Jnana Budaya
Vol 19, No 2 (2014): Edisi Agustus 2014

KONFLIK TANETE DENGAN BELANDA DI SULAWESI SELATAN 1824

Amir, Muhammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Mar 2017

Abstract

Kajian ini bertujuan mengungkap dan menjelaskan konflik antara Kerajaan Tanete dengan pemerintah kolonial Belanda 1824. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang menjelaskan suatu persoalan berdasakan perspektif sejarah. Prosedurnya terdiri atas heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dalam bentuk kisah. Hasil kajian menunjukkan bahwa benih-benih konflik yang telah tumbuh sejak zaman VOC, kembali bergolak ketika Belanda kembali dan mulai menata kedudukan dan kekuasaan pemerintahan kolonialnya di Sulawesi Selatan. Oleh karena Belanda bukan hanya mendesak Tanete untuk melepaskan kekuasaan atas daerah-daerah yang diduduki, seperti Segeri, Labbakang, Pangkajene, dan Maros, tetapi pemerintah kolonial Belanda juga memaksakan pembaharuan Kontrak Bungaya kepada Tanete. Penolakan Tanete atas semua tuntutan itu, mendorong Gubernur Jenderal Van der Capellen memutuskan untuk melancarkan ekspedisi militer terhadap Tanete. Meskipun Tanete memberikan perlawanan atas serangan itu, namun mereka akhirnya harus menerima kenyataan tunduk di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

Jnana

Publisher

Subject

Description

Jnana Budaya merupakan seri penerbitan Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, NTB, NTT. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun. Jnana Budaya merupakan sebuah wadah untuk memberikan ruang dalam menyampaikan gagasan ataupun bersifat informasi berkaitan ...