Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI MANAJEMEN PRODUKSI DALAM KARYA FILM DOKUMENTER GARIS PELAKON - KEMENPAREKRAF Mahardiansyah Suhadi; Deri Hanafy Dahar
Jurnal Sains Manajemen Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Sains Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsm.v6i1.1590

Abstract

Film “GARIS PELAKON” adalah sebuah film pendek dengan penyajian dokumenter, yang memaparkan tentang keresahan regenerasi dalam pageleran seni pertunjukan wayang golek dari keluarga Sunarya dengan para keturunan penerusnya, keresahan bukan dari para pelaku industrif kreatif seni pagelaran wayang, tetapi regenerasi dari penikmat seni pagelaran wayang goleknya. Sudut pandang penelitian ini ditinjau dalam aspek strategi di balik layar manajemen produksi pada saat produksi film ini di produksi. Manajemen produksi yang dimaksud dalam proses syuting ini di bawah tanggung jawab produser syuting yang memegang seluruh kendali suatu proses syuting dari pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Proses manajemen produksi dalam film ini dimulai dari tahap pra-produksi sebagai tahap pertama perencanaan awal, produksi sebagaai tahap pelaksanaan shooting dan pasca-produksi, dimana tahap editing dilakukan.
MANAJEMEN KOMUNIKASI PRODUSER DALAM SISTEM PRODUKSI FILM DOKUMENTER “DAMASTEEL” KEMENDIKBUD Mahardiansyah Suhadi; Deri Hanafy
Jurnal Sains Manajemen Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Sains Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsm.v6i2.1834

Abstract

Film “DAMASTEEL” adalah sebuah film pendek dengan penyajian dokumenter, yang memaparkan tentang para pandai besi tradisional senjata golok dari Manonjaya, Kota Tasikmalaya. Film ini mengedepankan tentang sebuah keresahan para pandai besi pinggiran Kota Tasikmalaya yang mulai terlupakan oleh perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi, tentang bagaiman suatu proses karya seni dibuat dari lempengan besi tua hingga menjadi karya seni senjata golok yang memiliki nila estetika tersendiri bagi penikmatnya. Penelitian ini di adaptasi dari peran dan kepemimpinan produser dalam sistem suatu produksi film dokumenter, yang membahas perihal proses dalam setiap tahapan proses syuting mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca produksi, manajemen komunikasi dalam kepemimpinan menjadi fokus utama dalam penelitian ini, bagaimana peranan kepemimpinan dalam mengatur setiap proses syuting yang berlangsung pada produksi film ini, peran produser dalam memimpin suatu sistem yang tetap harus menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam suatu karya film sehingga dapat disajikan bagi khalayak luas dengan tetap mengedepankan pola komunikasi kepemimpinan.
Memaknai Fenomena #KaburAjaDulu di Tengah Doomscrolling Krisis Sosial: Studi Fenomenologi pada Mahasiswa Mahardiansyah Suhadi; Renaldi Permana; Sarah Jehan
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/fbj74k66

Abstract

ABSTRACT   This study aims to examine the meaning of the #KaburAjaDulu phenomenon among students amidst exposure to social crisis content on social media. The phenomenon of doomscrolling, which is the habit of continuously consuming negative content, has affected students using TikTok, Instagram, and X. This research employs purposive sampling and qualitative phenomenology. A study was conducted on ten students who are active social media users. After data was collected through in-depth interviews, digital recording, and social media observation, it was then analysed using Thematic Analysis (Braun & Clarke, 2006). According to the research findings, KaburAjaDulu is regarded as a form of digital escapism, symbolic resistance, and an expression of socio-political dissatisfaction. This hashtag also helps alleviate fatigue when interacting in the virtual world. KaburAjaDulu is a communication style arising from digital fatigue and the social crises currently facing society. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan fenomena #KaburAjaDulu oleh mahasiswa di tengah paparan konten krisis sosial di media sosial. Fenomena doomscrolling, yang merupakan kebiasaan mengonsumsi konten negatif secara terus-menerus, telah mempengaruhi mahasiswa yang menggunakan TikTok, Instagram, dan X. Penelitian ini menggunakan sampling purposive dan fenomenologi kualitatif. Sebuah studi dilakukan pada sepuluh mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial. Setelah data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pencatatan digital, dan observasi media sosial, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Tematik (Braun & Clarke, 2006). Menurut hasil penelitian, KaburAjaDulu dianggap sebagai bentuk escapism digital, perlawanan simbolis, dan ekspresi ketidakpuasan sosial-politik. Tagar ini membantu mengurangi kelelahan saat berinteraksi di dunia maya juga. KaburAjaDulu adalah gaya komunikasi yang berasal dari kelelahan digital dan krisis sosial yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.