok-kelompok masyarakat pendatang. Penelitian ini melibatkan analisis terhadap literatur yang berhubungan dengan pandangan hidup Pela Gandong dan teori hibridisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pela Gandong, dengan prinsip-prinsip persahabatan, toleransi, dan keseimbangan, telah menjadi fondasi bagi integrasi budaya yang terdiri dari nilai kemanusiaan dan nilai persaudaraan yang mendalam. Ini memungkinkan masyarakat pendatang untuk berbagi tradisi mereka sambil tetap menghormati dan menghargai nilai-nilai lokal yang terkandung pada nilai kemanusiaan yang bersifat fleksibel. Namun, pada nilai persaudaraan mendalam pada kelompok tertentu yang bersifat ekslusif yang bersegmentasi pada kelompok tertentu memungkinkan terjadinya hibridisasi pada nilai ini yang bersifat kaku. Sehingga dampak hibridisasi budaya ini terhadap identitas masyarakat Maluku terdapat pada elemen nilai persaudaraan yang tidak melibatkan masyarakat pendatang yang tergabung dalam kelompok masyarakat tertentu, dan pada nilai kemanusiaan yang bersifat universal terdapat hubungan yang harmonis karna terdapat standar moral kemanusiaan bersama. Kata-kata kunci: Pela-Gandong, Madyarakat-Maluku, Masyaraka-Pendatang, Hibridisas
KOMUNIKASI POLITIK KAMPANYE PEMILU DI INDONESIA 2024 PRESPEKTIF FILSAFAT BAHASA ANTONIO GRAMSCI La Ilham Toha
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Language and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v6i1.6859

Abstract

Abstract This article discusses the political communication strategy of the election campaign in Indonesia 2024 using the perspective of Antonio Gramsci's philosophy of language. The focus of this paper is on the role of language in building political hegemony through the communication process. Antonio Gramsci, developed the concept of hegemony to explain how certain groups can hold political and cultural control through ideological domination. In the context of general elections, it can be seen how populist language and populist characterizations through the media become political communication strategies in the 2024 elections. Media as the main instrument in creating and strengthening hegemony. The choice of words, rhetoric and narratives become key elements in the formation of images and views in influencing public perception and building consensus on the ideas and values they espouse. This article also finds that the role of political party machines that use symbols and narratives of party programs has a significant impact. By integrating Gramsci's views on language and hegemony into the analysis of political communication strategies for the 2024 elections, this research seeks to provide insight into the complexity of political dynamics from the perspective of the philosophy of language, which can provide a deeper understanding of the dynamics of the 2024 elections. Keywords: Komunikasi Politik, kampanye Pemilu, Antonio Gramsci