Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Jarak Geografis dalam Keluarga (Dinamika Hubungan dan Upaya Membangun Keluarga Sakinah di Kota yang Berbeda) Ahmad Fikrul Islam; Arif Sugitanata
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v4i1.621

Abstract

Keluarga berfungsi sebagai landasan penting dalam eksistensi manusia, membentuk dasar bagi komunitas yang kohesif. Munculnya keluarga yang tinggal di kota yang berbeda merupakan manifestasi dari kesulitan komunikasi, jarak geografis, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengertian keluarga sakinah dan hambatan yang dihadapi oleh keluarga yang tinggal di lokasi geografis yang berbeda. Selain itu, penelitian ini juga menawarkan rekomendasi pragmatis untuk membina kohesi keluarga meskipun dalam kondisi terpisah jarak. Metodologi penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis komprehensif terhadap sumber-sumber yang memiliki reputasi baik, termasuk buku, jurnal, dan makalah ilmiah yang relevan dengan pokok bahasan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan dideskripsikan dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Penelitian ini mengkaji keyakinan-keyakinan dasar Islam (iman) yang membentuk fondasi yang kokoh bagi sebuah keluarga yang puas dan berkembang dalam kerangka keluarga sakinah. Fokus pada keseimbangan, wacana yang efisien, dan ajaran agama menjadi dasar untuk memahami dinamika dan kesulitan keluarga yang berjauhan secara geografis. Pada akhirnya, kerja sama dan partisipasi aktif dari setiap anggota keluarga tetap menjadi hal yang penting dalam menjaga keutuhan dan kesejahteraan keluarga, meskipun tinggal terpisah di lokasi yang berbeda.
PRENUPTIAL AGREEMENT: BETWEEN A RATIONAL NECESSITY OR A LACK OF CONFIDENCE IN MARITAL LIFE? Arif Sugitanata; Mofawg Masuwd; Arthie Amalia Rawzalgina
Tahiro : Journal of Peace and Religious Mederation Vol. 2 No. 2 (2025): Religious Moderation, Legal Frameworks, and Ecological Justice
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tahiro.v2i2.14780

Abstract

This study originates from the central research question as well as the primary objective, namely examining whether a prenuptial agreement is formulated as a rational necessity in navigating the dynamics of marriage or instead reflects a lack of confidence and trust within marital life. To address this focus, the research employs a literature review method with a qualitative approach, gathering journal articles and credible academic sources from Google Scholar, Scopus, ResearchGate, Garuda, and DOAJ. All data were analysed descriptively and analytically to map how the literature interprets the motivations behind the emergence of prenuptial agreements. The findings indicate that a prenuptial agreement cannot be categorised solely as either a necessity or an indication of distrust, but rather as a neutral legal instrument whose meaning is shaped by the couple’s context. From the perspective of necessity, this instrument becomes relevant when there are significant differences in asset ownership, economic complexity, or the need for legal certainty regulated through provisions such as the Civil Code, the Marriage Law, and Constitutional Court decisions. However, the literature also shows that its formulation may be triggered by emotional anxiety, past trauma, or fear of relationship failure, thus reflecting a limited sense of security and confidence in marital life. The scientific contribution of this study lies in its more focused explanation of the ambivalence surrounding the meaning of a prenuptial agreement, specifically whether it functions as a rational planning measure or instead mirrors internal doubt, while enriching previous studies that predominantly emphasised juridical normative, legal formal, as well as social and cultural dynamics.