Aviyah Asmaul Husna
Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERPRETATION AS A STUDY OF ACADEMISSION IN THE WEST ORIENTALIST PERSPECTIVE Rahman Hamid; Aviyah Asmaul Husna
Al-Mufassir: Jurnal Ilmu Alquran, Tafsir dan Studi Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : LPPM UMC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/amf.v6i1.5725

Abstract

The interpretation of religious scriptures is object study scientific that has been There is since First, interpretation to all books holy expected capable fulfil current developments over time as well need public in operate rule applicable religious rules in religious scriptures. Quite a difference clear Can We feel on period quite contemporary significant like classification and methodology interpretation in understand book text holy religion. One of factor main is centrality of scripture That Alone as is done by three religions viz Judaism, Christianity and Islam in the century classical and medieval, both Bible , Bible and Al-Qur'an. Scripture text has long been recognized by the whole world, especially religious adherents of the century mid, fine as source authority important in society, guidelines life nor as the norm has been agreed . Deep method study This use referring research library to secondary and primary data, then processed and served use method descriptive analysis. Based on data that has been analyzed, then can concluded that there is group orientalist who is pro with the text of the Koran even Lots from those who explain interpretation classic even study interpretation classic with methodology in the west with objective prove originality scripture text. There are also later ones study linguistics of the Qur'an with apply rule Arab That Alone even discussion related Language neither do languages outside the Qur'an they leave. Because there are many scholar Muslim or scholar east the middle has a bad stigma to study orientalist .
MUNASABAH DALAM TAFSIR SURAT AL-IKHLAS KARYA K.H. AHMAD YASIN BIN ASYMUNI Abdur Rahman Nor Afif Hamid; Muhammad Romadhon; Aviyah Asmaul Husna
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i1.200

Abstract

Kitab Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Ahmad Yasin bin Asymuni menawarkan pendekatan yang khas dengan penekanan pada aspek munasabah, yaitu hubungan antar ayat dalam surah tersebut. Sebagai ulama yang produktif, KH. Yasin menyajikan tafsir yang mendalam melalui analisis munasabah yang jarang ditemukan dalam tafsir Indonesia. Buku ini memiliki sistematika yang memudahkan pembaca memahami hubungan antar ayat Al-Qur'an, khususnya dalam konteks Surat al-Ikhlas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek munasabah dalam Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Yasin dan mengeksplorasi kontribusinya terhadap pengembangan tafsir di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, di mana data utama diperoleh dari kitab Tafsir Surat al-Ikhlas. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua jenis munasabah dalam Surat al-Ikhlas, yakni munasabah antar ayat dalam satu surah dan munasabah antar kata atau kalimat dalam satu ayat. Keunggulan tafsir ini terletak pada (a) penyajian penjelasan munasabah dalam bab terpisah, (b) penjelasan yang singkat namun jelas, dan (c) pengutipan munasabah dari dua tafsir yang berbeda, sehingga memperkaya cakupan dan kedalaman tafsir. KH. Yasin juga menjelaskan empat faedah, dua faedah pertama membahas hubungan antar ayat yang saling menguatkan, faedah ketiga menyoroti pendekatan surah dalam menangkal kemusyrikan dan ajaran teologi yang menyimpang, serta faedah keempat menegaskan kebenaran Allah dan pentingnya penggunaan kata "قل" untuk menegaskan kebenaran tersebut. Bagian kedua membahas aspek tasawuf dengan penjelasan mendalam tentang ketuhanan, serta menegaskan bahwa Allah tidak melahirkan, tidak dilahirkan, dan tidak ada yang serupa dengan-Nya.