Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Variasi Konsentrasi, Waktu Sentrifugasi Polyethylene Glycol (PEG), dan Modified Egg Yolk Lipemic Serum pada Enzim Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) Susilawati, Anissa; Riyani, Ani
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v13i2.198

Abstract

Examination of Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) enzymes can be disrupted due to the presence of fatty serum. The addition of Polyethylene Glycol (PEG) to fatty serum will lower the surface tension of the serum so that the fat will precipitate and eliminate error readings on the photometer. This study aims to determine the concentration and centrifugation time of the addition of Polyethylene Glycol (PEG) under optimal conditions. Serum modification was made to resemble fatty serum using egg yolks with three variations of triglyceride levels in ±500 mg/dL, ±600 mg/dL, ±700 mg/dL. Fatty serum is made using three concentrations of Polyethylene Glycol (PEG), namely 0.05%, 0.10%, 0.15%. Then incubated for 30 minutes at 40C and precipitation was carried out using centrifugation at 3000 rpm with three variations of centrifugation time, namely at 5, 10 and 15 minutes. Then the resulting supernatant was separated and measured to determine the Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) enzyme using a photometer. Then the data were analyzed using a two way ANOVA test followed by a Post Hoc test with a 95% confidence level. The conclusion of this study is that at 500 mg/dL fatty serum, the optimal concentration was obtained, namely 0.10% with a 10-minute centrifugation time, at 600 mg/dL fatty serum, the optimal concentration was obtained, namely 0.10% with a 10-minute centrifugation time, on fatty serum 700 mg/dL obtained the optimal PEG concentration and centrifugation time of 0.15% with a centrifugation time of 15 minutes.
Evaluasi Sediaan dan Uji Koefisien Fenol Disinfektan Pembersih Lantai pada Produk X dengan Kandungan Benzalkonium Klorida Maharani, Sherin Anindhia; Prabu, Ginanjar; Susilawati, Anissa; Andini, Risty
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3111

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Tingginya prevalensi infeksi ini mendorong perlunya disinfektan yang efektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri dari disinfektan pembersih lantai yang mengandung benzalkonium klorida menggunakan metode uji koefisien fenol. Penelitian ini dilakukan melalui pengujian mengenai uji organoleptik, uji pH, serta analisis homogenitas, viskositas produk dan koefisien fenol. Pengujian dilakukan untuk memastikan kualitas fisik dan kimia dari sediaan serta untuk menilai kemampuan disinfektan dalam membunuh Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disinfektan pembersih lantai produk tersebut memenuhi standar dalam uji organoleptik, pH, homogenitas, dan viskositas, menunjukkan bahwa produk ini stabil dan efektif. Produk tersebut juga memiliki nilai koefisien fenol yang signifikan, lebih tinggi dibandingkan produk sejenis di pasaran. Disinfektan pembersih lantai yang diuji dapat direkomendasikan sebagai produk efektif dalam sanitasi untuk mengurangi risiko infeksi nosokomial di lingkungan kesehatan.
Edukasi Kesehatan Rumah Tangga tentang Penggunaan Pembersih Lantai Berbahan Benzalkonium Klorida sebagai Antibakteri di Desa Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat Maharani, Sherin Anindhia; Susilawati, Anissa; Andini, Risty; Prabu, Ginanjar
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2228

Abstract

Kebersihan lantai rumah tangga yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri patogen dan penyakit berbasis lingkungan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi masyarakat mengenai praktik kebersihan lantai yang benar dan penggunaan pembersih yang efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan rumah tangga dalam menjaga kebersihan lantai melalui penggunaan pembersih berbahan benzalkonium klorida sebagai agen antibakteri. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Juni 2025 di Desa Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat, dengan melibatkan 30 rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi penggunaan pembersih lantai, pembagian leaflet edukatif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 55% menjadi 85%, disertai perubahan perilaku positif dalam praktik kebersihan rumah tangga. Peserta menjadi lebih memahami pentingnya dosis, waktu kontak pembersih, serta perhatian terhadap area lembap yang berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri. Antusiasme peserta selama kegiatan juga menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap edukasi kesehatan domestik. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi edukasi berbasis komunitas yang sederhana namun terstruktur dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan dan praktik kebersihan rumah tangga. Kegiatan serupa penting untuk dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan di tingkat masyarakat.