Jamaluddin
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Durasi dan Orientasi Penggunaan TikTok pada Aktivitas Non Akademik terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI SMAN 1 Narmada Fathimah Intan Athira; Jamaluddin; Heru Setiawan; Mohammad Liwa Ilhamdi
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i2.15018

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses perangkat pintar yang memicu ketergantungan media sosial yang berisiko menurunkan fokus serta capaian akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh durasi penggunaan media sosial TikTok terhadap hasil belajar Biologi siswa kelas XI SMAN 1 Narmada. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, yang melibatkan 72 responden dari dua kelas sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pelaksanaan tes pilihan ganda, kemudian dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok siswa berada pada kategori sedang (60,4%), namun didominasi oleh motif rekreatif dengan durasi aktivitas hiburan mencapai 3-4 jam per hari. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh negatif signifikan dimana nilai t hitung -2,868 > t tabel 1,994 dengan koefisien korelasi (R) 0,342 dan determinasi (R²) 0,105 yang berarti durasi penggunaan TikTok berkontribusi sebesar 10,5% terhadap hasil belajar. Hubungan negatif ini menegaskan bahwa semakin tinggi durasi TikTok untuk aktivitas non-akademik, maka semakin rendah hasil belajar Biologi siswa, sehingga diperlukan manajemen waktu untuk menjaga performa akademik siswa.
Sosialisasi Cara Penggunaan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Model Inquiry Based Science Learning (IBSL) Sebagai Sumber Belajar Inovatif Guru IPA Kabupaten Lombok Barat Agus Ramdani; Jamaluddin; I Putu Artayasa; Kiki Rizki Mulia; Muhammad Yustiqvar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.13062

Abstract

Media pembelajaran berbasis teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi perlu ditingkatkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Model IBSL (Inquiry Based Science Learning) sebagai sumber belajar inovatif Guru IPA Kabupaten Lombok Barat. Peserta diberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif mulai dari pembuatan draft media hingga menjadi media AR yang siap digunakan dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Koordinasi dengan semua pihak terkait; 2) Pelatihan tentang pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi; 3) Pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi oleh guru; 4) Focus Group Discussion (FGD) pada beberapa masalah yang terjadi, solusi dan rencana tindak lanjutnya. Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berhasil mencapai tujuannya. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan guru-guru MGMP IPA Kabupaten Lombok Barat dalam mengunakan media pembelajaran berbasis teknologi, khususnya E-Modul Augmented Reality (AR) dengan model IBSL. Guru-guru tidak hanya memahami konsep teoretis tetapi juga telah mampu secara praktis membuat draft hingga menghasilkan media AR yang siap digunakan di kelas. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kompetensi guru untuk mengembangkan sumber belajar inovatif.