Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kapuas Hulu Desta Ovilini; Paskalia Kartini
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 2 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/covalue.v15i2.4602

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan guna memahami beragam informasi yang berhubungan terhadap UMKM dengan basis perekonomian kreatif pada Kabupaten Kapuas Hulu. UMKM yang memakai strategi inovatif dinilai dapat menggembangkan SDM dibekali keilmuan, daya kreatif, inovasi, serta dapat menggembangkan ketrampilan yang dipunyai pada pekerjaan. Pada studi berikut UMKM tersebut Kabupaten Kapuas Hulu telah sukses memperoleh kategori Best of the Best dalam Inacraft Award periode 2022. Tetapi, UMKM kain tenun sidan berikut lebih banyak digemari bangsa tetanggan Malayasi dibanding pada Indonesia. Studi berikut memakai teknik kualitatif, melalui data primer yang didapatkan melalui pelaksana UMKM kain tenun sidan. Data sekunder didapatkan melalui Dinas UMKM. Perolehan studi menampilkan bahwasanya UMKM kreatif pada Kapuas Hulum mendapati permasalahan pada pengembangan bisnisnya. Perihal tersebut merujuk kepada kain tenun sidan yang lebih banyak digemari bangsa Malyasia dibanding Indonesia dikarenakan kain tenun sidan yang berasalkan melalui beragam perbatasan Indonesia serta Malayasia daerah Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Hingga UMKM kain tenun sidan berikut tidaklah begitu laku pada pasar domestik, serta bisa saja diminta Malaysia untuk diproduksi. Permasalahan yang ditemui UMKM kreatif pada Kapuas Hulu ialah permasalahan pemasaran serta HAKI. UMKM dengan basis ekonomi kreatif memerlukan birokrasi melalui beragam pihak guna meraih kemajuan pada sektor koperasih. Bukanlah sekedar pemerintahan serta UMKM saja yang memiliki peran pada perihal berikut, namun juga khalayak mesti ikut serta.
Analisis Pelayanan dalam Pembuatan NPWP di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak Timur Desiana Dian Malasari; Desta Ovilini
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i10.1739

Abstract

Tuntutan terhadap peningkatan pelayanan publik yang baik dan memuaskan kepada masyarakat menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Instansi-instansi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat sudah seharusnya dituntut untuk memberikan pelayanan prima.  Adapun tujuan dalam penelitian sesuai dengan permasalahan yang dikemukakan dan pembatas masalah antara lain, untuk mengetahui tanggapan masyarakat mengenai pelayanan pembuatan NPWP di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak Timur, untuk mengetahui kendala dalam meningkatkan pelayanan pembuatan NPWP di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak Timur, untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pelayanan pembuatan NPWP di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak Timur. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu prosedur pemecahan masalah yang akan diselidiki dengan menggambarkan atau memikirkan keadaan yang nyata dari subjek penelitian berdasarkan fakta yang tampak sebagaimana adanya, berhubungan dengan pelayanan pembuatan NPWP. Berdasarkan hasil penelitian terhadap analisis kualitas pelayanan dalam pembuatan NPWP di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak Timur, peneliti menarik kesimpulan : tanggapan masyarakat mengenai kualitas pelayanan dalam pembuatan NPWP di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak Timur dengan keramahan, kejujuran, ketelitian dan kecepatan pegawai adalah puas, kendala-kendala yang dihadapi dalam pembuatan NPWP di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak Timur yaitu kendala internal dan eksternal. Kendala internal meliputi jumlah SDM yang terbatas dibandingkan dengan jumlah wajib pajak yang ditangani. Sedangkan kendala eksternal yang dihadapi adalah peraturan perpajakan yang sering berubah-ubah dan tingginya jumlah pendaftaran NPWP.