Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Budaya Politik Pemuda Batak Di Gereja HKBP Simpang Marindal : (Studi Terhadap Partisipasi Politik Pilpres 2024) Adelina Sitanggang; Bertania Permata Sari; Dyna M.T Pasaribu; Fahrysyah Aulya; Mhd. Iraqi Fauzi; Mira Cahya; Nur Hidayah Hasibuan; Prayetno Prayetno
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v2i3.3747

Abstract

This research aims to understand the political culture of Batak youth at the HKBPSimpang Marindal Church and how this political culture influences youth political participation in the 2024 presidential election. This research was conducted by analyzing the values, beliefs, norms and political practices of the younger generation in Batak society . The research method used is a descriptive method with data collection through questionnaires and documentation, as well as qualitative data analysis. The results of the research show that the political culture of Batak youth at the HKBPSimpang Marindal Church has a significant influence on youth political participation in the 2024 presidential election. The values ​​and norms adhered to by Batak youth in the context of the church influence their attitudes towards politics, trust in political institutions, preferences for candidates or political parties, as well as their involvement in political activities such as campaigns and voting. This research provides in-depth insight into how the young Batak generation is involved in the political process and how their political cultural factors influence political participation in the 2024 presidential election. The results of this research can be an important basis in understanding the role of youth in developing democracy in Indonesia.
Edukasi Upaya Pencegahan Bullying Dengan Menggunakan Teknik Bimbingan Kelompok Home Room Di Lingkungan Sekolah SMK Negeri 10 Medan Bertania Permata Sari; Fahrysyah Aulya; Adelina Sitanggang; Mira Cahya; Abdinur Batubara
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v2i3.3751

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of home room group guidance techniques in providing education and efforts to prevent bullying in the school environment at SMK Negeri 10 Medan. The method used is a qualitative method with a descriptive-analytic approach, collecting data through interviews with students and teachers, as well as observations in the school environment. The research results show that the home room group guidance technique is effective in increasing students' and teachers' understanding of bullying, as well as helping them develop the ability to overcome bullying. This technique can facilitate in-depth discussion and reflection about various forms of bullying, its impact, and prevention strategies. In addition, home room group guidance also helps build more positive relationships between students, as well as between students and teachers, thereby creating a school environment that is more conducive to preventing bullying. Thus, this research concludes that the home room group guidance technique is an effective strategy for providing education and efforts to prevent bullying in the school environment. It is hoped that this research can contribute to the development of more effective strategies in preventing bullying in schools.
Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Dikalangan Siswa Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di SMK Negeri 10 Medan Adelina Sitanggang; Bertania Permata Sari; Fahrysyah Aulya; Mira Cahya Hendra; Kurnia Pulungan
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v2i3.3787

Abstract

This research aims to determine the phenomenon that occurs in the students' environment when using slang becomes a habit and daily language and the impact on students at SMK Negeri 10 Medan by not using good and correct Indonesian. The sample sampling in this mini research is students who use slang and are not good at speaking Indonesian well and describe the characteristics of the research population. This type of research is qualitative, namely a qualitative data analysis method that clarifies situations experienced in everyday life. The results of this research can be concluded that the existence of slang is certainly very detrimental to the existence of the Indonesian language. They found that slang can be used comfortably among them. This is considered to be a characteristic that differentiates it from other groups among students.
Politik Kewargaan Etnis Batak Toba Di Aceh Tenggara Dalam Konteks Keistimewaan Aceh Bertania Permata Sari; Budi Ali Mukmin Sarumpaet; Sri Hadiningrum; Windawati Pinem; Mangido Nainggolan
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 7 No 2 (2026): JAPS Agustus Sedang Berlangsung
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian mengenai politik kewargaan kelompok etnis minoritas, khususnya Etnis Batak Toba di Kabupaten Aceh Tenggara yang hidup dalam konteks Keistimewaan Aceh dengan penerapan Syariat Islam. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih berfokus pada konflik Aceh dan dinamika politik kelompok mayoritas, sehingga pengalaman kewargaan Etnis Batak Toba sebagai kelompok minoritas belum banyak dikaji. Kondisi tersebut mendorong penelitian ini untuk memahami bagaimana Etnis Batak Toba mempertahankan identitas budaya sekaligus memperoleh pengakuan, perlindungan hak, dan ruang partisipasi sebagai warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik politik kewargaan yang dilakukan oleh Etnis Batak Toba dalam mempertahankan identitas budaya dan eksistensi sosial-politik serta mengkaji strategi politik kewargaan yang dilakukan dalam menghadapi penerapan Syariat Islam sebagai keistimewaan Provinsi Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap masyarakat Etnis Batak Toba, kepala desa, anggota DPRD, dan jurnalis yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis studi kasus Robert K. Yin dengan bantuan perangkat lunak ATLAS.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik kewargaan Etnis Batak Toba diwujudkan melalui tiga pendekatan utama. Pertama, membangun keselarasan praktik budaya dengan nilai-nilai Syariat Islam, seperti menyesuaikan pelaksanaan pesta adat dengan waktu ibadah umat Islam serta menyediakan makanan halal bagi tamu Muslim. Kedua, memanfaatkan modal sosial berbasis sistem kekerabatan (marga) untuk memperkuat solidaritas internal sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat sekitar. Ketiga, berpartisipasi aktif dalam politik formal melalui penggunaan hak pilih dan keterwakilan dalam lembaga legislatif daerah. Strategi tersebut memungkinkan Etnis Batak Toba tetap mempertahankan identitas budayanya sekaligus memperoleh pengakuan sosial, hukum, dan politik di tengah masyarakat Aceh Tenggara. Kesimpulannya, politik kewargaan Etnis Batak Toba merupakan bentuk negosiasi kewargaan yang dinamis melalui proses adaptasi, penghormatan terhadap nilai-nilai lokal, dan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial maupun politik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kelompok minoritas dengan penerapan Syariat Islam tidak selalu menimbulkan konflik, tetapi dapat membentuk kehidupan yang harmonis melalui pengakuan, kerja sama, dan penghormatan terhadap keberagaman.