Januar Heryanto
Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Metode Eklektik dan Mentoring untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Lisan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Erniwati Erniwati; Budi Haryono; Januar Heryanto; Ellen Jap
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 1 (2025): January 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.949

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kemampuan berbahasa Inggris lisan tenaga pendidik dan kependidikan di SMP Kr. MDC Surabaya yang disebabkan oleh rasa malu dan takut membuat kesalahan, anggapan bahwa bahasa Inggris susah untuk dipelajari serta pelatihan bahasa Inggris yang diberikan sebelumnya tidak efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa penggunaan metode eklektik dan mentoring dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris lisan tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah tersebut. Metode eklektik yang digunakan dalam penelitian ini merupakan gabungan dari teori behavioristik, teori kognitif, dan teori konstruktivistik. Selain itu, untuk mendukung ketiga teori tersebut peneliti juga menggunakan strategi Communicative Language Teaching dan Cooperative Language Learning. Peneliti juga menggunakan mentoring untuk meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri para subyek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), model Kemmis dan Mc Taggart, yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Hasil analisis dari perbandingan skor para subyek penelitian pada rubrik penilaian data awal, hasil akhir siklus 1 dan 2 menunjukkan adanya peningkatan skor para subyek, dimana skor Subyek DE dari 40 meningkat menjadi 60, Subyek NS dari 40 menjadi 63, Subyek FK dari 70 menjadi 83, dan Subyek YF dari 53 menjadi 73. Hal ini menunjukkan bahwa metode eklektik dan mentoring mampu meningkatkan skor keempat subyek penelitian.
Peningkatan Kualitas Instagram Sekolah untuk Menambah Engagement di Akun Instagram SMA Cita Hati School Surabaya Ekawati Purnomo; Budi Haryono; Januar Heryanto
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 1 (2025): January 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1267

Abstract

The presence of social media, especially Instagram, has become a crucial stage in efforts for promotion and engagement in educational institutions like SMA Cita Hati School Surabaya. The aim of this research is to investigate and enhance the quality of content posted on the school's Instagram account to achieve higher user engagement. The research method employed is an analysis with a qualitative approach. While content analysis has been conducted to understand trends and audience preferences, a participatory approach involves school stakeholders in designing strategies aligned with the values and goals of the educational institution. The research findings indicate that the Instagram account of SMA Cita Hati School Surabaya significantly enhanced interaction with its followers by improving the quality of visual and narrative content through well-planned engagement strategies. Based on information gathered and interviews with Instagram users, it was found that content focusing on school activities, student achievements, and special moments within the school community garnered more attention and engagement from followers. The practical impact of this research is to provide specific guidelines for school social media managers to optimize the use of Instagram as an effective communication tool. By understanding user preferences and implementing relevant strategies, schools can expand their communication reach, enhance their public image, and strengthen relationships within the school community. This study has shown positive results, the increase of the followers, engagements and reach numbers.