Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHASA JAWA SERANG DAN JAWA MAUK PADA MASYARAKAT BANTEN Enawar Enawar; Agus Sulaeman; Achmad Suherman; Kim Dong Hoon
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.11822

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa Jawa Serang Kabupaten Serang dan Bahasa Jawa Mauk kecamatan di Mauk Kabupaten Tangerang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian analisis isi. Data penelitian ini yaitu tuturan bahasa Jawa Serang dan Jawa Mauk, sumber data penelitian ini yaitu masyarakat Kecamatan Mauk, Kresek, Kronjo, Gunung Kaler, Sukamulya dan Rajeg. Teknik pengambilan data yaitu dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian didapatakan bahasa Jawa Serang logatnya terlihat sangat kental, pengucapannya lebih dalam, dan sedikit lebih cepat dalam mengungkapkan kata-katanya. Terdapat perbedaan penggunaan kata tapi memiliki arti yang sama dalam penggunaan bahasa Jawa Serang dan Bahasa Jawa Mauk artinya sekarang, klawon-kon artinya sama, dipit-dingin artinya duluan bagi si penutur kedua, nganggo-nggo. Bahasa Jawa Serang dan Jawa Mauk saat ini masih digunakan oleh masyarakat kalangan pedesaan terutama masyarakat yang menetap di daerah pesisir pantai karena penggunaan bahasa Jawa ini memudahkan komunikasi antar Masyarakat.Kata Kunci : Bahasa Jawa Serang, Mauk Banten
Algorithmic folklore and cultural memory in Indonesia YouTube animated folk stories Mutiarani; Irpan Ali Rahman; Agus Sulaeman; Kim Dong Hoon
BAHASTRA Vol. 46 No. 3 (2026): BAHASTRA (in progress)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v46i3.2265

Abstract

This study examines the transformation of Indonesian folk tales into digital animation on YouTube as a cultural ecosystem shaped by narrative adaptation, cultural memory, and algorithmic logic. Although recent studies have addressed digital folklore, animation, cultural memory, and platform-based cultural production, these domains are often examined separately. This study therefore analyzes animated folk tales simultaneously as narrative adaptations, cultural memory texts, and algorithmically mediated content. Using a qualitative digital cultural text analysis design, the study focuses on two YouTube channels, Dongeng Kita and Gromore Studio Series. Data were analyzed through narrative, symbolic, and digital media ecology analysis by examining story structure, characters, cultural symbols, metadata, thumbnails, audience engagement, and distribution strategies. The findings show that Dongeng Kita represents a pedagogical adaptation model characterized by linear plots, simplified conflicts, explicit moral resolutions, and an orientation toward children and family audiences. In contrast, Gromore Studio Series employs a cinematic-visual model through 3D animation, mythological atmosphere, localized cultural symbols, and stronger visual dramatization. More importantly, YouTube functions not merely as a medium for preserving folklore but as a cultural infrastructure that reshapes cultural memory through audiovisual adaptation and algorithmic visibility. Thematic consistency, keyword use, compilation formats, thumbnail design, and audience engagement are associated with observable patterns of platform visibility and circulation Thus, Indonesian folk tales are selectively remediated and recirculated according to creative and platform logics. In Indonesian language and literature education, these adaptations can support literary appreciation, cultural literacy, multimodal literacy, and critical understanding of digital narrative transformation among contemporary student audiences.