Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai filosofis Pela Gandong berperan dalam proses hibridisasi budaya antara masyarakat Maluku dan kelompok-kelompok masyarakat pendatang. Penelitian ini melibatkan analisis terhadap literatur yang berhubungan dengan pandangan hidup Pela Gandong dan teori hibridisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pela Gandong, dengan prinsip-prinsip persahabatan, toleransi, dan keseimbangan, telah menjadi fondasi bagi integrasi budaya yang terdiri dari nilai kemanusiaan dan nilai persaudaraan yang mendalam. Ini memungkinkan masyarakat pendatang untuk berbagi tradisi mereka sambil tetap menghormati dan menghargai nilai-nilai lokal yang terkandung pada nilai kemanusiaan yang bersifat fleksibel. Namun, pada nilai persaudaraan mendalam pada kelompok tertentu yang bersifat ekslusif yang bersegmentasi pada kelompok tertentu memungkinkan terjadinya hibridisasi pada nilai ini yang bersifat kaku. Sehingga dampak hibridisasi budaya ini terhadap identitas masyarakat Maluku terdapat pada elemen nilai persaudaraan yang tidak melibatkan masyarakat pendatang yang tergabung dalam kelompok masyarakat tertentu, dan pada nilai kemanusiaan yang bersifat universal terdapat hubungan yang harmonis karna terdapat standar moral kemanusiaan bersama. Kata-kata kunci: Pela-Gandong, Madyarakat-Maluku, Masyaraka-Pendatang, Hibridisas
Copyrights © 2023