Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan Heat Exchanger Tipe Shell and Tube Menggunakan Helical Baffles pada Proses Gasifikasi Batu Bara Kapasitas 30000 Nm3/h Rasyid, Raihan Fadhlurrahman; Prajogo, Sapto; Kurniasetiawati, Annisa S
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.518 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4175

Abstract

Heat Exchanger tipe shell and tube adalah alat penukar panas dengan menggunakan sistem tabung tempat cairan mengalir. Permasalahan pada Heat Exchanger adalah temperatur keluaran coal gas yang hanya mencapai 91,3 °C dan efektivitas sebesar 0.512 dengan standar operasi efektivitasnya sebesar 0,6-0,8. Fluida panas (coal) mengalir pada sisi shell dan fluida dingin (water) mengalir pada sisi tube. Baffle merupakan sekat yang berfungsi untuk mengatur aliran yang melewati sisi shell dan meningkatkan turbulensi menjadi lebih tinggi. Heat exchanger jenis shell and tube dengan helical baffle dapat menghasilkan pressure drop yang lebih rendah, mengurangi nilai fouling factor serta meningkatkan koefisien perpindahan panas. Hasil perancangan Heat Exchanger menggunakan helical baffle dengan sudut 3° meningkatkan koefisien perpindahan panas dari 3,74 W/m °C menjadi 5,57 W/m °C atau meningkat sebesar 32,96%. Nilai pressure drop di sisi shell menurun dari 3,78 kPa menjadi 2,88 kPa atau menurun sebesar 23,81% sedangkan untuk pressure drop tube menurun dari 0,00026 kPa menjadi 0,000069 kPa atau menurun sebesar 73,46%. Perancangan ini meningkatkan efektivitas Heat Exchanger dari 0.512 Menjadi 0.605. Peluang penghematan energi dari perancangan Heat Exchanger menggunakan 2 2 helical baffle ini mencapai 3854,048 W per tahun dengan keuntungan/tahun ekonomi sebesar Rp 500.574.719,64 dengan nilai NPV sebesar Rp. 15.442.942.379,97 dan payback period selama 18,26 bulan.
Perancangan Variasi Bentuk Filler pada Menara Pendingin Tipe Induced Draft Counterflow di PT Indolakto – Jakarta Fikri, Muhammad Idjlal; Wuryanti, Sri; Kurniasetiawati, Annisa S
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.77 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4176

Abstract

Cooling Tower adalah suatu alat penukar panas yang berfungsi untuk mendinginkan air panas ke lingkungan pada proses pasteurisasi yang digunakan untuk mendinginkan susu. Proses pendinginan air sangat bergantung pada filler atau material pengisi dari Cooling Tower. Filler atau material pengisi Cooling Tower adalah tempat terjadinya pertukaran panas antara air dengan udara. Filler sangat berpengaruh terhadap kinerja dari Cooling Tower itu sendiri. Permasalahan yang dialami oleh Cooling Tower itu adalah terjadinya pengendapan dan pertumbuhan mikroorganisme yang diakibatkan karena umur dari Cooling Tower itu sendiri sudah 10 tahun. Kalau pengendapan dibiarkan terus menerus mengakibatkan terhalangnya laju perpindahan panas dan stress material, hal ini bisa menyebabkan penurunan kinerja Cooling Tower. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan desain rancangan bentuk filler yang tepat untuk meningkatkan efektivitas menggunakan metode perhitungan menggunakan teori merkel dan simulasi, yakni dengan menghitung efektifitas perpindahan panas pada Cooling Tower menggunakan metode NTU (Number of Transfer Unit). Perancangan bentuk filler dari Cooling Tower berhasil meningkatkan efektifitas dari kondisi eksisting 43.75% menjadi 61.23% dengan menggunakan filler jenis film fill dengan tipe D. Peningkatan efektifitas tersebut membuat temperatur air keluar dari Cooling Tower menurun menjadi 31 C. Perancangan bentuk filler berhasil menghasilkan penghematan konsumsi energi menjadi 7714.8 kWH/bulan dengan penghematan biaya operasi Rp 11,145,571.56 perbulan.
Perancangan Wet Scrubber Kapasitas 0,72 m3/jam pada Proses Pemurnian Biogas dari Kotoran Sapi A. A, Nannuba Hilma; Prajogo, Sapto; Kurniasetiawati, Annisa S
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.543 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4178

