Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN INCREMENTAL LAUNCHING METHOD PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN BENTANG PANJANG Muchlis, Basuki; Cahyadi, Demy Yuni
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v10i1.7646.29-44

Abstract

Abstract Incremental Launching Method (ILM) is a construction method that is widely used in bridge construction, especially for long-span bridges. This method allows the construction of the bridge in stages, by attaching and sliding portions of the bridge structure into their final positions. This study describes the procedure for implementing the Incremental Launching Method for bridge construction. Apart from that, several examples of suspension bridges whose construction process used the Incremental Launching Method are also described. The examples of bridges and the Incremental Launching Method described in this study show that the construction of a bridge can be carried out efficiently, safely, and securely. In addition, negative impacts during the bridge construction process can be minimized. Keywords: Incremental Launching Method; bridge; construction methods; bridge construction Abstrak Incremental Launching Method (ILM) adalah suatu metode konstruksi yang banyak digunakan dalam pembangunan jembatan, terutama untuk jembatan yang memiliki bentang panjang. Metode ini memungkinkan pembangunan jembatan secara bertahap, dengan melekatkan dan meluncurkan sebagian struktur jembatan ke posisinya akhir. Pada studi ini diuraikan prosedur penerapan Incremental Launching Method untuk pembangunan jembatan. Selain itu, diuraikan juga beberapa contoh jembatan gantung yang pada proses konstruksinya menggunakan Incremental Launching Method. Contoh-contoh jembatan dan Incremental Launching Method yang diuraikan pada kajian ini menunjukkan bahwa pembangunan suatu jembatan dapat dilakukan secara efisien, aman, dan selamat. Selain itu, dampak negatif selama proses pembangunan jembatan dapat diminimalkan. Kata-kata kunci: Incremental Launching Method; jembatan; metode konstruksi; pembangunan jembatan
PELUANG PENGGUNAAN KONSTRUKSI BAJA UNTUK JEMBATAN BENTANG PANJANG DAN TEROWONGAN BAWAH LAUT Muchlis, Basuki
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9063.17-26

Abstract

Abstract Steel material has an important role in the development of construction technology. High tensile strength, durable, and lighter than concrete, makes steel structures widely used in the construction of transportation infrastructure, especially for long-span bridges and underwater tunnels. In this study, the opportunities for using steel construction for use in the construction of long-span bridges, namely cable stayed bridges or cable suspension bridges, and in underwater tunnels are examined. This study shows that the choice of long-span bridge type or technology is largely determined by local conditions and the planned bridge span length. The use of steel tubes for underwater tunnel construction can be an alternative for use in the construction of underwater tunnels to be built in the new capital city of Indonesia. Keywords: steel; long span bridges; cable stayed bridge; cable suspension bridge; underwater tunnel Abstrak Material baja memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi konstruksi. Kuat tarik tinggi, tahan lama, dan lebih ringan dibandingkan dengan beton, membuat struktur baja digunakan secara luas dalam pembangunan infrastruktur transportasi, khususnya untuk jembatan bentang panjang dan terowongan bawah laut. Pada studi ini dikaji peluang penggunaan konstruksi baja untuk digunakan pada konstruksi jembatan bentang panjang, yaitu jembatan pancang atau jembatan gantung, dan pada terowongan bawah laut. Studi ini menunjukkan bahwa pemilihan tipe atau teknologi jembatan bentang panjang sangat ditentukan oleh kondisi setempat dan panjang bentang jembatan yang direncanakan. Penggunaan tabung baja untuk konstruksi terowongan bawah laut dapat menjadi salah satu alternatif untuk digunakan dalam pembangunan terowongan bawah laut yang akan dibangun di Ibu Kota Nusantara. Kata-kata kunci: baja; jembatan bentang panjang; jembatan pancang; jembatan gantung; saluran bawah laut
PENERAPAN INCREMENTAL LAUNCHING METHOD PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN BENTANG PANJANG Muchlis, Basuki; Cahyadi, Demy Yuni
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v10i1.7646.29-44

Abstract

Abstract Incremental Launching Method (ILM) is a construction method that is widely used in bridge construction, especially for long-span bridges. This method allows the construction of the bridge in stages, by attaching and sliding portions of the bridge structure into their final positions. This study describes the procedure for implementing the Incremental Launching Method for bridge construction. Apart from that, several examples of suspension bridges whose construction process used the Incremental Launching Method are also described. The examples of bridges and the Incremental Launching Method described in this study show that the construction of a bridge can be carried out efficiently, safely, and securely. In addition, negative impacts during the bridge construction process can be minimized. Keywords: Incremental Launching Method; bridge; construction methods; bridge construction Abstrak Incremental Launching Method (ILM) adalah suatu metode konstruksi yang banyak digunakan dalam pembangunan jembatan, terutama untuk jembatan yang memiliki bentang panjang. Metode ini memungkinkan pembangunan jembatan secara bertahap, dengan melekatkan dan meluncurkan sebagian struktur jembatan ke posisinya akhir. Pada studi ini diuraikan prosedur penerapan Incremental Launching Method untuk pembangunan jembatan. Selain itu, diuraikan juga beberapa contoh jembatan gantung yang pada proses konstruksinya menggunakan Incremental Launching Method. Contoh-contoh jembatan dan Incremental Launching Method yang diuraikan pada kajian ini menunjukkan bahwa pembangunan suatu jembatan dapat dilakukan secara efisien, aman, dan selamat. Selain itu, dampak negatif selama proses pembangunan jembatan dapat diminimalkan. Kata-kata kunci: Incremental Launching Method; jembatan; metode konstruksi; pembangunan jembatan
PELUANG PENGGUNAAN KONSTRUKSI BAJA UNTUK JEMBATAN BENTANG PANJANG DAN TEROWONGAN BAWAH LAUT Muchlis, Basuki
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i1.9063.17-26

