Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor–faktor yang mempengaruhi Financial Distress (Studi pada Perusahaan Properties and Real Estate Sub Sector Real Estate Management and Development yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahu 2020–2023) Haryanti Pandiangan; Lutfi Alhazami
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 4 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/covalue.v15i4.4708

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, Financial distress telah menjadi isu sentral dalam studi keuangan perusahaan, terutama di sektor properti dan real estat. Financial distress mengacu pada kondisi di mana perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban keuangannya, yang dapat menyebabkan kebangkrutan.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris faktor–faktor yang mempengaruhi Financial distress pada Perusahaan Properties and Real Estate Sub Sector Real Estate Management and Development. Penelitian ini diuji dengan tiga variable independen yaitu Leverage (Debt to Equity Ratio), Likuiditas (Current Ratio), dan Cash Flow (Operating Cash Flow) dengan menggunakan Teknik purposive sampling penulis memilih 55 perusahaan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan analisis data panel yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan selama 4 tahun. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan bantuan aplikasi Eviews 12. Hasil penelitian menemukan bahwa Variabel Leverage (Debt to Equity Ratio) dan Likuiditas (Current ratio) mempunyai pengaruh signifikan terhadap Financial distress. Sedangkan Cash Flow (Operating Cash Flow) tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial distress. Hasil Koefisien Determinasi menunjukkan nilai Adjusted R-squared sebesar 0,67% artinya bahwa variable independen dapat menjelaskan variable dependen sebesar 67% sedangkan sisanya 33% dijelaskan oleh variable lain yang tidak terdapat dalam model. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa manajemen leverage dan likuiditas memiliki peran yang lebih dominan dalam mencegah Financial distress pada perusahaan properti dan real estat. Oleh karena itu, pengelolaan yang hati-hati terhadap dua faktor tersebut sangat penting untuk mengurangi risiko keuangan perusahaan.
Meningkatan Efektifitas Green Supply Chain pada Industri Inovatif kreatif Lutfi Alhazami; Wenny Desty Febrian; Vina
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mendukung penerapan rantai pasok hijau di kalangan perusahaan kecil dan menengah, khususnya perusahaan Alat Penangkap Ikan Kecil (APIK) di Indonesia. Banyak pelaku usaha mikro dan kecil berperan dalam sektor manufaktur, namun masih terbatas dalam mengadopsi praktik ramah lingkungan. Penelitian ini mengkaji bagaimana keselarasan tujuan antarmitra, komitmen terhadap kerja sama jaringan, dan pola pengambilan keputusan memengaruhi efektivitas rantai pasok hijau. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif terhadap 140 pemilik perusahaan APIK, dengan analisis data menggunakan pendekatan model persamaan struktural (SEM) PLS. Hasil menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan penerapan rantai pasok hijau. Temuan ini menunjukkan bahwa selain kapasitas teknis, aspek sosial dan manajerial juga penting dalam transisi ke praktik berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan kerangka pemahaman yang dapat digunakan oleh pelaku kebijakan dan asosiasi industri untuk merancang program pendampingan yang lebih efektif dalam mendorong keberlanjutan di sektor UMKM.