Peningkatan produksi kedelai melalui teknik induksi mutasi menggunakan untuk memperoleh tanaman tinggi protein adalah penggunaan mutasi kimia Dietil Sulfat (DES). Penggunaan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan danĀ dapat menjadi salah satu solusinya untuk pemanfaatan limbah sawit sebagai unsur hara dan menjaga kelembaban tanah melalui mekanisme mengurangi penguapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dietil Sulfat dan penggunaan Mulsa Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap peningkatan produksi kedelai (Glycine max L.). Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai September 2023, di lahan agro pertanian Universitas Pembinaan Masyarakayat Indonesia (UPMI), Jl. Balai Desa Marindal II Pasar 12 Medan. Percobaan diatur dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan perlakuan induksi Dietil Sulfat (D0, D1 dan D2) masing-masing konsentrasi (0; 0,05%; dan 0,01%) dan perlakuan mulsa organik Tandan Kosong Kelapa Sawit (M0, M1 dan M2) masing masing sebesar (0; 5 kg/plot; dan 10 kg/plot) diulang tiga kali setiap perlakuan. Hasilnya terlihat bahwa tanaman kedelai diinduksi Dietil Sulfat berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, umur berbunga, bobot biji persampel, bobot 100 biji pada konsentrasi sebesar 0,01% dengan lama perendaman 4 jam. Pemberian mulsa organik TKKS berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, umur berbunga, bobot biji persampel, dan bobot 100 biji dengan dosis 10 kg/plot. Interaksi kedua kombinasi perlakuan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah polong persampel, dan bobot 100 biji. Kombinasi perlakuan yaitu D2M2 (0,01% dengan 4 jam perendaman + 10 kg/plot) diduga respon dari kedua perlakuan tersebut mampu secara bersamaan dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai.