Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Enhancing prospective teachers’ creative thinking skills: A study of the transition from structured to open inquiry classes Agus Ramdani; I Putu Artayasa; Muhammad Yustiqvar; Nina Nisrina
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v40i3.41758

Abstract

Creative thinking skills are considered to have a positive correlation with students’ academic achievement. Thus, they need to be developed through the learning process. To successfully develop these skills, an appropriate learning model is needed. This research aims to determine the improvement of the creative thinking skills of prospective teachers who learned using structured, guided, and open inquiries. This quasi-experimental research used an untreated control group design with pretest and posttest. A total sample of 118 students was selected and distributed into structured, guided, and open inquiry classes. The research instrument consisted of 18 creative thinking skill items applied to the pretest and posttest. The data analysis was performed using ANCOVA and LSD tests. The results show that the mean score of the open inquiry class was higher and significantly different compared to those of the other two classes. However, the mean scores of the two classes were not significantly different. Therefore, it can be concluded that the implementation of the open inquiry model led to a higher increase in creative thinking skills compared to those of the structured and guided inquiry models.
Sosialisasi Cara Penggunaan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Model Inquiry Based Science Learning (IBSL) Sebagai Sumber Belajar Inovatif Guru IPA Kabupaten Lombok Barat Agus Ramdani; Jamaluddin; I Putu Artayasa; Kiki Rizki Mulia; Muhammad Yustiqvar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.13062

Abstract

Media pembelajaran berbasis teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi perlu ditingkatkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Model IBSL (Inquiry Based Science Learning) sebagai sumber belajar inovatif Guru IPA Kabupaten Lombok Barat. Peserta diberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif mulai dari pembuatan draft media hingga menjadi media AR yang siap digunakan dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Koordinasi dengan semua pihak terkait; 2) Pelatihan tentang pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi; 3) Pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi oleh guru; 4) Focus Group Discussion (FGD) pada beberapa masalah yang terjadi, solusi dan rencana tindak lanjutnya. Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berhasil mencapai tujuannya. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan guru-guru MGMP IPA Kabupaten Lombok Barat dalam mengunakan media pembelajaran berbasis teknologi, khususnya E-Modul Augmented Reality (AR) dengan model IBSL. Guru-guru tidak hanya memahami konsep teoretis tetapi juga telah mampu secara praktis membuat draft hingga menghasilkan media AR yang siap digunakan di kelas. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kompetensi guru untuk mengembangkan sumber belajar inovatif.
Edukasi Penerapan Sains Dalam Kehidupan Sehari-Hari Bagi Siswa SMPN 17 Mataram Anindita SHM Kusuma; Rubiyatna Sakaroni; Ermia Hidayanti; Muhammad Yustiqvar; Yelly Fitri; Mezaluna M Shafa; Anggun SN Parhana; Aura PA Marchila; Nur Islamiyah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15494

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa SMPN 17 Mataram dalam mengaitkan konsep sains dengan kehidupan sehari-hari, akibat pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan dan kurang kontekstual, menjadi latar belakang utama kegiatan pengabdian ini. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, literasi sains, serta motivasi belajar siswa melalui edukasi penerapan sains dalam konteks nyata. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap: analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara, penyusunan program edukasi berbasis pendekatan kontekstual, pelaksanaan kegiatan berupa demonstrasi, eksperimen sederhana (seperti pembuatan es krim), serta diskusi interaktif, dan diakhiri dengan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang ditandai dengan kemampuan mereka menjelaskan kembali konsep IPA menggunakan contoh sehari-hari, serta munculnya sikap positif dan antusiasme tinggi, terutama dalam topik kesehatan, penghematan energi, dan pengelolaan lingkungan. Pembahasan menegaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik dan kontekstual mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kesadaran ilmiah siswa. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik sains di sekolah. Implikasi dari PkM ini adalah perlunya pengembangan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas dan metode yang lebih variatif sebagai strategi penguatan literasi sains di tingkat sekolah menengah pertama.
Analysis of the Implementation of Science Teaching Materials Based on Ecotourism Education at SMPN East Lombok Regency Yayuk Andayani; Abdul Syukur; Agus Ramdani; Muhammad Yustiqvar; Muntari; Nurhidayat Martin; Nanda Aulia Pratiwi
Journal of Educational Studies Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v4i1.3566

