Studi pemanfaatan data hujan untuk analisis ketersediaan air adalah sebuah konsep yang digunakan untuk menggambarkan keseimbangan masuk dan keluarnya air. Perhitungan data hujan untuk analisis ketersediaan air Sungai Marisa, Sungai Taluduyunu dan Sungai Botudulanga di Kota Marisa, Kabupaten Pohuwatu, Provinsi Gorontalo, sangat diperlukan untuk memeriksa keteraediaan air karena air sangat berdampak terhadap lingkungan dan keberlanjutan wilayah tersebut. Sebab sungai memiliki peran vital dalam ekosistem dan kehidupan masyarakat, terutama masyarakat Kota Marisa. Untuk itu, dalam studi ini dilakukan analisis untuk memberikan gambaran bagiamana ketersediaan air dapat membantu perencanaan wilayah di masa depan. Tujuan dari studi ini adalah untuk menghitung ketersediaan air pada Sungai Marisa, Sungai Taluduyunu dan Sungai Botudulanga dengan menggunakan pendekatan numerikal dari data data hujan satellite Power/MERRA2 untuk digunakan dalam perencanaan penggunaan air di masa depan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa data curah hujan satelite POWER/MERRA2 dapat digunakan pada wilayah-wilayah yang tidak terdapat data pencatatan curah hujan. Hal ini terlihat dari hasil korelasi antara data curah hujan satelite dan data curah hujan ground station yaitu 0.996939 dengan nilai RMSE 10,93. Hasil analisis ketersediaan air pada DAS Marisa diperoleh Q30 = 45,62 m3/s, Q50 = 30,58 m3/s, Q80 = 14,00 m3/s dan Q95 = 8,39 m3/s.