Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dominasi bahasa dan mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi dominasi bahasa pada komunikasi keluarga amalgamasi Jawa-Madura di kelurahan Ngemplakrejo kota Pasuruan. Kriteria responden penelitian ini adalah keluarga amalgamasi Jawa-Madura yang memiliki anggota keluarga yang lengkap, usia pernikahan di atas 7 tahun, dan berdomisili di kelurahan Ngemplakrejo kota Pasuruan. Proses pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknis triangulasi yang terdiri dari teknik observasi partisipan pasif, teknik rekam, dan pemberian kuesioner terbuka dan tertutup. Data penelitian ini berupa tuturan keluarga amalgamasi yang ditranskripsikan dan ditransliterasikan dalam bahasa Indonesia dan hasil kuesioner. Data akan dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman, yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa dominasi bahasa dalam komunikasi keluarga amalgamasi Jawa-Madura di kelurahan Ngemplakrejo kota Pasuruan adalah bahasa Jawa dialek Madura, yang disebabkan oleh faktor individu, letak geografis, dan sosial dan budaya. Kata-kata kunci: Keluarga amalgamasi, Etnis Jawa dan Madura, dominasi bahasa Language Dominance Javanese-Madurese Amalgamation Family in the Ngemplakrejo Village, Pasuruan City This qualitative study aims to describe the form of language dominance and describe the factors behind the dominance of language in Javanese-Madura amalgamation family communication in Ngemplakrejo village, Pasuruan city. The criteria for the respondents in this study were Javanese-Madura amalgamated families who had complete family members, the age of marriage was over 7 years, and domiciled in Ngemplakrejo village, Pasuruan city. The process of collecting data in this study used triangulation techniques consisting of passive participant observation techniques, recording techniques, and giving open and closed questionnaires. The data of this research are amalgamation family utterances which are transcribed and transliterated in Indonesian and the results of the questionnaire. The data will be analyzed using the Miles Huberman interactive model, which consists of three stages, namely data reduction, data presentation, and data verification or drawing conclusions. Based on the results of data analysis, it was found that the dominance of language in Javanese-Maduran amalgamation family communication in Ngemplakrejo village, Pasuruan city, was Javanese dialect of Madura, which was caused by individual factors, geographical location, and social and culture. Keywords: amalgamated family, Javanese and Madurese ethnicity, language dominance