Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

"DUKCAPIL GOES TO SCHOOL" SEBAGAI INOVASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN E-KTP OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN BANDUNG Munawaroh, Nunung; Isnandi Abdul Rozak Riaji
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal JISIPOL Vol. 8 No. 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan mengenai masih kurangnya akses dan minat dikalangan remaja dalam pengurusan Kartu Tanda Penduduk membuat masih banyaknya kalangan remaja yang sudah memasuki usia wajib memiliki KTP di Kabupaten Bandung masih belum memiliki Kartu Tanda Penduduk. Kemudian untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan guna pemerataan kepemilikan KTP tersebut di kalangan remaja terutama pelajar Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung membuat sebuah inovasi program yang disebut Dukcapil Goes to School. Berdasarkan pada hal tersebut penelitian ini ditujukan untuk mengetahui keberhasilan inovasi Dukcapil Goes to School sebagai Langkah mempercepat pemerataan data kependudukan di Kabupaten Bandung bagi kalangan pelajar. Kemudian dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui strategi pengumpulan data dokumen. Maka berdasarkan hasil penelitian dapat ditinjau memalui 5 atribut inovasi menurut teori Rogers, yaitu Keuntungan Relatif, Kesesuaian, Kerumitan, Kemungkinan dicoba, dan Kemudahan diamati diketahui bahwa Inovasi Dukcapil Goes to School ini berjalan dengan baik dan mampu menunjang dan mempercepat pelayanan administrasi kependudukan terutama KTP Elektronik dan Aktivitasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi kalangan pelajar di Kabupaten Bandung.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 23 TAHUN 2014 OLEH DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG yuspita, widdy; Latifah Rahmi Fauziah; Isnandi Abdul Rozak Riaji
Jurnal Dialektika Politik Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Dialektika Politik
Publisher : STISIP Widyapuri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37949/jdp.v8i2.166

Abstract

Minister of Health Regulation No. 23/2014 was established in order to improve the degree of public health that underlies the government in ensuring the realisation of individual and community nutrition improvement. Stunting is a crucial nutritional problem. Stunting is a form of growth and development failure that causes linear growth disorders in toddlers. In Bandung Regency in 2019 out of a total of 261,419 under-fives, 5.75% or 15,020 under-fives were categorised as stunted. In 2019 the total number of toddlers in Pacet District was 10,999 toddlers, as many as 227 toddlers (2.1%) were toddlers who were included in the category of short or stunting toddler status. This research uses descriptive methods, namely data collected in the form of words, images, and not numbers. The type of research in this study is descriptive qualitative, namely observation, interview, or document review. Based on the results of the research obtained, the implementation of stunting reduction policies in Pacet Sub-district has been running well as evidenced by the number of stunting sufferers who have decreased every year. Stunting reduction through specific nutrition interventions that contribute 30% is aimed at children in 1000 HPK which is generally carried out by the health sector and is short-term. Meanwhile, stunting reduction through nutrition-sensitive interventions that contribute 70% is aimed at various development activities outside the health sector with the target of the general public, such as conducting counselling to villages where stunting interventions are located in an effort to reduce stunting in Bandung Regency.
"DUKCAPIL GOES TO SCHOOL" SEBAGAI INOVASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN E-KTP OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN BANDUNG Munawaroh, Nunung; Isnandi Abdul Rozak Riaji
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal JISIPOL Vol. 8 No. 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan mengenai masih kurangnya akses dan minat dikalangan remaja dalam pengurusan Kartu Tanda Penduduk membuat masih banyaknya kalangan remaja yang sudah memasuki usia wajib memiliki KTP di Kabupaten Bandung masih belum memiliki Kartu Tanda Penduduk. Kemudian untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan guna pemerataan kepemilikan KTP tersebut di kalangan remaja terutama pelajar Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung membuat sebuah inovasi program yang disebut Dukcapil Goes to School. Berdasarkan pada hal tersebut penelitian ini ditujukan untuk mengetahui keberhasilan inovasi Dukcapil Goes to School sebagai Langkah mempercepat pemerataan data kependudukan di Kabupaten Bandung bagi kalangan pelajar. Kemudian dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui strategi pengumpulan data dokumen. Maka berdasarkan hasil penelitian dapat ditinjau memalui 5 atribut inovasi menurut teori Rogers, yaitu Keuntungan Relatif, Kesesuaian, Kerumitan, Kemungkinan dicoba, dan Kemudahan diamati diketahui bahwa Inovasi Dukcapil Goes to School ini berjalan dengan baik dan mampu menunjang dan mempercepat pelayanan administrasi kependudukan terutama KTP Elektronik dan Aktivitasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi kalangan pelajar di Kabupaten Bandung.
Innovation in Public Services of the Surakarta City Government During the Leadership of Gibran Rakabuming Raka Rifi Rivani Radiansyah; Isnandi Abdul Rozak Riaji; Mochamad Fattahidayah Dinata
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 24 No. 1 (2026): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v24i1.1029

Abstract

Transformation in public services is a form of the Surakarta city government's efforts to solve the problems that exist in the people of Surakarta which include (1) Increasing poverty rates, (2) Low increase in HDI and (3) the expected value has not been achieved in SMEs in complaint, suggestion and input services from 2019 to 2020. The purpose of the research is to find out how public service innovation in the Surakarta City Government during the leadership of Gibran Rakabuming Raka through the Solo Techno Park and ULAS programs. The methods used in this study are descriptive Qualitative Research Methods, observational data collection techniques, FGD and documentation with the research object, namely the Surakarta City Government.Based on the results of the research, various findings have been found in the processing of public service innovations in the city of Surakarta during the leadership of Gibran Rakabuming Raka. As the focus of the research which better describes public service innovations in the city of Surakarta. There are 6 innovation indicators stated in the General Guidelines for State Administration Services, including Novelty, Usefulness, Providing Solutions, Sustainability, Replicability and Compatibility. At the end of the study, it can be concluded that Public Service Innovation in the City of Surakarta during the leadership of Gibran Rakabuming Raka has implemented innovations in good public services even though there are still things that need to be improved and improved