The high number of young people who fall into drug abuse poses a serious threat to Indonesia. High curiosity and a desire to try, with a lack of understanding of the impact in the future, make children vulnerable to falling into drug abuse. Therefore a simulation-based learning space is needed as a way of prevention. These simulation spaces allow adolescents to experience a realistic drug-user-like experience with scenario programming without the actual risks associated with abuse. so that teenagers can understand the impact, help reduce curiosity, and make children aware of the prevention of falling into danger related to drug abuse. The method used in this research is a qualitative descriptive method aimed at describing and explaining the artificial situation, paying more attention to the characteristics, quality, and interrelationships of the activity space and the situation in which drug addicts interact. Based on the research results, the drug simulation room needs adjustments to the lives of drug users and observation of where drug users interact so that it can become a reference for the background atmosphere that will be realized in the space to be created. Therefore, it is necessary to pay attention to the basics of designing space simulations to ensure the effectiveness of the results. Keywords: drugs; education; prevention; simulation; space Abstrak Tingginya jumlah anak muda yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba menimbulkan ancaman serius bagi bangsa Indonesia. Keingintahuan yang tinggi dan keinginan untuk mencoba-coba, ditambah dengan kurangnya pemahaman akan dampaknya di masa depan, membuat anak-anak rentan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Maka dari itu diperlukan ruang pembelajaran berbasis simulasi sebagai bentuk pencegahan. Ruang simulasi ini memungkinkan remaja untuk mengalami pengalaman yang mirip dengan pengguna narkoba secara realistis dengan program yang sudah diskenariokan, tanpa risiko sebenarnya yang terkait dengan penyalahgunaan. sehingga remaja dapat memahami dampak dan untuk membantu meredam rasa ingin tahu dan menyadarkan anak-anak sebagai pencegahan terjerumusnya dalam bahaya terkait penyalahgunaan narkoba. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan situasi suasana yang ada bersifat rekayasa, lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, dan keterkaitan ruang kegiatan dan situasi tempat pecandu narkoba berinteraksi. Berdasarkan hasil penelitian, ruang simulasi narkoba perlu ada penyesuaian kehidupan pengguna narkoba dan mengobservasi tempat pengguna narkoba berinteraksi sehingga dapat menjadi acuan suasana latar yang akan direalisasikan pada ruang yang akan dibuat. Oleh sebab itu perlu memperhatikan dasar – dasar perancangan ruang simulasi guna memastikan kefektifan hasilnya