Amir, Muhammad
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESEHATAN KERJA: PERSPEKTIF BUDAYA ORGANISASI Amir, Muhammad
Indigenous Vol. 4, No. 2, November 2000
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.4774

Abstract

Tulisan ini merupakan respon dari rubrik “kronika” dalam media informasi “Etoss” yang diterbitkan oleh Biro Administrasi Umum (BAU) UMS. Dalam kronika tersebut yang mengetengahkan hasil penelitian mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan judul : PENGENDALIAN KERUGIAN- AKIBAT KEMANGKIRAN yang tampil-ulangkan (secara ringkas) oleh Sam (?). sebagaimana harapan dari Sam sendiri, bahwa UMS sebagai lembaga pendidikan masih perlu menerima masukan baik berupa kritik maupun saran, demi kebaikan UMS itu sendiri, tentunya. Hanya saja kritik dan saran diharapkan proporsional, bila tidak proporsional maka perlu diabaikan. Menurut editor, biasanya, kritik atau saran yang tidak proporsional tidak bisa mengambil solusi, tapi hanya asal kritik dan justru mengarah pada pencarian kesalahan atau kelemahan orang lain saja, demikian ungkapnya Penulis disini berusaha mendiskripsikan dari sudut pandang akademis semata, yaitu dari sudut pandang Psikologis, Psikologi Industri dan Organisasi dan terbatas pada budaya organisasi.
KONFLIK TANETE DENGAN BELANDA DI SULAWESI SELATAN 1824 Amir, Muhammad
Jnana Budaya: Media Informasi dan Publikasi Sejarah dan Nilai Tradisional Vol 19, No 2 (2014): Edisi Agustus 2014
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.474 KB)

Abstract

Kajian ini bertujuan mengungkap dan menjelaskan konflik antara Kerajaan Tanete dengan pemerintah kolonial Belanda 1824. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang menjelaskan suatu persoalan berdasakan perspektif sejarah. Prosedurnya terdiri atas heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dalam bentuk kisah. Hasil kajian menunjukkan bahwa benih-benih konflik yang telah tumbuh sejak zaman VOC, kembali bergolak ketika Belanda kembali dan mulai menata kedudukan dan kekuasaan pemerintahan kolonialnya di Sulawesi Selatan. Oleh karena Belanda bukan hanya mendesak Tanete untuk melepaskan kekuasaan atas daerah-daerah yang diduduki, seperti Segeri, Labbakang, Pangkajene, dan Maros, tetapi pemerintah kolonial Belanda juga memaksakan pembaharuan Kontrak Bungaya kepada Tanete. Penolakan Tanete atas semua tuntutan itu, mendorong Gubernur Jenderal Van der Capellen memutuskan untuk melancarkan ekspedisi militer terhadap Tanete. Meskipun Tanete memberikan perlawanan atas serangan itu, namun mereka akhirnya harus menerima kenyataan tunduk di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda.