Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging Lumbal dengan Kasus Hernia Nucleus Pulposus di Unit Radiologi Kasih Ibu Saba Gianyar Bali Winatra, I Komang Yogi; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Widari, Ni Luh Putu Sari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i8.12311

Abstract

HNP merupakan salah satu kelainan pada lumbal dan dapat menyebabkan nyeri pada bagian tulang belakang dan akan berimbas nyeri pada tulang lain seperti paha, betis, kaki dan bahkan dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang belakang. Sekuen yang digunakan dalam MRI untuk pemeriksaan HNP adalah GRE T2 untuk memperlihatkan trauma patologi dan 3D MYELO untuk melihat dengan jelas dibagian ceresbrospinal atau CSF. TujuanUntuk mengetahui peranan sekuen GRE dan 3D MYELO pada pemeriksaan Lumbal dengan kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP) di unit Raadiologi Kasih Ibu Hospital Saba Gianyar Bali MetodePenelitian  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskritif dengan pendekatan studi kasus untuk mengetahui dan menjabarkan penatalaksanaan pemeriksaan MRI Lumbal pada MRI 0,35 Tesla di Unit Radiologi Kasih Ibu Hospital Saba Gianyar Bali. Penelitian ini melibatkan tiga orang radiografer dan satu orang dokter spesialis radiologi yang berperan dalam pemeriksaan MRI Lumbal.Hasil Penelitian  Hasil pada penelitian ini dimana teknik prosedur pemeriksaan MRI Lumbal pada kasus HNP di Unit Radiologi Kasih Ibu Hospital Saba Gianyar Bali sudah sesuai antara teori dengan SOP rumah sakit dimana 3 hal sudah dilaksanakan seperti membuang air kecil untuk mengosongkan kandung kemih, radiografer menjelaskan prosedur pemeriksaan dan memastikan pasien tidak menggunakan benda yang mengandung unsur logam, dan posisi pasien ketika melakukan pemeriksaan diawali dengan pasien berbaring diatas meja pemeriksaan, bagian lateral tubuh pasien masuk ke gantry dan lutut pasien diganjal dengan penganjal lutut, kemudian dipasang spine coil dibagian tubuh pasien dengan posisi mid spine dan berada di tengah meja pemeriksaan, kemudian dilakukan fiksasi oleh radiografer lalu diberikan tombol emergency , dan memasang earplug/headset. Kesimpulan Sekuen 3D MYELO dan GRE dapat memperlihatkan patologis secara cepat pada medulla spinalis terutama cord compression, cepat dalam waktu akuisisi data sehingga dapat mengkompensasi flow artefak dari aliran medulla spinalis 
PERBANDINGAN CNR MRI KNEE JOINT PASIEN LIGAMENT INJURY DENGAN DAN TANPA MTC Ruha, Amabel Odelia Anggri; Juliantara, I Putu Eka; Widari, Ni Luh Putu Sari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32157

Abstract

Magnetization Transfer Contrast (MTC) adalah teknik dalam pencitraan medis yang dirancang untuk menekan sinyal background dan meningkatkan Contrast to Noise Ratio (CNR). Dengan menekan sinyal dari makromolekul dalam lemak, gray matter, dan white matter. Pada pemeriksaan MRI knee joint, MTC memberikan kontras jaringan yang lebih baik dibandingkan tanpa MTC, sehingga sangat bermanfaat dalam evaluasi muskuloskeletal dengan meningkatkan kontras antara otot yang aktif dan kurang aktif, membantu diagnosis kondisi terkait sendi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa perbedaan kontras jaringan pada pemeriksaan MRI knee joint dengan kasus ligament injury yang menggunakan penerapan Magnetization Transfer Contrast (MTC) pada sequence T2 Sagital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi eksperimen. Populasi dan sampel penelitian yaitu 10 pasien pemeriksaan MRI knee joint klinis ligament injury, dan masing-masing sampel dilakukan penerapan MTC dan tanpa penerapan MTC pada sekuen T2WI Sagital. Data yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak Radiant DICOM dan dianalisis dengan uji normalitas serta uji Paired T-Test menggunakan SPSS 25. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p-value) untuk CNR dengan dan tanpa MTC adalah > 0,05, menunjukkan bahwa data CNR terdistribusi normal. Oleh karena itu, uji parametrik (Paired T-Test) dilakukan, menghasilkan nilai Asymp. Sig (p-value) sebesar 0,000. Karena nilai p-value < 0,05, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak, menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam CNR pada pemeriksaan MRI knee joint sekuen T2WI Sagital dengan penerapan MTC dibandingkan tanpa MTC. Metode MTC memberikan CNR yang lebih optimal dalam pemeriksaan MRI knee joint untuk kasus ligament injury.
PERBANDINGAN CNR MRI KNEE JOINT PASIEN LIGAMENT INJURY : STUDI KOMPARASI KOMBINASI FLIP ANGLE DAN TIME INVERSION Risma, Fina Widya; Juliantara, I Putu Eka; Widari, Ni Luh Putu Sari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32160

Abstract

Salah satu sekuen digunakan untuk penekanan lemak yaitu sagital PD fat suppression. Inversion Pulse dan Time Inversion salah satu faktor yang berpengaruh pada hasil SNR dan CNR. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan kombinasi flip angle dan time inversion MRI Knee Joint klinis ligament injury sekuen sagittal PD fat suppression dan untuk mengetahui nilai flip angle dan time inversion yang optimal terhadap nilai kontas jaringan (CNR). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Sampel penelitian yaitu 10 pasien Knee Joint dengan klinis ligament injury, masing-masing sampel diterapkan sekuen PD fat suppression dengan menambahkan kombinasi flip angle 130° time inversion 80 ms, dan flip angle 120° time inversion 90 ms. Data yang diperoleh diolah menggunakan Radiant DICOM, dianalisis dengan uji normalitas serta uji Wilcoxon menggunakan SPSS 26. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data CNR tidak berdistribusi normal (p < 0,05). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara kombinasi satu dan dua pada MRI Knee Joint dengan cedera ligament pada potongan sagittal PD Fat Suppression (p = 0,000). kombinasi flip angle 130° time inversion 80 ms dinilai mampu menghasilkan CNR yang lebih optimal dibandingkan dengan kombinasi flip angle 120° time inversion 90 ms. dilihat dari nilai mean rank pada kombinasi flip angle 130° time inversion 80 ms yaitu 20,97 sedangkan pada kombinasi flip angle 120° time inversion 90 ms yaitu 16,25. Terdapat perbedaan kontras jaringan (CNR) pada pemeriksaan MRI knee joint kasus ligament injury dengan penerapan kombinasi Flip Angle dan Time inversion. kombinasi Flip Angle 130° dan Time inversion 80ms merupakan kombinasi paling optimal dalam menampilkan kontras jaringan (CNR).