Abstract

Edu-ecotourism in the context of science learning is an educational approach that integrates the concept of ecotourism into the learning process, which offers an effective way to teach science material contextually, experience-based, and relevant to everyday life and can instill an attitude of caring for the environment around students, so that learning becomes more enjoyable and meaningful. However, the fact in the field is that there are still many schools that have not been able to implement edu-ecotourism-based science learning due to various obstacles including the availability of edu-ecotourism-based teaching materials and the lack of teacher knowledge about edu-ecotourism. From previous research, researchers have developed ecotourism/ethnoscience-based science teaching materials that connect community knowledge of the cultural products of the Sasak, Samawa and Mbojo tribes with chemistry or science materials, but have not been widely implemented in schools. Based on the role of edu-ecotourism in the context of science learning in schools is very important, the implementation of ecotourism-based science teaching materials is necessary. Therefore, the purpose of this study is to analyze the implementation of ecotourism-based science teaching materials at SMPN East Lombok Regency. This study uses a qualitative descriptive approach to describe the existing phenomena in depth regarding the implementation of ecotourism-based science teaching materials at SMPN East Lombok Regency, including the obstacles faced by teachers and students, as well as the learning experiences of students obtained after the learning. The research instrument was the research team with the help of questionnaires, observation sheets and interview guidelines. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and qualitative data were analyzed using an interactive model. The implementation of ecotourism-based science teaching materials went very well and was received positively by the majority of teachers. A total of 45 teachers actively tried to use at least two of the five teaching materials socialized in their classroom learning. The results of in-depth interviews with 15 teachers stated that the teaching materials used helped them bridge the gap between the theory in textbooks and the reality that exists in the students' environment. Teachers felt that abstract science concepts became easier for students to understand when they saw their direct application in their culture and local wisdom.
Pembelajaran Menggunakan Learning Management System berbasis Moodle pada Masa Pandemi Covid-19 Gunawan Gunawan; Agus Abhi Purwoko; Agus Ramdani; Muhammad Yustiqvar
Indonesian Journal of Teacher Education Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67434/ijte.v2i1.696

Abstract

Kemampuan argumentasi merupakan bagian dari komunikasi. Keterampilan komunikasi merupakan sebagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi yang menjadi tujuan utama Pendidikan abad 21. Pembekalan keterampilan ini penting dilakukan untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Pembekalan keterampilan abad 21 ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komputer, termasuk dalam pembelajaran bagi mahasiswa Magister Pendidikan IPA. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran adalah dengan mengembangkan Learning Management System (LMS) berbasis Moodle dalam perkuliahan di Pascasarjana. LMS adalah aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan dalam jaringan dan pembelajaran elektronik (e-learning). Tujuan akhir dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah model LMS berbasis Moodle yang dapat meningkatkan kemampuan argumentasi mahasiswa Magister Pendidikan IPA khususnya. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan, menggunakan model ADDIE yaitu: Analysis, Design, Develop, Implementation dan Evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terjadi peningkatan kemampuan argumentasi mahasiswa setelah diajarkan menggunakan LMS berbasis Moodledengan kriteria tinggi; 2) indikator kemampuan berpikir kritis yang pertama, ketiga dan keempat memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi, sedangkan indikator kedua nilai rata-rata lebih rendah dibandingkan indikator yang lain; 3) kemampuan argumentasi mahasiswi lebih tinggi daripada mahasiswa.
Ekowisata Mangrove Lembar Selatan: Tinjauan Sosial Ekonomi dan Pemanfaatan Ekologis dalam Mendukung Sustainable Circular Economy dan Pembelajaran IPA Kontekstual Abdul Gani; Ahmad Aris Arifin; Ahmad Fauzi; Muhammad Yustiqvar; Agil Al Idrus; A. Wahab Jufri
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.18407

Abstract

This study aims to analyze the ecological utilization of mangroves, examine the socio-economic aspects of the local community, and assess the relationship between these uses, conservation efforts, and the educational potential of the area. The urgency of the research lies in the need to integrate ecological utilization, socio-economic sustainability, and the application of a Sustainable Circular Economy, while simultaneously strengthening the role of mangrove ecotourism areas as sources of contextual science learning. The research employed a descriptive approach with data collected through structured in-depth interviews and questionnaires administered to 10 respondents. Data were analyzed using a mixed method, consisting of qualitative descriptive analysis for interview results and quantitative descriptive analysis for questionnaire data. The findings indicate that mangrove utilization is mainly limited to the collection of dead wood due to local regulations, while the exploitation of fauna (mollusks, crabs, and fish) is more dominant as a source of income. Community participation in conservation is relatively high, but knowledge regarding the medicinal benefits of mangroves remains low. These results highlight the need to strengthen sustainable, circular-economy-based utilization and to optimize the area as a source of contextual science learning.