Abstract

Abstract Steel material has an important role in the development of construction technology. High tensile strength, durable, and lighter than concrete, makes steel structures widely used in the construction of transportation infrastructure, especially for long-span bridges and underwater tunnels. In this study, the opportunities for using steel construction for use in the construction of long-span bridges, namely cable stayed bridges or cable suspension bridges, and in underwater tunnels are examined. This study shows that the choice of long-span bridge type or technology is largely determined by local conditions and the planned bridge span length. The use of steel tubes for underwater tunnel construction can be an alternative for use in the construction of underwater tunnels to be built in the new capital city of Indonesia. Keywords: steel; long span bridges; cable stayed bridge; cable suspension bridge; underwater tunnel Abstrak Material baja memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi konstruksi. Kuat tarik tinggi, tahan lama, dan lebih ringan dibandingkan dengan beton, membuat struktur baja digunakan secara luas dalam pembangunan infrastruktur transportasi, khususnya untuk jembatan bentang panjang dan terowongan bawah laut. Pada studi ini dikaji peluang penggunaan konstruksi baja untuk digunakan pada konstruksi jembatan bentang panjang, yaitu jembatan pancang atau jembatan gantung, dan pada terowongan bawah laut. Studi ini menunjukkan bahwa pemilihan tipe atau teknologi jembatan bentang panjang sangat ditentukan oleh kondisi setempat dan panjang bentang jembatan yang direncanakan. Penggunaan tabung baja untuk konstruksi terowongan bawah laut dapat menjadi salah satu alternatif untuk digunakan dalam pembangunan terowongan bawah laut yang akan dibangun di Ibu Kota Nusantara. Kata-kata kunci: baja; jembatan bentang panjang; jembatan pancang; jembatan gantung; saluran bawah laut
PEMBANGUNAN JEMBATAN BENTANG PANJANG DI INDONESIA (Studi Kasus: Jembatan Bentang Panjang Pulau Balang) Muchlis, Basuki
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/h6x14j88

Abstract

Abstract A long-span bridge is a bridge with a very wide distance between pillars. This type of bridge is very much needed in Indonesia, because it plays a vital role in connecting the archipelago regions in Indonesia and speeding up land transportation, reducing logistics costs, supporting regional economic growth, and facilitating the distribution of goods and tourism connectivity. Many long-span bridges have been built in Indonesia, but the type of structure chosen needs to consider technical, non-technical, and cost aspects. In principle, there are three challenges in the construction of long-span bridges, namely: (1) technical and structural challenges, (2) challenges related to logistics and location, and (3) non-technical and social challenges. Based on observations made on the Balang Island Bridge Construction Project, this study shows that the main technical and structural challenges during the construction of the Balang Island Bridge are the condition of the waters in the Balikpapan Strait with strong currents and the need for large-diameter deep foundations to withstand extreme loads from waves, wind, and earthquakes. In addition, there are challenges related to the procurement of materials from outside Kalimantan Island and the need for multi-agency coordination to expedite the construction process. Meanwhile, non-technical and social challenges relate to land acquisition, local social and economic impacts, environmental issues, and bridge operations and governance. Keywords: bridge; long-span bridge; bridge construction; land acquisition Abstrak Jembatan bentang panjang merupakan suatu jembatan dengan jarak antarpilar yang sangat lebar, Jembatan seperti ini sangat dibutuhkan di Indonesia, karena berperan vital dalam menghubungkan wilayah kepulauan yang terdapat di Indonesia serta mempercepat transportasi darat, menekan biaya logistik, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan mempermudah distribusi barang dan konektivitas pariwisata. Jembatan bentang panjang sudah banyak dibangun di Indonesia, namun tipe struktur yang dipilih perlu memperhatikan aspek-aspek teknis, nonteknis, dan biaya. Pada prinsipnya, terdapat 3 tantangan dalam pembangunan jembatan bentang panjang, yaitu: (1) tantangan yang bersifat teknis dan struktural, (2) tantangan yang terkait dengan logistik dan lokasi, dan (3) tantangan yang bersifat nonteknis dan sosial. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada Proyek Pembangunan Jembatan Pulau Balang, studi ini menunjukkan bahwa tantangan utama yang bersifat teknis dan struktural saat pelaksanaan konstruksi jembatan Pulau Balang adalah kondisi perairan di Selat Balikpapan yang berarus deras serta kebutuhan akan fondasi dalam berdiameter besar untuk menahan beban ekstrem gelombang, angin, dan gempa. Selain itu, terdapat tantangan yang terkait dengan pengadaan material dari luar Pulau Kalimantan dan perlunya koordinasi multilembaga untuk mempercepat proses konstruksi. Sedangkan tantangan yang bersifat nonteknis dan sosial terkait dengan pembebasan lahan, dampak sosial dan ekonomi lokal, masalah lingkungan, dan operasional dan tata kelola jembatan. Kata-kata kunci: jembatan; jembatan bentang panjang; konstruksi jembatan; pembebasan lahan