Abstract

Biogas merupakan sumber energi berupa gas alam melewati proses fermentasi dengan kondisi anaerob yang umumnya tersusun atas CH4, CO2, H2, N2, dan H2S. Gas metana sebagai komposisi utama biogas pada umumnya belum optimal diakibatkan oleh komposisi CO 2 yang besar sehingga nilai kalor dapat menurun dan komposisi H2S yang bersifat korosif dapat menimbulkan masalah pada proses pembakaran. Kualitas biogas dapat ditingkatkan dengan proses pemurnian demgan metode absorpsi menggunakan wet scrubber dengan memanfaatkan H 2S dan CO2 yang memiliki kelarutan tinggi terhadap air. Wet scrubber melakukan kontak gas dan absorben cair dengan arah yang berlawanan, kemudian biogas yang masuk melalui bawah kolom akan diberi cairan berupa air dari atas kolom sehingga gas CO2 dan H2S akan terlarut oleh air. Perancangan ini dilakukan untuk biogas di Peternakan Sapi, Cigugur Girang dengan komposisi CH4 sebesar 55,5%, CO2 sebesar 43%, N2 sebesar 1%, H2S sebesar 0,16%, dan O2 sebesar 0,34%. Tujuan dari perancangan ini untuk merancang scrubber untuk proses pemurnian biogas, sistem wet melakukan pengujian pengoptimalan komposisi CH4 biogas hasil wet scrubber dengan simulasi menggunakan software Aspen Plus, dan melakukan analisis keekonomian dari perancangan sistem wet scrubber terhadap keuntungan peningkatan kualitas biogas. Pada perancangan menggunakan perhitungan manual untuk dilakukan simulasi menggunakan software Aspen Plus didapatkan dimensi wet scrubber dengan diameter 3,559 m, tinggi kolom 13,897 m, dan laju alir air 6892,49 kmol/jam. Pemurnian menghasilkan komposisi akhir H2S sebesar 3,79 ppm dan komposisi CO2 sebesar 26,77%.
Retrofitting Alternatif Refrigeran Ramah Lingkungan R-290 dengan R-134a pada Trainer Unit Instalasi Sistem Refrigerasi Muliawan, Rizki; Akmal, Muhammad; Rosulindo, Parisya P; Kurniasetiawati, Annisa S
Jurnal Teknik Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

R-134a refrigerant has been widely used in industrial and commercial refrigeration systems; however, its high global warming potential (GWP) of up to 1430 has driven the search for more environmentally friendly alternatives. R-290 (propane) is considered a promising candidate due to its zero ozone depletion potential (ODP) and very low GWP of only 3, along with thermodynamic properties that are relatively comparable to those of R-134a. This study aims to evaluate the performance of a refrigeration system retrofitted from R-134a to R-290 using two types of expansion devices, namely a thermostatic expansion valve (TXV) and a capillary tube. The experimental method was conducted by varying the refrigerant charge based on equal mass and maintaining similar evaporator temperature conditions under no-load operation. The results indicate that the system using R-290 is capable of delivering cooling performance comparable to that of R-134a for both types of expansion devices. Furthermore, the use of R-290 results in lower energy consumption, with energy savings ranging from 8% to 9% compared to R-134a. This comparable performance suggests that the thermodynamic properties of R-290 are sufficiently compatible to replace R-134a in the same system without requiring significant modifications to the main components. The observed performance differences are primarily influenced by flow characteristics and the expansion process associated with each type of expansion device. Therefore, R-290 demonstrates strong potential as an environmentally friendly and energy-efficient alternative refrigerant, particularly for retrofit applications in existing refrigeration systems.