Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Risiko Keuangan dan Tata Kelola Manajemen Terhadap Return Saham Pada Bank BUMN Dan Non BUMN Periode tahun 2010-2017 Tarigan, Liyandri Rasbina; C. Tri Widiastuti; Adelia Sandra Swastika Putri; Aditiya Pratama Nugroho
Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Ekonomi Kreatif Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Ekonomi Kreatif
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jibeka.v3i2.889

Abstract

Return saham memegang peranan penting dalam dunia perbankan karena return saham menunjukkan bagaimana investor memandang kinerja suatu perusahaan. Perusahaan memilih tujuan menghasilkan keuntungan yang tinggi. Hal ini dapat dicapai jika pemegang saham semakin tertarik untuk berinvestasi pada saham perusahaannya. Bunga ini tercermin pada return harga saham karena masih kurangnya penelitian mengenai penerapan manajemen risiko pada perbankan, maka penelitian ini menggunakan berbagai indikator kesehatan bank pada sektor perbankan untuk mengetahui keberhasilan penerapan manajemen risiko dan dampaknya terhadap return saham Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penerapan manajemen risiko dengan menggunakan berbagai indikator kesehatan bank terhadap return saham bank BUMN dan non-BUMN, serta membandingkan manajemen risiko pada bank BUMN dan non-BUMN bank-bank milik negara. Bank-bank milik negara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2011-2017 menjadi sorotan. Kelompok yang dipilih untuk penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada periode 2011-2017. Besar sampel yang digunakan adalah 30 bank. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data melalui dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan terdiri dari beberapa uji regresi linier dan uji beda Penelitian menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap return saham Good Corporate Governance berpengaruh positif terhadap return saham, namun CAR, NIM, LDR, dan NPL tidak berpengaruh terhadap return saham. Rasio BOPO dan GCG bank non BUMN lebih tinggi dibandingkan bank BUMN. Tidak terdapat perbedaan antara bank BUMN dan bank non BUMN dalam hal return saham (CAR, NIM, LDR, dan NPL) karena nilai signifikansinya >0,05 Kata Kunci : CAR, NIM, LDR, NPL, BOPO, GCG, return saham.
Pengaruh Harga, Kualitas Produk, terhadap keputusan Pembelian Smartphone Iphone dengan Gaya Hidup sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Konsumen GEN Z Kota Semarang) Cahya Kamila Insani; Bayu Kurniawan; Aditiya Pratama Nugroho
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian smartphone iPhone dengan gaya hidup sebagai variabel intervening pada konsumen Generasi Z di Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria berdomisili di Kota Semarang, berusia 17–29 tahun, dan pernah membeli smartphone iPhone. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis AMOS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup. Harga tidak berpengaruh secara langsung terhadap keputusan pembelian, sedangkan kualitas produk juga tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, gaya hidup terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian serta memediasi secara penuh hubungan antara harga dan keputusan pembelian. Namun demikian, gaya hidup tidak mampu memediasi hubungan antara kualitas produk dan keputusan pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa pada konsumen Generasi Z, keputusan pembelian iPhone lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup dibandingkan pertimbangan harga maupun kualitas produk secara langsung.